Pengunaan bahasa yang merepresentasikan dominasi kekuasaan dan perlawanannya dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v8i1.15480Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis praktik-praktik bahasa yang digunakan untuk mempertahankan maupun menentang dominasi kekuasaan dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Populasi penelitian adalah keseluruhan teks dalam novel Orang-Orang Oetimu, sedangkan sampel penelitian berupa kutipan-kutipan yang mengandung indikasi dominasi kekuasaan dan perlawanan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka pembacaan intensif, dan pencatatan kutipan-kutipan yang relevan. Data dianalisis melalui tiga dimensi utama dalam analisis wacana kritis, yaitu dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi kekuasaan dalam novel direpresentasikan melalui penggunaan bahasa yang bersifat otoritatif, imperatif, dan mengandung ideologi institusi seperti militer, gereja, dan negara. Sementara itu, perlawanan terhadap dominasi tersebut muncul melalui penolakan eksplisit, penggunaan ironi, kritik tersembunyi dalam narasi, serta pembalikan makna dalam dialog tokoh. Bahasa menjadi arena ideologis yang memperlihatkan pertarungan antara kekuasaan dominan dan upaya resistensi dari tokoh-tokoh yang mengalami ketertindasan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Valliant Mulky Azzuri , Abdul Rani, Hasan Busri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









