Lanskap linguistik pada bahasa Jepang di ruang publik Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v8i2.16564Abstract
Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa Jepang dalam Lanskap Linguistik di ruang publik Kota Medan dengan fokus pada bentuk lingual, fungsi bahasa, dan pandangan masyarakat. Kebaruan penelitian terletak pada kajian terpadu yang tidak hanya melihat bentuk teks, tetapi juga makna sosial dan simbolik bahasa Jepang dalam konteks masyarakat multietnis dan multilingual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, dokumentasi visual, wawancara semi-terstruktur, dan studi literatur. Data penelitian berupa teks berbahasa Jepang yang terdapat di ruang publik Kota Medan serta hasil wawancara dengan 18 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 128 data Lanskap Linguistik berbahasa Jepang yang didominasi kategori bottom-up dari sektor swasta. Bentuk bahasa yang ditemukan meliputi monolingual, bilingual, dan multilingual, dengan kombinasi bahasa Jepang–Inggris sebagai bentuk yang paling dominan. Penggunaan bahasa Jepang berfungsi sebagai media informasi sekaligus sebagai simbol budaya, modernitas, dan strategi komersial. Masyarakat memandang keberadaan bahasa Jepang secara beragam yang dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, budaya, dan persepsi subjektif. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa Jepang di ruang publik Kota Medan tidak hanya berfungsi sebagai penanda informasi, tetapi juga menjadi modal simbolik dalam praktik komersial dan pembentukan citra urban serta memperlihatkan bagaimana globalisasi membentuk dinamika kebahasaan dalam masyarakat kota yang multietnis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rini Rezeki, Mhd. Pujiono, Siti Muharami Malayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









