Representasi kesetiaan dan perjuangan perempuan dalam lakon wayang kulit Sinta Obong Ki MPP Bayu Aji: Kajian semiotik

Authors

  • Novia Indriana Putry Universitas Negeri Semarang
  • Sucipto Hadi Purnomo Universitas Negeri Semarang
  • Widodo Widodo Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26555/jg.v8i2.16419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kesetiaan dan perjuangan tokoh perempuan, khususnya Dewi Sinta melalui tanda visual dan verbal dalam pertunjukan wayang kulit sebagai bagian dari nilai budaya Jawa. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan analisis semiotik dari Roland Barthes. Data penelitian diperoleh dari pertunjukan Sinta Obong oleh Ki MPP Bayu Aji. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi berupa rekaman video dan transkripsi dialog, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam pertunjukan tersebut secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dewi Sinta direpresentasikan sebagai sosok perempuan yang setia, kuat, sabar, dan rela berkorban dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, yang mencerminkan nilai-nilai budaya Jawa tentang idealitas perempuan serta memperlihatkan adanya konstruksi sosial terhadap peran perempuan dalam masyarakat. Dalam wacana kesetiaan dan perjuangan perempuan, representasi tersebut menegaskan bahwa perempuan diposisikan sebagai penjaga moral dan keharmonisan kehidupan melalui pengorbanan dan keteguhan hati, serta memperkaya kajian semiotika dan analisis serta tradisional dalam memahami representasi perempuan dan nilai budaya yang terkandung didalamnya.

Downloads

Published

2026-08-03