Bentuk campur kode cagub dalam debat pilkada Kalbar 2024: tinjauan sosiolinguistik
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v8i1.14819Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk campur kode dan faktor-faktor apa saja yang melatarbelakanginya dalam tuturan calon gubernur Kalimantan Barat pada debat pilkada 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tejnik pengumpulan data simak, teknik rekam danc atat. Data berupa tuturan lisan tiga calon gubernur, yaitu Sutarmidji, Ria Norsan, dan Muda Mahendrawan yang dianalisis dengan metode agih melalui teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa campur kode terjadi pada tataran kata, frasa, dan klausa. Dengan dominasi campur kode berbentuk kata. Pola penggunaan campur kode juga menunjukan perbedaan antar calon, baik dalam pemilihan bahasa daerah, bahasa Indonesia, atau bahasa asing. Faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya campur kode meliputi latar sosial, budaya, tingkat pendidikan, dan situasi komunikasi debat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bagus Prakoso, Sumarlam Sumarlam, Fx Sawardi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









