Pengaruh pemberian konseling terhadap perubahan indeks massa tubuh anak usia 10-12 tahun

Authors

  • Hafifatul Auliya Rahmy UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Nurul Prativa Universitas Andalas

DOI:

https://doi.org/10.12928/promkes.v3i1.3583

Keywords:

Body Mass Index, Obesity (BMI), Nutrition intervention, Counselling, Childhood

Abstract

Obesity in childhood can increase the incidence of type 2 diabetes mellitus (DM). It is also at risk of becoming obese in adulthood. May cause glucose metabolism disorders and degenerative diseases. Besides, obesity in children aged 6-7 years can also reduce intelligence level due to decreased activity and creativity of children, and tend to be lazy due to being overweight. This type of research is a quasi-experimental one-group pre-post test design. The population in this study were all elementary school students in the work area of Puskesmas Andalas. Body Mass Index (BMI) was collected by measuring height and weight using a digital scale and microtoice. Nutrition counselling using leaflet media. Energy intake data collection before and after counselling used the Food Frequency Questionnaire and the 24-hour recall. The researcher collected characteristics data, physical activity data, body weight data, Body Mass Index data using a questionnaire and analysis of differences in BMI before and after the intervention using the dependent sample t-test. The results have a distinction between BMI before and after the intervention. Treatment of obesity in childhood with nutritional balance includes eating a variety of foods, doing physical activity, and regularly monitoring body weight.

Author Biography

Hafifatul Auliya Rahmy, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Public Health

References

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Pelaksanaan Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (GENTAS). Jakarta: Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular; 2017.
2. Sartika RAD. Faktor risiko obesitas pada anak 5-15 tahun di Indonesia. Makara Kesehat. 2011;15(1):37–43.
3. Febri AB, Marendra Z. Smart Parents Pandai Mengatur Menu & Tanggap Saat Anak Sakit. Jakarta: Gagasmedia; 2010.
4. Miko A, AL-Rahmad AH. HUBUNGAN BERAT DAN TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KABUPATEN ACEH BESAR. J Indones Nutr Assoc. 2017;40(1):21–34.
5. Pusat Data dan Analisa Tempo. Seri I Mengenal Obesitas pada Anak. Jakarta: Tempo Publishing; 2019.
6. Soenardi T. 100 Resep Makanan Sehat imhik Anak agar Terhindar Penyakit Degeneratif saat Dewasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2011.
7. Ishak S, Hatta H, Hadi AJ. HUBUNGAN POLA MAKAN , KETERPAPARAN MEDIA DAN KETURUNAN TERHADAP KELEBIHAN BERAT BADAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR The Relationship of Dietary Habit , Media Exposure And Heredity To Over- weight In Elementary School Students. Promot J Kesehat Masy. 2019;9(1):76–84.
8. Wiradyani L, Pramesthi I, Raiyan M, Nuraliffah S, Nurjanatun. Gizi dan Kesehatan Anak Usia Sekolah Dasar. Jakarta: SEAMEO RECFON; 2016.
9. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2013.
10. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat; 2018.
11. Dinas Kesehatan Kota Padang. Laporan Penjaringan Per Kab/Kota Tahun 2015. Padang: Dinas Kesehatan Kota Padang; 2015.
12. Sumbar DK. Laporan Penjaringan Per Kab/Kota Tahun 2015 Padang. Sumatera Barat: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat; 2015.
13. IDAI. Diagnosis, Tata Laksana Dan Pencegahan Obesitas Pada Anak Dan Remaja. Jakarta: Ukk Nutrisi Dan Penyakit Metabolik; 2014.
14. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan Dan Penanggulangan Kegemukan Dan Obesitas Pada Anak Sekolah. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Gizi Dan Kesehatan Ibu Dan Anak Kementerian Kesehatan RI; 2012.
15. Ratnawati D, Sahar J, Permatasari H. PROGRAM LANSET DM SEBAGAI STRATEGI INTERVENSI DIABETES MELITUS PADA LANSIA. Bina Didya. 2015;26(1):6–17.
16. Anam MS, Mexitalia M, Widjanarko B, Pramono A, Susanto H, Subagio HW. Pengaruh Intervensi Diet dan Olah Raga Terhadap Indeks Massa Tubuh, Lemak Tubuh, dan Kesegaran Jasmani pada Anak Obes. Sari Pediatr. 2016;12(1):36–41.
17. Susanti RW, Indriastuti D. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Complementary And Alternative Medicine ( CAM ) pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Poasia Kota Kendari. J Kesehat Andalas. 2020;9(2):174–81.
18. Putri RM, H WR, Maemunah N. KAITAN PENDIDIKAN, PEKERJAAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI ANAK PRA SEKOLAH. J Care. 2017;5(2):231–45.
19. Sukraniti D, Taufiqurrahman, Iwan S. Bahan Ajar : Konseling Gizi. Jakarta: BPPSDMK Kemenkes RI; 2018.
20. Hadi AJ, Manggabarani S, R EY, Tombeg Z, Ishak S, Said I. Consumption Pattern and Nutrition Conseling Roles on Obesity of Integrated Primary School Students Anto. Unnes J Public Heal. 2019;8(1):45–50.
21. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Permenkes RI No.28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2019.
22. Panjaitan WF, Siagian M, Hartono H. Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Al Hidayah Terpadu Medan Tembung. J Dunia Gizi. 2019;2(2):71–8.
23. ASDI, IDAI, PERSAGI. Penuntun Diet Anak. Jakarta: Fakultas Kedokteran Uvinersitas Indonesia; 2015.
24. Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC; 2007.
25. Sudiawan KD, Sidiartha IGL. Hubungan Status Gizi Orangtua Terhadap Status Gizi Anak. E-Jurnal Med Udayana. 2017;6(6).
26. Suryani D, Sabrina Y, Cholidah R, Ekawanti A, Andari MY. Studi Status Gizi, Pola Makan serta Aktivitas pada Anak Sekolah Dasar di Kota Mataram. J Kedokt. 2017;6(1):14–9.
27. Andini AR, Aditiawati, Septadina IS. Pengaruh Faktor Keturunan dan Gaya Hidup Terhadap Obesitas pada Murid SD Swasta di Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang. J Kedokt dan Kesehat. 2016;3(2):114–9.
28. Zou Z, Yang Z, Yang Z, Wang X, Gao D, Dong Y, et al. Association of high birth weight with overweight and obesity in Chinese students aged 6–18 years: a national, cross-sectional study in China. BMJ Open. 2019;9(5):e024532.
29. Oktaria R, Neherta M, Deswita. Upaya Pencegahan Obesitas Pada Anak Usia Sekolah Melalui Intervensi Pendidikan Gizi Dan Aktivitas Fisik Berbasis Sekolah. J Ilm Permas J Ilm STIKES Kendal. 2020;10(4):599–614.
30. Sarwa, Prasetyo A. Determinant Of Obesity In School – Age Children (Studi di SD Al-Irsyad 01–02 Cilacap Tahun 2018). Tens Trends Nurs Sci. 2020;1(1):46–50.
31. Rohmah M, Hidayati K. PROGRAM INDONESIA SEHAT BERBASIS KELUARGA: KONTRIBUSI MODAL SOSIAL KEAGAMAAN DI MASYARAKAT. J Penelit Islam. 2019;13(02):233–50.
32. Sari IP, Anggraini K, Kurniati V, Nurcandra F. Intervensi Obesitas Berbasis Keluarga. J Ilm Kesehat Masy Media Komun Komunitas Kesehat Masy. 2019;11(3):254–61.
33. Mulyono S, Permatasari H. Edukasi sebaya terhadap praktik gizi dan indeks massa tubuh anak usia sekolah yang mengalami gizi lebih. Heal Tadulako J. 2019;5(3):55–63.
34. Oktaria R, Neherta M, Deswita. Upaya pencegahan obesitas pada anak usia sekolah melalui intervensi pendidikan gizi dan aktivitas fisik berbasis sekolah. J Ilm Permas J Ilm STIKES Kendal. 2020;10(4):599–614.
35. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Bahan Ajar Konseling Gizi. Pusat Pendidikan Dan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Jakarta: Balai Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan; 2018.
36. Lestantina A, Wahyudi A, Yuliantini E, Kesehatan P, Kesehatan K, Jurusan B. Konseling gizi pada remaja obesitas. J Media Kesehat. 2018;11(1):71–8.

Downloads

Published

2021-03-02

Issue

Section

Article