Nama-nama hewan dalam Al-Qur’an: kajian metabahasa semantik alami

Authors

  • Nadia Tri Maisya Universitas Sumatera Utara
  • Mulyadi Mulyadi Universitas Sumatera Utara
  • Zulfan Zulfan Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.26555/jg.v7i1.12148

Keywords:

kategorisasi , Hewan, Makna , Al-Qur’an

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kategorisasi hewan dan makna hewan dalam Al-Qur’an dengan menggunakan teori Metabahasa Semantik Alami yang dikemukakan oleh Wierzbicka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data berupa data tulis. Data dalam penelitian ini adalah kata yang berupa nama hewan dalam Al-Qur’an. Sumber data dalam penelitian ini adalah Al-Quran Terjemahan Kementrian Agama RI. Data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak bebas libat cakap dan teknik catat. Kemudian data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik lanjutan teknik ganti. Serta didukung metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan teknik padan referensial. Dalam penelitian ini ditemukan 37 nama hewan yang dibagi atas empat kategori utama, yaitu 'hewan ini bergerak di tanah' (29), 'hewan ini bergerak di udara' (6), 'hewan ini bergerak di air' (1), dan ‘hewan ini bergerak di air dan di tanah’ (1). Kategori 'hewan ini bergerak di tanah' dibagi menjadi dua subkategori yaitu 'hewan ini hidup dengan manusia' dan 'hewan ini hidup di alam'. Makna hewan dalam Al-Qur’an dibentuk oleh elemen-elemen asali, yaitu SESUATU, ADA, KARENA, BESAR, MELAKUKAN dengan kompoen makna ‘Hewan [M] ini ada karena sesuatu yang besar membuatnya’.

References

Ali, A. Y. (2010). Arabic linguistics and culture: Understanding animal nomenclature. CSLI publisher.

Al.Rafi'i, M. (1998). "قصائد في الطبيعة" [Puisi tentang Alam]. Dar al-kitab al-arabi.

Chaer, A. (2013). Pengantar semantik bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Citrawati, D. A. C., Sudipa, I. N., & Suryati, N. M. (2018). Nomina berelasi air yang dihasilkan entitas dalam bahasa Bali. Linguistika, 48(63).

Cresswell, J. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif dan campuran. Pustaka Belajar.

Cristy, S. N., Liao, C., & Mulyadi (2024). Makanan tradisional Batak Toba: Kajian metabahasa semantik alami. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 14 (1).

Darmawati, U. (2019). Semantik: Menguak makna kata. Pakar Raya.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2015). Al-Qur’anul Karim dan Terjemahannya.

Fitriani, B. M., Ardiansyah, D., Reynaldo, K., Febrianus, R., & Stefhanie. (2017). Ombus-ombus: Traditional food from Batak. Quest Journals Journal of Research in Humanities and Social Science, 5(10), 2321–9467.

Fitrisia, D., Sibarani, R., Mulyadi, Untung, R. M., & Suhairi, L. (2020). The naming of Acehnese traditional culinary. Humanities & Social Sciences Reviews, 8(2), 815–823. https://doi.org/10.18510/hssr.2020.8290

Goddard, C. (2008). Semantic analysis: A practical introduction. Oxford University Press.

Goddard, C. (2012a). Semantic molecules and semantic complexity: (with special reference to “environmental” molecules). Annual Review of Cognitive Linguistics, 8, 123–155. https://doi.org/10.1075/rcl.8.1.05god

Goddard, C. (2012b). Semantic primes, semantic molecules, semantic templates: Key concepts in the NSM approach to lexical typology. Linguistics, 50(3). https://doi.org/10.1515/ling-2012-0022

Goddard, C. (2016). Semantic Molecules and Their Role in NSM Lexical Definitions. Cahiers de lexicologie, 13– 34.

Goddard, C., & Wierzbicka, A. (2014). Words and meanings: Lexical semantics across domains, languages, and cultures (1 ed.). Oxford University Press.

Hassan, R. (2017). موسوعة الحياة البحرية [Ensiklopedia kehidupan laut]. Alexandria: دار العلم للملايين

Hp, A. & Alek, A. (2012). Linguistik umum. Erlangga.

Kövecses, Z. (2006). Metaphor: A practical introduction. Dalam Language, mind, and culture. Oxford University Press.

Kridalaksana, H. (1993). Kamus linguistik, Ed. Kedua. PT. Gramedia Pustaka Umar

Kvetko, P. (2009). English lexicology in theory and practice. Trnava.

Manaf, N. A. (2010). Semantik bahasa Indonesia. UNP Press.

Masykur, M. (2018). Binatang dalam tafsir Jawa>hir fi> Tafsi>r al-Qur’an alKari>m karya Thanthawi Jawhari, (Makasar: Tesis, Pascasarjana UIN Alauddin).

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Mukramah, Purba, N., & Mulyadi. (2022). Nama-nama kuliner di Aceh: Kajian metabahasa semantik alami. TALENTA Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts, 5(2). https://doi.org/10.32734/lwsa.v5i1.1335

Mulyadi dan Rumnasari, S. (2006). “Aplikasi teori metabahasa semantik alami dalam kajian makna”. Jurnal Logat, 2(2).

Munawwir, A. W. (1997). Al Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Pustaka Progressif.

Muzaiyanah. (2012). Jenis makna dan perubahan makna. Wardah. 25, 145-152.

Nasution, L. Y., & Mulyadi. (2020). Market names in Medan: A natural semantic metalanguage study. Retorika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 13(2).

https://doi.org/10.26858/retorika.v13i2.11985

Nur, T. (2014). Sumbangan Bahasa Arab Terhadap Bahasa Indonesia dalam Perspektif Pengembangan Bahasa dan Budaya. Humaniora, 26 (2), 235-243.

Nur, T. (2019). Semantik bahasa Arab pengantar studi ilmu makna. Cv Semiotika.

Rifki, A., Mudlofir, A., Muflihah. (2023). Analisa reduplikasi & modifikasi internal dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasa Araban. 6 (2), 471-486.

Ruhyat, T. (1993). Hewan dan kehidupan dasarnya. Penerbit Ilmu Alam.

Ruslan, Safa, N. A., Khalik, M. F., Burqa, M. A. (2023). Derivasi dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia: Hubungan bentuk dan maknanya. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia. 8(3), 1784-1791.

Saeed, I. J. (1997). Semantics. Oxford; Malden, Mass: Blackwell Publishers.

Salbiah. R., & Idris, M. (2022). Jenis-jenis makna dan perubahannya. An-Nahdah Al-Arabiyah 2(1), 54-66. DOI:10.22373/nahdah.v2i1.1482

Sembiring, H. B., & Mulyadi. (2016). Peralatan dapur dalam bahasa Karo kajian metabahasa semantik alami. Basastra. 8, 129–141.

Sembiring, H. B., Mulyadi, & Setia, E. (2020). Konsep nama kuliner khas Karo: kajian metabahasa semantik alami. TALENTA Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts, 3(3).

Shinmura. I. (2018). Koujien (Dai Nana Han). Tokyo: Iwanami Shoten

Subroto, E. (2011). Pengantar studi semantik. Cakrawala Media.

Sudaryat, Y. (2008). Makna dalam wacana. Cv. Yrama Widya.

Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Sanata Dharma University Press.

Sudaryono. (2016). Metode penelitian pendidikan. Prenada Media.

Tanoto, F. P. (2020). Binatang dalam Al-Qur’an studi analisis penyebutan nama binatang dalam Al-Qur’an menggunakan metode tafsir maudhu’i.

Wierzbicka, A. (1996). Semantics: primes and universals. Oxford University Press

Ye, Z. (2017). The semantics of nouns. Oxford University Press.

Yuhanna, W. L., Al.Muhdhar, M. H. I., Gofur, A., & Hassan, Z. (2021). Self-reflection assessment in vertebrate zoology (Sravz) using rasch analysis. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(1).

https://doi.org/10.15294/jpii.v10i1.25603.

Downloads

Published

2025-03-23