Strategi meminta oleh mahasiswa multikultural di IKIP Budi Utomo

Authors

  • Heri Fasha Pratama IKIP Budi Utomo
  • Kingkin Puput Kinanti IKIP Budi Utomo
  • Susandi Susandi IKIP Budi Utomo

DOI:

https://doi.org/10.26555/jg.v6i1.8598

Keywords:

Strategi meminta , Pragmatik , Multikultural , Kesantunan berbahasa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kalimat meminta, strategi meminta, dan hubungan latar belakang budaya dengan tindak tutur meminta mahasiswa multikultural IKIP Budi Utomo. Penentuan subjek dalam penelitian ini tidak menggunakan teknik statistik, tetapi lebih bersifat selektif dengan menggunakan pertimbangan berdasarkan pada konsep teoretik yang digunakan, keinginan pribadi, dan karakteristik empiris. Berdasarkan hal tersebut, penentuan subjek yang digunakan dalam penelitian ini bersifat purposive sampling karena sangat erat kaitannya dengan faktor-faktor kontekstual. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif. Analisis data dengan metode ini mencakup empat tahap, yaitu (a) pengelompokan data, (b) reduksi data, (c) penyajian data, dan (d) verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk kalimat tuturan meminta terdiri atas 20 tuturan menggunakan bentuk kalimat perintah, 15 tuturan menggunakan bentuk kalimat tanya, dan 11 tuturan menggunakan kalimat perintah. Strategi yang digunakan mahasiswa multikultural dalam meminta di antaranya adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, bertutur dengan kesantunan negatif, bertutur samar-samar, dan bertutur dalam hati. Latar belakang budaya mahasiswa memengaruhi bentuk-bentuk tuturan meminta dari setiap mahasiswa meskipun di beberapa mahasiswa ditemukan faktor-faktor ekstralingual lain yang memengaruhi bentuk tuturan meminta.

References

Arikunto. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. PT Rineka Cipta.

Austin, J. (1962). How to do thing word. Oxford University.

Chaer, A. (2010). Kesantunan berbahasa. Rineka Cipta.

Dwitasari, A., & Suhartono. (2020). Tindak direktif dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas vii SMP N 3 Sidoarjo. Bapala, 7(3), 1-18. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/33946

Fajri, D.A., Manaf, N.A., & Juita, N. (2017). tindak tutur direktif dan strategi bertutur dalam bahasa Minangkabau oleh remaja antarkawan sebaya pada komunikasi tidak resmi di Kota Padang. Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(1). doi: 10.24036/898610

Hymes, D. (1985). Foundations in sociolinguistics an ethnographic approach. Philadelphia.

Kusmanto, H., Ayu, N.P., Prayitno, H.J., Rahmawati, L.E., Dini, R., Pratiwi, & Sanyoso, T. (2020). Realisasi tindak kesantunan positif dalam wacana akademik di media sosial berperspektif humanitas. Aksara, 32(2), 323-338. doi: 10.29255/aksara.v32iil.454.323--338

Larasati, A., Yusra, D., Wibowo, I.S., Purba, A., & Akhyaruddin. (2022). Tindak tutur direktif pada interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas vii MTS Muhammadiyah Kota Jambi. Jurnal Pendidikan dan Sastra Indonesia, 12(3), 267-275. doi: 10.23887/jpbsi.v12i3.59852

Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S.S., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. KAMPRET Journal, 1(2), 1-10. doi: 10.35335/kampret.v1i1.8

Minto, D.W., & Azwar, R. (2022). Strategi bertutur pemandu wisata di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. SOROT, 17(2), 77-89. doi: 10.31258/sorot.17.2.77-89

Mukhlis, M., Budiawan, R.Y.S., Ulfiyani, S., & Mualaafina, R.F. (2021). Kesantunan dalam komunikasi dalam ranah keluarga. Sasindo, 9(2), 1-14. doi: 10.26877/sasindo.v9i2.11000

Nadar. (2013). Pragmatik dan penelitian pragmatik. Graha.

Prayitno, H.J. (2011). Kesantunan sosiopragmatik: studi pemakaian tindak direktif di kalangan andik SD berbudaya Jawa. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Revita. (2005). Tindak tutur permintaan dalam bahasa Minangkabau. Universitas Gadjah Mada Press.

Ridwan, S., & Khairah, M. (2014). Sintaksis memahami satuan kalimat perspektif fungsi. PT Bumi Aksara.

Riswanto, D., Mappiare-AT, A., & Irtadji, M. (2017). Kompetensi multikultural konselor pada kebudayaan suku dayak Kalimantan Tengah. JOMSIGN: Jurnal of multicurtural studies in guidance and counseling, 1(2), 215-226. doi: 10.17509/jomsign.v1i2.8320

Rochayanti, C., & Jano, C. (2017). Komunikasi antarbudaya Manggarai NusaTenggara Timur di Yogyakarta.

Rohmadi, M. (2014). Kajian psikopragmatik pada tindak tutur meminta Mas Yuma dan Mas Briliant pada ranah keluarga Yuma perkasa group. PRASASTI, 95-103. doi: 10.20961/pras.v0i0.462

Searle, J. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge University Press.

Setiawan, H. (2008). Etika Sunda. Bahan diskusi bersama para pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat.

Setyowati, R. (2020). Strategi meminta maaf anak usia prasekolah di lembaga pendidikan Daqukids Semarang. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(1), 87-101. doi: 10.30872/diglosia.v3i1.56

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suseno, F.M. (1996). Etika sosial. PT Gramedia Pustaka.

__________. (1997). 13 tokoh etika. Kanisius.

__________. (2001). Etika Jawa. Gramedia Pustaka Utama.

Syahrul, R. (2008). Pragmatik kesantunan bahasa. Universitas Negeri Padang.

Tarigan, H. G. (2009). Metodologi pengajaran bahasa. Angkasa.

Utami, R., & Rizal, M. (2022). Bahasa dalam konteks sosial (Peristiwa tutur dan tindak tutur). Jumper, 1(1), 16-25. doi: 10.56921/jumper.v1i1.36

Vanessa, S., & Emidar. (2024). Tindak tutur ekspresif dan strategi bertutur guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas ix di SMP N 9 Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 6800-6812. doi: 10.31004/jptam.v8i1.13442

Wijana, I.D.P. (1996). Dasar-dasar pragmatik. Percetakan.

Yule, B. (1996). Analisis wacana. PT Gramedia Pustaka Utama.

Yuliawati, S. (2011). Pengukuran gatra sosial budaya di provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 15(1), 139-154. doi: 10.21831/pep.v15i1.1091

Downloads

Published

2024-03-14