Dekonstruksi kemanusiaan: Studi intertekstual Never Let Me Go dan Brave New World
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v8i1.13863Abstract
Never Let Me Go karya Kazuo Ishiguro dan Brave New World karya Aldous Huxley, dengan fokus pada tema kontrol sosial, dehumanisasi, dan kekosongan eksistensial dalam masyarakat yang terorganisir. Kajian ini diposisikan dalam ranah sastra bandingan dan intertekstualitas sastra distopia modern, yang memandang teks sastra sebagai bagian dari dialog lintas zaman dalam merespons kecemasan sosial dan perkembangan modernitas. Menggunakan pendekatan intertekstual, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana kedua novel merepresentasikan sistem sosial yang membatasi kebebasan individu melalui pembentukan struktur yang mengontrol tubuh, pikiran, dan identitas manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua karya lahir dari konteks sejarah dan periode penulisan yang berbeda, keduanya menyampaikan kritik yang berkelindan terhadap dominasi kekuasaan yang berujung pada hilangnya identitas dan makna kehidupan. Never Let Me Go menyoroti dehumanisasi klon sebagai objek biologis yang dikomodifikasi, sementara Brave New World mengkritik masyarakat konsumeristik yang meniadakan kebebasan berpikir dan kedalaman emosi manusia. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan relevansi kajian intertekstual dalam mengungkap kesinambungan dan transformasi kritik distopia terhadap kemanusiaan dalam sastra modern
References
Abubakar, R. (2021). Pengantar metodologi penelitian (I). SUKA-Press.
Allen, G. (2000). Intertextuality. In Understanding Kristeva, Understanding Modernism (1st ed.). Routledge. https://doi.org/10.5325/j.ctv1w36pqw.16
Călinescu, A. (2022). A Behavioural Approach to Kazuo Ishiguro’s Novels Amalia Călinescu https://orcid.org/0000-0002-7360-8418 Cultural and Literary Studies, University of Bucharest, Romania. 2(1), 1–19.
Chen, L. (2022). "Cloning, Identity, and the Limits of Humanity in Never Let Me Go." Studies in the Novel, 54(3), 345–362.
Claeys, G. (2010). Dystopia : A Natural History.
Cresswell, John W. creswell J, D. (2018). Research Design Qualitative, Quantitative and Mixed-Method Approaches. In Writing Center Talk over Time. https://doi.org/10.4324/9780429469237-3
Dr. Minakshi. (1980). The Concept of Intertextuality in Julia Kristeva ’ s Hypothesis. International Journal of English and Social Sciences, 1–284. https://doi.org/10.22161/ijels
Genette, G., & Lewin, J. E. (n.d.). Narrative Discourse. Cornell University Press.
Haslam, J. (2022). "A Social Disruption: The Decentering of the Individual in Contemporary Dystopian Fiction and Its Challenges to Humanism, Posthumanism, and Neoliberal Individualism." University of California, Los Angeles.
Huxley, A. (1932). Brave New World.
Ihsanullah, A. (2022). Naluri Kehidupan dan Naluri Kematian dalam Film Never Let Me Go. May. https://doi.org/10.53873/culture.v9i1.295
Ishiguro, K. (2016). Never Let Me Go.
Kristeva, J. (1990). Desire in Language A Semiotic Approach to Literature and Art. Columbia University Press.
Mayasari, N. (2020). Kajian Intertekstual dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman EL Shirazy dengan Novel Surga Yang Tak Dirindukan Karya Asma Nadia. Jurnal Diksatrasia, 4, 56–66.
Minářová, J. (2018). Dystopian Elements in Brave New World and The Hunger Games Trilogy. In thesis. Tomas Bata University, Faculty of Humanities.
Murray, S. (2020). "Dystopian Fiction and the Ethics of Human Enhancement." Bioethics, 34(7), 700–708.
Mutiah, T., Armelsa, D., Risyan, F., & Raharjo, A. (2019). DISTOPIA KONDISI LIBERALISME DALAM FILM TIGA (Studi Semiotika Roland Barthes Tentang Distopia Liberalisme di Jakarta dalam Film Tiga). Cakrawala - Jurnal Humaniora, 19(2), 225–230. https://doi.org/10.31294/jc.v19i2.5633
Norledge, J. (2020). "Building The Ark: Text World Theory and the evolution of dystopian epistolary." Language and Literature, 29(1), 3–25.
Panda, D. A. (2023). The Changing Face Of Dystopia: A Comparative Study Of Literature In The 20th And 21st Centuries. Educational Administration Theory and Practices, 29(4), 1079–1086. https://doi.org/10.53555/kuey.v29i4.6234
Pujarama, I. C. (2023). Kajian Intertekstual Novel Rainbirds Karya Clarissa Goenawan Dengan Tsukuru Tazaki Karya Haruki Murakami. LITERASI, 7, 1–23. 10.47709/educendikia.v4i02.4578
Putra, N. R., & Dermawan, T. (2024). Distopia Dalam Novel Terjemahan the Long Walk Karya Stephen King (Kajian Psikologi Abnormal Davison). Atavisme, 26(2), 102–116. https://doi.org/10.24257/atavisme.v26i2.881.102-116
Sirajuddin Saleh. (2017). Analisis Data Kualitatif (H. Upu (ed.)). Pustaka Ramadahan.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (29th ed.). Alfabeta Bandung.
Wright, E. (2021). "Surveillance and Control in Contemporary Dystopian Literature." Journal of Contemporary Literature, 6(2), 112–128.
Youvan, D. C. (2024). Exploring Common Themes in Dystopian Fiction. June. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.23807.21922
Zhang, Y. (2023). "Reimagining Agency in Dystopian Narratives: From Passive Victims to Collective Resistance." Utopian Studies, 34(1), 59–77.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zuraidah Nasution, Rosliani Rosliani, Lela Erwany

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









