Performansi “Rajah Mata Timoeh” pengobatan pada masyarakat Aceh

Authors

  • Resi Tausya Universitas Sumatera Utara
  • Tasnim Lubis Universitas Sumatera Utara
  • Dardanila Dardanila Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.26555/jg.v7i1.11998

Keywords:

Performansi, Pengobatan Tradisional , Rajah Mata Timoeh

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performansi Rajah Mata Timoeh pada masyarakat Aceh menggunakan pendekatan antropolinguistik. Performansi rajah pengobatan dianalisis menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Halliday & Matthiessen untuk mengidentifikasi struktur pada teks rajah, dan konsep yang dikemukakan oleh Finnegan untuk mengidentifikasi ko-teks serta konteks. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur teks Rajah Mata Timoeh terdiri dari 4 mood deklaratif (44,44%) dan 5 mood imperatif (55,56%), di mana mood deklaratif berfungsi sebagai sugesti dan mood imperatif berperan dalam memberikan perintah untuk mengusir entitas gaib. Ko-teks Rajah Mata Timoeh yaitu sebagai media komunikasi antara Tabib dan entitas gaib, sedangkan konteksnya bersifat informal. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa performansi Rajah Mata Timoeh adalah ujaran-ujaran yang dihaturkan performer (Tabib) untuk mengusir entitas gaib dalam rangka mengobati penyakit mata dengan menggunakan material berupa 7 ujung bambu, 7 butir beras, 7 bunga terong. 3 daun terong, batok eter dan pisau  yang dilakukan secara informal.

References

Briones, R. R. Y. (2016). Textual analysis through systemic functional linguistics. Journal of English Language Teaching and Linguistics, 1(2), 109-144. https://doi.org/10.21462/jeltl.v1i2.27

Dijk, T. A. V. D. (Ed.). (1985a-d). Handbook of discourse analysis (Vol.1). Academic Press.

Duranti, A. (1997). Linguistic anthropology. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511810190

Fazal, K., Muhammad, M., & Darmadi, D. (2022). Kuasa mantra dan ramuan: Teumangkai pada masyarakat Krueng Luas Aceh Selatan. Al- Adyan: Journal of Religious Studies, 3(2), 83-93.

Finnegan, R. (2005). Oral traditions and the verbal arts. Routledge.

¬¬¬¬___________. (2015). Where is language? An anthropologist’s questions on language, literature and performance. Bloomsburry Academic.

Folley, W. (1997). Anthropological linguistics: An introduction. Blackwell.

Tausya, R. S. (2024). Tradisi lisan “Rajah” pengobatan pada masyarakat Aceh: Kajian Antropolinguistik (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Halliday, M. A. K., & Matthiessen, C. M. (2013). Halliday's introduction to functional grammar. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203431269

Lubis, T., & Abus, A. F. (2019). Tutur Nandong dalam masyarakat Simeulue. https://doi.org/10.31219/osf.io/qae5m

Lubis, T. (2019). Learning Nandong in schools as a medium to inform the Simeuluenese local wisdom: An anthropolinguistics approach. Studies in English Language and Education, 6(2), 262-272. https://doi.org/10.24815/siele.v6i2.14066

Nashruddin, M. K., Rahmah, A. F., Faridah, N., Wardana, R. K., Wulandari, Y., & Duerawee, A. (2024). Etika masyarakat Jawa dalam Serat Panitisastra: Suatu Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur. Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya), 6(1), 01-20. https://doi.org/10.26555/jg.v6i1.9019

Permatasari, N. I., Sibarani, R., & Zein, T. T. (2020). Performansi dan partisipan dalam tradisi Nangkih masyarakat Karo. In Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 3(3), 107-111. https://doi.org/10.32734/lwsa.v3i2.897

Ramadhani, S., Nurdin, A., Asrifa Dinen, K., Fitria, U., & Kurnia, R. (2023). Tradisi pengobatan tradisional Meurajah di Gampong Cucum Aceh Besar. Public Health Journal, 1(1).

Sibarani, R. (2014). Kearifan lokal :Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

___________. (2015). Pendekatan antropolinguistik terhadap kajian tradisi lisan. Jurnal Ilmu Bahasa RETORIKA, 1(1), 274-290. https://doi.org/10.22225/jr.v1i1.9

Spradley, J. (1979). The ethnographic interview. Rinehart and Winston.

___________. (1980). Doing participants observation. Holt Rinehart and Winston.

Thompson, G. (2014). Introducing functional grammar. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203785270

Wardiah, D., Wahidy, A., & Kurniawan, A. (2023). Penggunaan mantra dalam pengobatan tradisional akibat bisa gigitan ular di Desa Srikaton (Kajian Antropolinguistik). Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 6(2), 121-134.

Zainal, S. (2022). Traditional Medication-Rajah: The rational choice of aceh people for recovering diseases during the covid-19 pandemic. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 3(1), 193-199. https://doi.org/10.29103/jspm.v3i1.7222

Downloads

Published

2025-03-23