Fenomena campur kode dalam tuturan anak usia sekolah dasar: Kajian Sosiolinguistik di SDN Daan Mogot 3
DOI:
https://doi.org/10.26555/jg.v7i1.12388Keywords:
Campur Kode, Sosiolinguistik , Anak Sekolah DasarAbstract
Penelitian ini membahas fenomena campur kode dalam tuturan anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode dalam tuturan anak usia sekolah dasar di SDN Daan Mogot 3 dari perspektif sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dengan metode simak yang dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang paling dominan adalah penyisipan kata, dengan campur kode ke luar sebagai jenis yang paling sering digunakan, terutama melibatkan bahasa Inggris. Motif utama penggunaan campur kode adalah kemauan penutur untuk mengekspresikan diri, mengikuti tren, atau menciptakan keakraban dalam interaksi sosial. Faktor lain, seperti pengaruh lingkungan heterogen dan eksposur media, turut berkontribusi dalam fenomena ini. Penelitian ini menegaskan peran penting lingkungan sosial dalam membentuk pola komunikasi anak-anak, menjadikan campur kode sebagai strategi linguistik yang fleksibel dan adaptif untuk membangun identitas serta hubungan interpersonal.
References
Anhar, Hasanah, R., & Aprilia, R. P. (2024). Pengaruh interaksi virtual terhadap pembentukan bahasa slang di komunitas gamer Indonesia: Perspektif sosiolinguistik. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(8), 3824.
Br.Damanik, G. R., Kartika, L. A., & Febriana, I. (2023). Analisis alih kode dan campur kode dalam film Ngeri–Ngeri Sedap karya Bene Dion. Harmoni, 1(2). https://doi.org/10.55681/memace.v1i2.912
Chaer, A. (2014). Linguistik umum (Februari,). Rineka Cipta.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosialinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.
Indah, T., Purba, S., Sinaga, S. A., Situmorang, R. S., Putri, E., & Wulan, S. (2024). Alih kode dan campur kode dalam proses pembelajaran di SD Sekolah Dasar Swasta Gereja Kristen Protestan Simalungun (Kajian sosiolinguistik) “Menjelajahi nilai pembantu bahasa bilingual dengan bahasa Inggris Jepang sebagai bahasa. 2(1). https://doi.org/10.59581/jmk-widyakarya.v2i1.2614
Jannah, M. B., & Anggraini, D. (2023). Alih kode dan campur kode pada tuturan guru dan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 1 2X11 Kayutanam. Educaniora: Journal of Education and Humanities, 1(1), 66. https://doi.org/10.59687/educaniora.v1i2.10
Julrissani, J. (2020). Karakteristik perkembangan bahasa dalam berkomunikasi siswa sekolah dasar di SD Muhammadiyah Karangbendo Yogyakarta. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 4(1), 72–87. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v4i1.296
Lupitasi, N. Sutejo & Setiawan, H. (2022). Campur kode dalam dialog film Kurang Garam Disutradarai oleh Kiky ZKR. Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(2), 137.
Mahsun. (2017). Metode penelitian bahasa. In Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya. http://eprints.unram.ac.id/29724/1/KUM C2
Manshur, A., & Zahro, F. D. (2021). Analisis penggunaan campur kode dalam ceramah K.H. Bahauddin Nur Salim. Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam, 1(02). https://doi.org/10.30739/tarbiyatuna.v1i02.679
Maulana, F. R., Sudaryat, Y., & Hernawan. (2020). The humorous speech act in longser drama manuscript: The study of socio-pragmatic. Proceedings of the 3rd International Conference on Language, Literature, Culture, and Education (ICOLLITE 2019). https://doi.org/10.2991/assehr.k.200325.088
Mufidah, A., Kusumaningsih, D., Sukarno, S., & Hartanta, D. (2023). Speaking pada tuturan lisan: eksplorasi campur kode dalam tuturan vlog youtube Ganjar Pranowo. LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(1). https://doi.org/10.31604/linguistik.v8i1.6-17
Mulatsih, D., & Suminar, R. P. (2023). Campur kode pada percakapan anak usia 6 – 8: Penutur Indonesia. Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar, 6(2), 228. https://doi.org/10.33603/caruban.v6i2.8645
Putri, A. H., Eka, D., Wardhana, C., Wr, J., Kandang, S., & Bengkulu, K. (2020). Campur kode dalam pembelajaran di kelas rendah Sekolah Dasar Negeri 74 Rejang Lebong. SILAMPARI BISA, 3(2), 464–483. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v3i2.1338
Rengganis, S., & Isnendes, R. (2024). Interferensi bahasa Sunda dalam tuturan bahasa Indonesia masyarakat Kampung Cileutik. 07(01), 817–825.
Setiaji, A. B., & Mursalin, E. (2023). Variasi alih kode dan campur kode dalam tuturan masyarakat multilingual di Kabupaten Pangkep (Kajian sosiolinguistik). Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra, 5(1). https://doi.org/10.33477/lingue.v5i1.5330
Suandi, I. N. (2014). Sosiolinguistik: Teori dan praktik. Graha Ilmu.
Sukmana, A. A., Wardarita, H. R., & Ardiansyah, A. (2021). Penggunaan alih kode dan campur kode dalam acara MATANAJWA pada stasiun televisi Trans7. KREDO, 5(1), 214. https://doi.org/10.24176/kredo.v5i1.5872
Suwito. (1983). Pengantar awal sosiolinguistik: Teori dan problema. Henary Offset.
Syaifuddin, A., Utami, E. P., Kusumatiara, S., & Darmuki, A. (2023). Campur kode komunikasi guru dan siswa dalam pembelajaran di SD Negeri 3 Jebol. 1(1), 58–63.

Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Giecia Ariefah Amaliah, Farid Rizqi Maulana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.