Inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berbasis literasi fungsional: Integrasi kuliner lokal dalam modul ajar sekolah dasar
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v8i1.14553Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi jenis teks dan makanan tradisional dalam modul ajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar sebagai strategi inovatif untuk memperkuat literasi fungsional. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan analisis isi terhadap tiga modul ajar dari SDN Pare 1, SDN Ngampel 2, dan SDN Pagu 3 di Kabupaten Kediri, serta wawancara semi-terstruktur dengan tiga guru. Hasil penelitian mengidentifikasi pola representasi unik yang diberi kode tertentu, yaitu: (1) SAY-NAR (makanan berbahan sayuran yang mengarah pada teks naratif budaya), (2) KUE-PRO (makanan jenis kue yang mengarah pada teks prosedur), (3) CAM-DES (camilan basah/campuran yang mengarah pada teks deskriptif/laporan), dan (4) NASI-EKS (makanan kombinasi nasi-lauk yang mengarah pada teks eksplanasi lisan). Setiap kategori makanan memberi kontribusi berbeda terhadap keterampilan berbahasa siswa, mulai dari menyimak, berbicara, membaca, hingga menulis. Guru berperan dalam menyesuaikan jenis makanan dan teks dengan kemampuan siswa, serta mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman budaya lokal yang khas. Temuan ini menawarkan pendekatan baru dengan mengintegrasikan makanan tradisional dalam modul ajar sebagai sarana penguatan literasi fungsional, yang belum banyak dikaji sebelumnya, dan menunjukkan potensi pembelajaran berbasis budaya lokal yang kontekstual serta bermakna untuk siswa SD.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nova Shufia Tahmida, Riswanda Himawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









