Peningkatan ketrampilan layanan bimbingan konseling melalui pelatihan identifikasi dan intervensi permasalahan siswa pada guru sekolah dasar

Authors

  • Ismira Dewi Universitas Ahmad Dahlan
  • Nurul Hidayah Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.12928/fundadikdas.v5i1.5344

Abstract

Keterampilan mengidentifikasi dan memberikan intervensi dasar terhadap permasalahan psikologis anak bagi guru sekolah dasar (SD) sangat penting untuk peningkatan kualitas akademik dan non akademik siswa. Hal tersebut mengingat tidak ada layanan khusus bimbingan dan konseling pada jenjang SD. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan meningkatkan pemahaman terhadap layanan bimbingan konseling melalui pelatihan ketrampilan identifikasi dan penanganan masalah siswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah desain randomized pretest-postest control group  dengan mengujicobakan modul ‘Keterampilan Identifikasi dan Penanganan Masalah Siswa’ yang telah melalui tahapan validasi modul. Subjek penelitian adalah guru-guru SD dengan status guru kelas baik guru tetap PNS maupun yayasan. Lokasi pengambilan data di SD Muhammadiyah Kleco Kotagede Yogyakarta. Adapun hasil dari penelitian ini adalah  nilai t sebesar 1,866 dengan nilai p = 0,071 atau (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang pada tingkat pemahaman guru dalam mengidentifikasi dan penanganan masalah siswa, sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan.

References

Aminah, S., Wibowo, M.E.,& Sugiharto, D. Y. P. (2014). Pengembangan Model Program Bimbingan dan Konseling Berbasis Karakter di Sekolah Dasar. Jurnal Bimbingan Konseling, 3(1), 72–75. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jubk.v3i1.4609

Atamimi, N. (2015). Keterampilan Psikologis Model Bimbingan Konseling Proaktif Untuk Guru Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 3(3). https://doi.org/10.21831/cp.v3i3.7358

Batubara, H. H., & Ariani, D. N. (2018). Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan.

Cooper, P. (2011). Teacher strategies for effective intervention with students presenting social, emotional and behavioural difficulties: an international review. European Journal of Special Needs Education, 26(1), 71–86. https://doi.org/10.1080/08856257.2011.543547

Djoekardi, D. (2015). Sosialisasi program anti-bullying dalam rangka menciptakan sekolah damai. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 16(1), 45-59.

Fajaryanti, M. A. (2013). Identifikasi Permasalahan Pelaksanaan Layanan Bimbingandan Konseling di SD Muhammadiyah Mutihan Wates Kulonprogo [Universitas Negeri Yogyakarta]. http://eprints.uny.ac.id/10542/

Fatkhiyah, N., Masturoh, & Atmoko, D. (2020). Edukasi kesehatan reproduksi remaja. Abdimas Mahakam Journal, 4(1), 84-89.

Hastjarjo, T. D. (2011). Validasi Eksperimen. Buletin Psikologi, 19(2), 70–80.

Inayah, C., Ahsani, E. L. F., Mastura, E., Ni’mah, L. S., & Amalia, V. (2021). Pengaruh Sarana dan Prasarana dalam Menunjang Prestasi Belajar Siswa SD di Sekolah Indonesia Den Haag. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 8(1), 52–63. https://doi.org/10.36835/modeling.v8i1.686

Kusumawaty, I., Yunike, Y., Elviani, Y., & Harmiyati, L. (2020). Penguatan kapasitas konselor sebaya di sekolah. ,. Journal of Community Engagement in Health, 3(2), 140-146.

Pala, A. (2011). The Need For Character Education. International Journal of Social Sciences and Humanity Studies, 3(2), 23–32.

Pratiwi, N. & Pritanova, N. (2017). Pengaruh literasi digital terhadap psikologis anak dan remaja. Semantik. 6(1), 11-24.

Purwani, E. (2017). Kendala Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pelaksanaan Layanan Informasi di SMA Negeri 7 Kerinci [STKIP PGRI Sumatera Barat]. http://repo.stkip-pgri-sumbar.ac.id/id/eprint/1188

Putra, A. (2016). Layanan Khusus Peserta Didik (Kesiswaan). El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(2), 1–15.

R, J. (2013). Behaviour problems in theory: A half century of research on adolescent behaviour and development.

Santrock, J. W. (2011). ‘Educational Psychology’, McGraw-Hill, New York,.

Saragih, A. H. (2008). Kompetensi Minimal Seorang Guru Dalam Mengajar. Jurnal Tabularasa, 5, 23–34.

Shaughnessy, J. J., Zechmeister, E. B. dan Zechmeister, J. S. (2007). Metodologi penelitian psikologi. (Terj. Helly Prajitno dan Sri Mulyantini). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Silitonga, A. S., Sarjono, Y., & Anif, S. (2014). Pengelolaan kegiatan bimbingan dan konseling untuk pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Manajemen Pendidikan, 9(1). http://hdl.handle.net/11617/4412

Sugiyatno, A.A. Warsito, & A. B. (2010). (n.d.). ‘Mengembangkan Kemampuan Guru Kelas dalam Mengidentifikasi Masalah Siswa SD’,Laporan Pengabdian Masyarakat.

Sukardi. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Bumi Aksara.

UNICEF. (2000). UNICEF. 2000‘Skills-BasedHealthEducationtoPreventHIV/AIDS’. UNICEF. 2000‘Skills-BasedHealthEducationtoPreventHIV/AIDS’. (2000).

Wambu, Grace W.; Fisher, T. A. (2015). School Guidance and Counseling in Kenya: Historical Development, Current Status, and Future Prospects. Journal of Education and Practice, 6(11), 93–102. http://iiste.org/Journals/index.php/JEP

Widodo, W. (2018). Peranan organisasi pembelajaran dalam mengoptimalkan inovasi guru. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling. https://doi.org/10.26539/1377

Downloads

Published

2022-07-15

How to Cite

Dewi, I., & Hidayah, N. (2022). Peningkatan ketrampilan layanan bimbingan konseling melalui pelatihan identifikasi dan intervensi permasalahan siswa pada guru sekolah dasar. Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar), 5(1), 40–51. https://doi.org/10.12928/fundadikdas.v5i1.5344

Issue

Section

Articles