Ideologi dibalik roasting Kiky Saputri terhadap pejabat negara: Analisis wacana kritis Fairclough

Authors

  • Fitri Anugrah Kilisuci Fiiarum Universitas Tidar

DOI:

https://doi.org/10.26555/jg.v8i1.14885

Abstract

Penyampaian kritik terhadap pejabat negara di Indonesia tidak bisa dilakukan secara leluasa, karena terdapat pasal-pasal karet dalam UU ITE di Indonesia. Masyarakat yang nekat mengkritik pejabat akan siap-siap menerima ancaman pidana. Untuk mengantisipasi hal itu, masyarakat secara kreatif menggunakan humor untuk menyampaikan kritik terhadap pejabat negara, salah satunya melalui roasting. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan ideologi dibalik roasting Kiky Saputri terhadap pejabat negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan orientasi teoritis analisis wacana kritis Fairclough. Data penelitian ini berupa roasting Kiky Saputri terhadap pejabat negara sejak Agustus 2019—April 2022. Sumber data berupa rekaman video roasting Kiky Saputri terhadap pejabat negara. Hasil analisis data menunjukkan ideologi Kiky Saputri dalam rosting adalah ideologi perlawanan simbolik terhadap relasi kuasa pejabat negara. Ideologi ini termanifestasi dalam dimensi teks, dimensi wacana praktik, dan dimensi sosiokultural. Melalui roasting, Kiky tidak hanya menertawakan individu pejabat, melainkan mengkritik praktik kekuasaan yang elitis, kebijakan publik yang tidak responsif terhadap kebutuhan rakyat, serta kegagalan pejabat dalam merealisasikan janji politiknya.

Downloads

Published

2026-02-10