Sibling Rivalry: Bagaimana Pola Asuh dan Kecerdasan Emosi Menjelaskan Fenomena Persaingan Antar Saudara?

Authors

  • Alif Muarifah
  • Yeni Familia Fasca Fitriana Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.26555/jecce.v1i2.600

Keywords:

Pola asuh demokrasi, pola asuh otoriter, pola asuh permisif, kecerdasan emosi, sibling rivalry

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokrasi, pola asuh permisif, pola asuh otoriter, dan kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry pada anak. Subjek penelitian ini adalah orangtua anak dengan kriteria mempunyai anak usia 7-8 tahun yang memiliki saudara kandung. Subjek penelitian sebanyak 116 orangtua. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain skala pola asuh demokrasi, pola asuh permisif, pola asuh otoriter, kecerdasan emosi, dan sibling rivalry. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, yang diolah dengan menggunakan SPSS for Windows 17.0.

Hasil analisis menunjukkan: 1) Ada hubungan negatif antara pola asuh demokrasi dengan sibling rivalry, rxy= -0.196, p=0,017 (p< 0,05). 2) Ada hubungan positif antara pola asuh permisif dengan sibling rivalry, rxy= 0,240, p=0,005 (p< 0,05). 3) Ada hubungan negatif antara kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry rxy= -0,293, p=0,001 (p< 0,05). 4) Ada hubungan antara pola asuh dan kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry, dengan nilai koefisien korelasi F=3,051, p= 0,02 (p< 0,05) yang berarti signifikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh demokrasi dan kecerdasan emosi, maka akan semakin rendah sibling rivalry pada anak.

References

Anderson, J. (2006). Sibling Rivalry: when family circle becomes boxing ring. Journal contemporary pediatri. 4(23), 72-84
Gichara, Jenny. (2006). Mengatasi Perilaku Buruk Anak. Jakarta: Kawan Pustaka
Goleman, D. (2007). Emmotional Intelligence (terjemahan) T. Hermaya. Jakarta: PT. Gramedia
Gunarsa, Singgih, L. (2004). Psikologi Praktis Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta: Gunung Mulia
Havnes, T. (2010). Sibling Rivalry Over Parental Care. The Research Council of Norway: (Unpublished Thesis). University of Oslo
Herawati, M. (2011). Psikologi Ibu dan Anak untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
Hidayati, E., Safitri, Y. (2013). Hubungan Antara Pola Asuh Orangtua Dengan Tingkat Depresi. Jurnal Keperawatan Jiwa. 1(1), 11-17.
Irhamsyah, F. (2015). Sibling rivalry: cemburu pada saudara kandung dan solusinya. Diakses di https://www.kompasiana.com/fahmi_elbantani/551890ab813311ae689deb2c/sibling-rivalry-cemburu-pada-saudara-kandung-dan-solusinya
Jannah, M. (2014). Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Terjadinya Sibling Rivalry Pada Anak Usia Prasekolah. (skripsi tidak dipublikasikan). Banda Aceh: Unversitas Syiah Banda Aceh
Khoerunnisa. (2011). Pengaruh Kecerdasan Emosional Siswa Terhadap Akhlak Siswa. Jurnal Pendidikan Universitas Garut. 5(1), 30-43.
Leonnie, S.R. (2014). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Sibling Rivalry Pada Anak. (skripsi tidak dipublikasikan) Semarang: Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Milevsky, A. (2011). Sibling Relationship in Childhood and Adolescence: Predictors and Outcomes. (Unpublished Thesis). New York: Columbia University Press
Pope, L. (2006). Perception of Sibling Relationship in Middle Childhood and Their Effects of Adolescent Anxiety and Depression. Master of Arts in Psychology. University of Canterbury
Priatna, C., & Yulia, A. (2006). Mengatasi Persaingan Saudara Kandung Pada Anak-Anak. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Putri, A.C.T., Deliana, S.M., Hendriyani, R. (2013). Dampak Sibling Rivalry Pada Anak Usia Dini. Jurnal Perkembangan dan Psikologi Klinis.2(1), 33-37.

Downloads

Published

2019-03-11

How to Cite

Muarifah, A., & Fitriana, Y. F. F. (2019). Sibling Rivalry: Bagaimana Pola Asuh dan Kecerdasan Emosi Menjelaskan Fenomena Persaingan Antar Saudara?. JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education), 1(2), 48–58. https://doi.org/10.26555/jecce.v1i2.600

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)