Relasi subjek-objek dalam narasi trauma: Analisis tokoh pada novel Mei Merah 1998: Kala arwah berkisah dan wajah sebuah vagina karya Naning Pranoto

Authors

  • Nazilah Hanna Sajidah Universitas Negeri Yogyakarta
  • Wiyatmi Wiyatmi Universitas Negeri Yogyakarta
  • Anwar Efendi Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.26555/jg.v8i2.16426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dialektika hubungan antara subjek dan objek dalam narasi trauma melalui analisis karakter pada dua novel karya Naning Pranoto, yaitu Mei Merah 1998: Kala Arwah Berkisah dan Wajah Sebuah Vagina. Fokus kajian diarahkan pada transformasi posisi ontologis tokoh utama, Humaira dan Mira, yang mengalami pergeseran dari subjek yang berdaulat menjadi objek penindasan, serta upaya naratif untuk merebut kembali subjektivitas mereka. Dengan menggunakan kerangka teoretis eksistensialisme Simone de Beauvoir mengenai konsep "Sang Liyan" (The Other) dan teori trauma Dominick LaCapra tentang acting out dan working through, penelitian ini membedah bagaimana trauma fisik dan psikis akibat kekerasan seksual, rasisme, dan ketidakadilan gender mengonfigurasi ulang identitas tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Mei Merah 1998, penggunaan narator arwah merupakan strategi subversif untuk memberikan agensi kepada korban yang secara fisik telah dibungkam. Sementara itu, dalam Wajah Sebuah Vagina, perlawanan terhadap objektifikasi tubuh dilakukan melalui penyadaran intelektual dan solidaritas sosial. Analisis ini menyimpulkan bahwa narasi trauma Naning Pranoto tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi penderitaan, tetapi juga sebagai media kritik sosiopolitik yang menuntut pengakuan atas kemanusiaan perempuan dalam struktur masyarakat yang patriarkis dan represif.

Downloads

Published

2026-07-30