Bahasa sarkasme pada instagram @BUSHCOO dalam perspektif pragmatik dan relevansinya sebagai bahan ajar teks anekdot
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v8i2.16249Abstract
Penelitian ini mendeskripsikan bentuk bahasa sarkasme, menganalisis fungsi dan maknanya dalam perspektif analisis wacana pragmatik, serta mengkaji pemanfaatannya sebagai alternatif bahan ajar teks anekdot di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 42 komentar yang mengandung bahasa sarkasme pada unggahan akun Instagram @BUSHCOO tanggal 25 September 2025 mengenai kasus keracunan Program Makan Bergizi Gratis. Data dikumpulkan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori tindak tutur Austin dan Searle untuk mengidentifikasi bentuk tindak tutur, sedangkan fungsi dan makna dianalisis berdasarkan konteks penggunaan tuturan dalam kajian pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa sarkasme diwujudkan dalam tataran kata, frasa, klausa, dan kalimat. Berdasarkan teori tindak tutur Austin dan Searle, ditemukan tiga jenis tindak tutur, yaitu representatif, ekspresif, dan direktif. Tindak tutur tersebut digunakan untuk menyampaikan kritik, penilaian, penghinaan, kecaman, serta tuntutan terhadap pihak yang menjadi sasaran tuturan. Makna bahasa sarkasme dipahami melalui konteks tuturan yang mencerminkan respons masyarakat terhadap isu yang dibahas. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks anekdot di SMA, karena memberikan contoh autentik mengenai penggunaan tindak tutur, kritik sosial, dan etika berbahasa di media sosial.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Duwi Rahayu Ningsih, Sukarno Sukarno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









