Campur kode dalam kolom komentar penggemar K-pop pada aplikasi TikTok

Authors

  • Natalia Puspita Kusuma Sari Universitas Veteran Bangun Nusantara
  • Sukarno Sukarno Universitas Veteran Bangun Nusantara
  • Muhlis Fajar Wicaksana Universitas Veteran Bangun Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.26555/jg.v8i2.16268

Abstract

Dalam lingkungan multilingual, campur kode menjadi fenomena bahasa yang sering muncul sebagai bentuk ekspresi dan perluasan gaya bahasa, terutama di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis dan bentuk campur kode yang digunakan dalam kolom komentar penggemar konten K-Pop pada aplikasi TikTok, sekaligus memetakan penggunaan unsur bahasa asing yang muncul. Metode yang digunakan merupakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SLBC) dan teknik catat. Data penelitian berupa komentar yang mengandung campur kode pada akun @fanaccount_lethi terkait kegiatan Melon Music Awards (MMA). Dalam penelitian ini ditemukan sebanyak 32 data merupakan jenis campur kode dan 19 data merupakan bentuk campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang digunakan didominasi oleh campur kode ke luar (outer code-mixing) dalam bentuk kata dasar dan frasa, seperti award, chukkae, comeback, kiyowo, dan best performance. Secara sosiolinguistik, campur kode digunakan sebagai bentuk ekspresi diri, sarana apresiasi terhadap idola, serta pembentuk identitas dan solidaritas komunitas K-Pop. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaanncampur kode dalam media sosial, khususnya TikTok, mencerminkan dinamika komunikasi multilingual dalam masyarakat digital.

Downloads

Published

2026-07-30