Krisis literasi siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi kualitatif tentang faktor-faktor penghambat
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v8i2.16408Abstract
Krisis literasi pada siswa sekolah dasar telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan di tengah pesatnya transformasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penghambat literasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan enam informan (dua guru, dua siswa kelas V, dan dua orang tua), serta studi dokumentasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan terpenting dari studi ini justru membantah anggapan umum bahwa ketersediaan buku secara otomatis meningkatkan minat baca. Penelitian ini membuktikan bahwa fenomena "membaca tanpa pemahaman" (reading without comprehension) tetap terjadi akibat pergeseran pola atensi siswa yang terbiasa dengan rangsangan visual instan dari perangkat digital. Berbeda dari penelitian terdahulu yang cenderung menyalahkan minimnya sarana fisik, studi ini membuktikan bahwa distraksi teknologi yang tidak terarah dan lemahnya pendampingan orang tua merupakan variabel penghambat yang jauh lebih dominan. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang pentingnya integrasi literasi multimodal dalam kurikulum untuk menjawab tantangan krisis kognitif siswa di era disrupsi. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan satu lokasi, sehingga diperlukan studi lanjutan berskala lebih luas untuk memetakan strategi literasi nasional.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rr. Retno Diyah Suprobowati, Abdul Wachid Bambang Suharto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









