PENINGKATAN PERAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULER DENGAN JAKARTA KARDIOVASKULER SKOR

Authors

  • Martiningsih Martiningsih Poltekkes kemenkes Mataram
  • Ade Wulandari Poltekkes Kemenkes Mataram

DOI:

https://doi.org/10.12928/jp.v4i1.1431

Keywords:

, Leaflet, deteksi dini, Jakarta kardiovaskuler skor, risiko penyakit kardiovaskuler, kader.

Abstract

Penyakit kardiovaskular (PKV) adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah yang dapat dicegah terutama pada kelompok berisiko. Pencegahan  perilaku berisiko dan merubahnya menjadi perilaku yang menunjang kesehatan melalui edukasi menjadi penting dalam upaya preventif jangka panjang yang terus berkelanjutan dan bersinergi dengan program yang menunjang kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi deteksi dini risiko PKV bagi kader kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Penapali Kecamatan Woha Kabupaten Bima-NTB pada 19 kader kesehatan, pada hari Sabtu-Minggu, tanggal 26-27 Oktober 2019 berupa penyuluhan kesehatan tentang deteksi dini risiko penyakit kardiovaskuler menggunakan Jakarta kardiovaskuler skor (JKS) melalui media leaflet dilanjutkan demonstrasi pengukuran tekanan darah,tinggi badan, berat badan dan menghitung indeks massa tubuh serta diskusi penggunaan JKS untuk mengetahui besarnya risiko PKV. Karakteristik kader kesehatan yang mengikuti kegiatan penyuluhan semuanya adalah perempuan, pada kelompok usia 21 – 45 tahun. Penilaian risiko pada kader kesehatan menunjukkan hasil semua peserta dapat melakukan pengukuran dan hasil penilaian dengan JKS pada kelompok kader menunjukkan 100%  kader pada kelompok risiko rendah PKV namun temuan lain mengindikasikan bahwa faktor risiko terbanyak adalah pada indeks massa tubuh melebihi normal (overweigh dan obesitas 55,6%). Kedepannya peran kader perlu ditingkatkan melalui kelas edukasi  dan program edukasi  berkelanjutan.

Author Biographies

Martiningsih Martiningsih, Poltekkes kemenkes Mataram

Keperawatan Medikal Bedah

Ade Wulandari, Poltekkes Kemenkes Mataram

Keperawatan

References

AHA, (2013) Scientific Position. Risk Factors and Coronary Heart Disease. (Online), (http://www.americanheart.org/presenter.jhtm/identifier=4728,diakses) tanggal 24 Agustus 2013).
AHA. (2017). Classes of Heart Failure, http: //www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HeartFailure/AboutHeartFaAbout/Classes-of-Heart-Failure_UCM_306328_Article.jsp#.WWLg0MaB 2qA.diakses 9 Mei 2017.
Anonim, (2017), Rekam Medik RSUD Bima
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) : Jakarta.
Kementrian dan Kesehatan RI. (2014). Situasi Kesehatan Jantung. Jakarta.
Kementrian dan Kesehatan RI. (2015). Infodatin. Jakarta.
Kuklina, Yoon PW and Keenan NL. (2004). Trends in high levels of low-density lipoprotein cholesterol in the United States, 1999-2006. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19920234
Martiningsih, A. Haris, (2019). Risiko Penyakit Kardiovaskuler Pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Di Puskesmas Kota Bima : Korelasinya dengan Ankle Brachial Index dan Obesitas. Jurnal Keperawatan Indonesia. Vol. 22 No. 3, 200–208.
Nurwidyaningtyas, W., Kholifah, S., Rahma, A., (2014), Kajian Kelompok Risiko Tinggi: Studi Pendahuluan Pengembangan Model Pengendali Prevalensi Penyakit Kardiovaskular, Jurnal Keperawatan Indonesia, Vol 17, No 1.
SIGN, (2017), Risk estimation and the prevention of cardiovascular disease, CVD Guideline.

Downloads

Published

2020-05-10

Issue

Section

Articles