Ketidaksantunan berbahasa: Penggunaan bahasa ‘nyinyir’ dalam film “Bu Tejo Sowan Jakarta” kajian pragmatik
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v8i1.14239Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan bahasa ‘nyinyir’ sebagai bentuk ketidaksantunan yang digunakan oleh para tokoh dalam film “Bu Tejo Sowan Jakarta” berdasarkan kajian pragmatik. Penelitian ini didasarkan atas penggunaan strategi komunikasi bahasa 'nyinyir' dapat diidentifikasi ke dalam berbagai bentuk strategi ketidaksantunan secara komprehensif. Metode yang digunakan menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang terkumpul dianalisis melalui metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap, analisis konten, serta teknik catat. Data diperoleh dari percakapan yang ditranskripsikan dan diperankan oleh setiap tokoh beserta konteksnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksantunan berbahasa yang ditemukan terdiri dari ketidaksantunan langsung, ketidaksantunan positif, ketidaksantunan negatif, ketidaksantunan off-record, dan sarkasme/kesantunan semu. Penggunaan ketidaksantunan positif lebih banyak digunakan oleh para tokoh seperti pemilihan topik sensitif; menghina mitra tutur; berselisih atau berdebat; menyangkal kesamaan; dan menunjukkan rasa tidak simpati terhadap mitra tutur.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pramudya Dhanabhrata, Djatmika Djatmika, Miftah Nugroho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









