Leksikon kepercayaan pemena suku Karo: Kajian ekolinguistik
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v8i1.13830Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk leksikon dalam kepercayaan Pemena suku Karo. Metode penelitian menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 256 leksikon kepercayaan Pemena yang terbagi dalam sembilan kelompok, meliputi leksikon nama-nama upacara ritual dan tradisi (29 leksikon), tempat ibadah (14 leksikon), persembahan sajian (36 leksikon), benda-benda ritual (35 leksikon), tumbuhan (58 leksikon), hewan (6 leksikon), cara mengobati (16 leksikon), dan nama-nama hari (30 leksikon). Penelitian leksikon kepercayaan Pemena suku Karo memiliki keterkaitan erat dengan unsur-unsur alam dan lingkungan, mencerminkan pandangan holistik masyarakat Karo terhadap hubungan manusia dengan alam. Namun, pemahaman terhadap leksikon tradisional ini mengalami pergeseran akibat modernisasi dan pengaruh agama formal, sehingga diperlukan upaya dokumentasi dan pelestarian untuk mencegah kepunahan warisan budaya yang berharga ini.
References
Chaer Abdul. 2007. Leksikologi dan Leksikografi Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Dharmawati, & Widayati, Dwi. (2021). Ecolinguistics in the Grain Lexicon of Mandailing Language. Britain International of Linguistics, Arts and Education (BIoLAE) Journal, 3(2), 143-150.
Fill, Alwin and Mühlhäusler, P. 2001. The Ecolinguistics Reader Language, Ecology and Environment. London: Continuum.
Fill, Anwar. (2001). The Ecolinguistics Reader Language, Ecology And Environment. London: Continum.
Fitriani, D., & Siregar, E. (2022). "Revitalisasi Tradisi Lisan dalam Upaya Pelestarian Bahasa dan Budaya Lokal." Jurnal Bahasa dan Budaya Daerah, 13(1), 31–45.
(Artikel ini membahas pentingnya revitalisasi tradisi lisan untuk menjaga keberlanjutan bahasa dan budaya lokal di tengah arus modernisasi.)
Ginting, L. (2023). "Pengaruh Modernisasi terhadap Leksikon Ritual Karo." Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah, 14(1), 55–70.
Ginting, Samaria, 1994. Ragam Hias (Ornamen) Rumah Adat Batak Karo. Medan: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Museum Negeri Propinsi Sumatra Utara.
Jawak, Kalvinsius. Teologi Agama-agama Gereja Batak Karo Protestan (GBKP). Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana, 2014.
Krissandi, Apri. Damai. Sagita. (2023). Survei Pemahaman Leksikon Ekologis Bahasa Jawa Pada Mahasiswa PGSD Universitas Sanata Dharma (Tinjauan Ekologi Linguistik). Sabdasastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 7(1), 1-25.
Lindø, Anna Vibeke and Jeppe Bundsgaard (eds).2000. Dialectical Ecolinguistics Three Essays for the Symposium 30 Years of Language and Ecology in Graz December 2000. Austria: Univerisity of Odense Research Group for Ecology, Language and Ecology.
Mbete, Aron. Meko. 2015. Pembelajaran Bahasa Berbasis Lingkungan: Perspektif Ekolinguistik, Jurnal Retorika, 1(2): 344-358.
Mbete, Aron. Meko., dan Adisaputera, Abdurahman. 2009. “Penyusutan Fungsi Sosioekologis Bahasa Melayu Langkat pada Komunitas Remaja di Stabat”, Langkat. Disertasi. Medan. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Neumann Johann. Heinrich. 2018. Sejarah Batak Karo. Yogyakarta: Ombak.
Prinst, Darwin. 2004. Adat Karo. Medan: Bina Media Perintis.
Sari, N., & Purba, Y. (2021). "Pelestarian Leksikon Tradisional Melalui Pendidikan Multikultural di Sumatera Utara." Jurnal Pendidikan Bahasa dan Budaya, 10(2), 85–98.
Sembiring, J., & Br Tarigan, M. (2020). "Kearifan Lokal dalam Leksikon Pengobatan Tradisional Suku Karo." Jurnal Etnolinguistik Indonesia, 8(2), 99–113.
Sembiring, R. (2023). "Dinamika Kepercayaan Lokal dan Transformasi Sosial pada Masyarakat Karo." Jurnal Antropologi Indonesia, 44(2), 201–218.
Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University.
Sugiyono. (2019). Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Surbakti, Ernawati, Br. 2013. Leksikon Ekolinguistik Kesungaian Lau Bingei: Kajian Ekolinguistik. Tesis. Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Tarigan, A., & Ginting, M. (2022). "Ritual dan Simbolisme dalam Upacara Adat Karo: Analisis Ekolinguistik." Jurnal Kebudayaan Nusantara, 5(3), 112–128.
Tarigan, Bahagia. 2016. Kebertahanan Dan Ketergeseran Leksikon Flora Bahasa Karo: Kajian Ekolinguistik. Disertasi. Medan. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Tarigan, Henry Guntur dan Djago Tarigan. 2011. Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa Bandung.
Tarigan Sarjani, 2018. Kepercayaan Orang Karo Tempoe Doeloe. Medan: Balai Adat Budaya Karo Indonesia.
Tarigan, Hendri Guntur, Percikan Budaya Karo, (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1989), h. 82.
Widayati, D., & Dharmawati, E. (2025). "Ekolinguistik dan Transformasi Kosakata Alam dalam Budaya Lokal Sumatera Utara." Jurnal Linguistik dan Budaya, 15(1), 1–15.
Widayati, Dwi, Dkk. 2012. “Perubahan Fungsi Sosioekologis Bahasa Melayu asahan”( Laporan Penelitian). Medan: Universitas Sumatera Utara.
Widayati, Dwi. 2019. Diversity of Culinary Ecolexicon of Main Cuisine in Malay Communities on the East Coast of North Sumatra. Jurnal Arbitrer. 6. 113-121.
Widayati, Dwi, 2018. “The repertory of lingual-cultural kitchen herb lexicon representing the Asahan Malay’s culinary riches” In International Journal of Multidisciplinary Research and Development. 5 (6) 50-53. www.allsubjectjournal.com.
Widayati, Dwi., & Hasibuan, Namsyah. Hot. (2018). Culinary Eco-lexicon of Panai Malay Community: Proceedings of the International Conference of Science, Technology, Engineering, Environmental and Ramification Researches, 1254–1260. Medan, Indonesia: SCITEPRESS - Science and Technology Publications. https://doi.org/10.5220/0010071112541260
Yulianti, Andi. Indah. (2018). Leksikon dalam Upacara Kematian (Tiwah) Suku Dayak Ngaju. Suar Betang, 13(1), 65.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Marlisnawati Br Karo, Dwi Widayati, Alemina Br Perangin-angin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









