Analisis wacana pragmatik dan struktur naratif dalam novel Pride and Prejudice karya Jane Austen
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v8i2.16072Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana strategi pragmatik yang meliputi tindak tutur, strategi kesopanan, implikatur percakapan, ironi, dan wacana tidak langsung bebas digunakan Jane Austen dalam novel Pride and Prejudice untuk membangun relasi antartokoh sekaligus menyingkap hierarki sosial pada masyarakat Inggris era Regency. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kualitatif dengan pendekatan pragmatik, yang memandang bahasa sebagai praktik sosial. Data berupa kutipan dialog dan narasi terpilih dikumpulkan melalui teknik baca-catat, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif dan penolakan yang dibalut kesopanan, implikatur percakapan, serta ironi verbal secara konsisten digunakan Austen untuk menyingkap norma sosial, relasi kekuasaan, dan niat tersembunyi para tokoh. Wacana tidak langsung bebas juga berperan penting dalam menyatukan sudut pandang narator dengan kesadaran batin tokoh, khususnya Elizabeth Bennet sehingga memperdalam kritik sosial terhadap isu kelas dan gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pragmatik dalam bingkai analisis wacana efektif untuk mengungkap makna tersirat dalam karya sastra klasik, sekaligus memperkaya pemahaman atas kompleksitas interaksi sosial yang direpresentasikan melalui struktur naratif novel.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zuraidah Nasution, Azmi Yuliana, Rosliani Rosliani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









