ESQ Way 165: Alternatif Metode Pengembangan Kecerdasan Emosi dan Spiritual Anak

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26555/jecce.v1i1.59

Keywords:

kecedasaran, emosi, spiritual, ESQ Way 165, anak

Abstract

Kecerdasan emosi dan kecerdasaran spritual pada anak perlu dikembangkan sejak usia dini. Hal tersebut disebabkan oleh munculnya berbagai permasalahan pada saat anak telah menginjak remaja atau aqil baliqh ketika kecerdasan emosi dan spiritual anak tidak dikembangkan dengan tepat. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan dalam mengelola segala dorongan perasaan yang ada pada dirinya, sedangkan kecerdasan spiritual adalah kemampua seorang individu untuk mengembangkan diri secara utuh dengan menerapkan nilai-nilai positif dalam memaknai dan menyelesaikan permasalahan kehidupan. Permasalahan yang sering muncul ketika anak memasuki remaja antara lain nongkrong dan bagadang tanpa tujuan yang jelas dan manfaat, mengonsumsi narkoba, bunuh diri, bolos sekolah, seks bebas, berperilaku impulsif, dan sebagainya. Permasalahan-permasalahan tersebut tidak terlepas dari pengalaman emosi dan pengasuhan sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis. Buku Ari Ginanjar yang berjudul “Rahasia Suskes Membangkitkan ESQ Power†karya Ary Ginajar Agustian menjadi sumber data utama penelitian ini. Melalui hasil analisis data ditemukan bahwa tahapan pembangunan ESQ melalui metode ESQ Way 165 antara lain: penjernihan emosi, pembangunan mental, ketangguhan pribadi, ketangguhan sosial. Metode ESQ Way 165 direkomendasikan bagi para orangtua dan guru sebagai alternatif dalam mengembangkan kecerdasan emosi dan spiritual anak. Harapannya, dengan dikembangkannya kecerdasan-kecerdasan tersebut sejak dini dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi manusia sempurna, yaitu sebagai pribadi yang mampu memaknai permasalahan dan menyelesaikannya secara positif melalui pengelolaan dorongan perasaan yang baik sesuai ajaran Islam. Dengan demikian, mereka akan memiliki keterampilan dalam berpikir, memilih, dan memutuskan segala sesuatu dengan tepat dan berdasarkan nilai-nilai Ikhsan, Iman, dan Islam.

References

Arfiani, Y. (2014). Peran Komunikasi Orangtua Anak, Kecerdasan Emosi, Kecerdasan Spiritual, Terhadap Perilaku Bullying (PhD Thesis). Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Ginanjar, A. (2007). Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual: ESQ. Jakarta: Arga.
Goleman, D. (2000). Kecerdasan emosional. Gramedia Pustaka Utama.
Hariastuti, R. T., & Saman, A. (2007). Mengembangkan kecerdasan emosional anak. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1).
Komarudin Hidaya. (2003). Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak, dalam Buletin PAUD. Jakarta: Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Depdiknas.
Liputan6.com (2017). Berita Harian Kenakalan Remaja - Kumpulan Berita Kenakalan Remaja Terbaru Hari Ini. Diambil 31 Maret 2018, dari http://www.liputan6.com/tag/kenakalan-remaja
Luthfiyani, A. K., Herawati, N. I., & Rohayati, T. (2016). Pengaruh Metode Hypnoteaching Terhadap Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini. Jurnal PGPAUD Kampus Cibiru, 4(2).
Nindya, P. N., & Margaretha, R. (2012). Hubungan antara kekerasan emosional pada anak terhadap kecenderungan kenakalan remaja. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1(02), 1–9.
Rohmadheny, P. S. (2013). Pengaruh Penggunaan Metode Hypnoteaching Terhadap Emotional Intelligence Anak Usia 3–4 Tahun di Kelompok Bermain Tunas Harapan Tulungagung. Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education), 1(1).
Setyowati, Y. (2013). Pola Komunikasi Keluarga dan Perkembangan Emosi Anak (Studi Kasus Penerapan Pola Komunikasi Keluarga dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Emosi Anak pada Keluarga Jawa). Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 2(1). https://doi.org/10.24002/jik.v2i1.253
Sindonews. (2017). Kenakalan Remaja. Diambil 31 Maret 2018, dari https://nasional.sindonews.com/read/1258824/16/kenakalan-remaja-1511113926
Suryani, W. (2014). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Di PAUD Saymara Kartasura Tahun Pelajaran 2014 (PhD Thesis). Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Tikollah, M. R., Triyuwono, I., & Ludigdo, U. (2006). Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Sikap Etis Mahasiswa Akuntansi (Studi pada Perguruan Tinggi Negeri di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan). Simposium Nasional Akuntansi, 9, 23–26.
Trihandini, R. F. M. (2005). Analisis Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosi, dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus pada Hotel Horison Semarang) (PhD Thesis). Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Downloads

Published

2018-04-12

How to Cite

Utama, F. (2018). ESQ Way 165: Alternatif Metode Pengembangan Kecerdasan Emosi dan Spiritual Anak. JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education), 1(1), 7–12. https://doi.org/10.26555/jecce.v1i1.59

Issue

Section

Articles