Mindful Parenting: Strategi Membangun Pengasuhan Positif dalam Keluarga

Iyan Sofyan

Abstract


Keluarga adalah bagian terkecil dalam masyarakat. Keluarga juga merupakan pendidikan pertama dan utama untuk anak-anak. Sebagai pendidik utama dalam keluarga, orangtua seringkali menghadapi tantangan dan persoalan. Berdasarkan hasil wawancara dengan para orangtua, beberapa permalasahan yang sering terjadi antara lain: anak tidak mau mendengarkan orangtua, anak sulit untuk diminta belajar, semaunya sendiri, dan sebagainya. Melalui berbagai permasalahan yang umumnya dihadapi para orangtua. Pada dasarnya, permasalahan tersebut muncul disebabkan oleh komunikasi antara orangtua dan anak yang kurang efektif. Mindful parenting atau mengasuh dengan penuh kesadaran adalah salah satu strategi yang dapat dipraktikkan oleh orangtua dalam menciptakan komunikasi yang efektif dengan anak. Dimensi mindful parenting terdiri dari: mendengarkan dengan penuh perhatian, tidak menghakimi, sabar, bijaksana, serta welas asih. Dengan mempraktikan kelima dimensi mindful parenting secara konsisten dan terus menerus, maka orangtua dapat membangun komunikasi yang efektif untuk menciptakan pengasuhan positif.


Keywords


mindful parenting; komunikasi efektif; positive parenting

Full Text:

PDF

References


Allred, K.G., Mallozzi, J.S., Matsui, F., & Raia, C.P. (1997). The influence of anger and compassion on negotiation performance. Organ. Behav. Hum. Decis. Process. 70, 175–187.

Beer, M., Ward, L., & Moar, K. (2013). The relationship between mindful parenting and distress in parents of children with an autism spectrum disorder. Mindfulness 4, 102–112.

Bögels, S., & Restifo, K. (2014). Introduction to Mindful Parenting, in: Mindful Parenting. Springer, pp. 3–14.

Cohen, J.A.S., & Semple, R.J. (2010). Mindful parenting: A call for research. J. Child Fam. Stud. 19, 145–151.

Duncan, L.G., Coatsworth, J.D., & Greenberg, M.T. (2009). A model of mindful parenting: Implications for parent–child relationships and prevention research. Clin. Child Fam. Psychol. Rev. 12, 255–270.

Fellasari, F & Lestari, T.I. (2016). Hubungan Antara Pola Asuh Orangtua Dengan Kematangan Emosi Remaja. Jurnal Psikologi, 12 (2), 84-90

Goetz, J.L., Keltner, D., & Simon-Thomas, E. (2010). Compassion: an evolutionary analysis and empirical review. Psychol. Bull. 136, 351.

Gottman, J. M., Katz, L. F., & Hooven, C. (1996). Parental meta-emotion philosophy and the emotional life of families: Theoretical models and preliminary data. Journal of Family Psychology, 10(3), 243.

Hafiz, S.E. & Almaududi A.A. (2015). Peran Pola Asuh Otoriter terhadap Kematangan Emosi Yang Dimoderatori oleh Kesabaran. Jurnal Humanitas, 12 (2), 130-141

Hyoscyamina, D.E., (2011). Peran Keluarga dalam Membangun Karakter Anak. Jurnal Psikologi. 10, 144–152.

Kiong, M. (2015). Mindfull Parenting.pdf. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lidyasari, A.T. (2013). Pola Asuh Otoritatif Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Anak Dalam Setting Keluarga. Yogyakarta: PGSD FIP UNY.

Ramadhani, R. (2013). Komunikasi interpersonal orang tua dan anak dalam membentuk perilaku positif anak pada murid SDIT CORDOVA Samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi. 1, 112–121.

Retnowati, Y., & Hubeis, A.V.S. (2008). Pola komunikasi orang tua tunggal dalam membentuk kemandirian anak (kasus di Kota Yogyakarta). Jurnal Komunikasi Pembang. 6.

Reynolds, D., (2003). Mindful parenting: A group approach to enhancing reflective capacity in parents and infants. Journal Child Psychother. 29, 357–374.

Risman. (2016). 13 Kesalahan Komunikasi Orang Tua pada Anak by Elly Risman – Ayah Bunda Belajar diakses pada http://ayahbundabelajar.com/kesalahan-komunikasi-orang-tua-pada-anak-by-elly-risman/

Setyowati, Y., (2013). Pola komunikasi keluarga dan perkembangan emosi anak (studi kasus penerapan pola komunikasi keluarga dan pengaruhnya terhadap perkembangan emosi anak pada keluarga Jawa). Jurnal Ilmu Komunikasi. 2.

Surat Luqman Ayat 18 | Tafsirq.com [WWW Document], n.d. URL https://tafsirq.com/31-luqman/ayat-18 (accessed 3.9.18).

Van der Oord, S., Bögels, S.M., & Peijnenburg, D. (2012). The effectiveness of mindfulness training for children with ADHD and mindful parenting for their parents. J. Child Fam. Stud. 21, 139–147.

Wahy, H. (2012). Keluarga sebagai basis pendidikan pertama dan utama. J. Ilm. Didakt. 12.

Zimmerman, B.J. (2000). Attaining self-regulation: A social cognitive perspective, in: Handbook of Self-Regulation. Elsevier, pp. 13–39.




DOI: https://doi.org/10.26555/jecce.v1i2.241

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Iyan Sofyan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Abstracting & Indexing By:

     


Journal of Early Childhood Care and Education (JECCE)  
ISSN: 2615-1413 (online)
Organized by :
PG PAUD FKIP Universitas Ahmad Dahlan
Published by:
Universitas Ahmad Dahlan 
Website : journal2.uad.ac.id/index.php/jecce | Email : jecce@pgpaud.uad.ac.id, 

 

View JECCE Stats

 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0