Skema aktan dan struktur fungsional A.J. Greimas dalam cerita rakyat Riau “Si Umbut Muda Gelang Banyak”

Authors

  • Tika Afrilla Universitas Pendidikan Indonesia
  • Tedi Permadi Universitas Pendidikan Indonesia
  • Rudi Adi Nugroho Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26555/jg.v7i1.10645

Keywords:

Cerita Rakyat , Skema Aktan , Struktur Fungsional

Abstract

Penelitian ini sebagai upaya melestarikan dan memperdalam pemahaman tentang cerita rakyat yang kerap terabaikan dalam kajian sastra. Sebagai warisan budaya Indonesia, cerita rakyat menyimpan pelajaran hidup dan refleksi sosial masyarakat, sehingga penting untuk dikaji strukturnya secara mendalam. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan sinopsis, skema aktan dan fungsi struktural cerita rakyat dari provinsi Riau. Penelitian ini merupakan kajian deskriptif-kualitatif. Data yang digunakan adalah narasi cerita rakyat Si Umbut Muda Gelang Banyak, data diperoleh dengan teknik baca dan catat, kemudian data diinterpretasi menggunakan cara kerja teori skema aktan dan fungsional. Hasil penelitian sebagai berikut: (1)deskirpsi sinopsis cerita rakyat Si Umbut Muda Gelang Banyak, (2) cerita rakyat Si Umbut Muda Gelang Banyak memenuhi 6 aktan yaitu pengirim Si Umbut Muda yang memiliki emas dan perak yang banyak serta pakaian kain sutra termahal, ibu), objek (mempertahankan derajat sosial yang tinggi), subjek (Si Umbut Muda), penolong (paras yang cantik, pakaian mewah, perhiasan emas dan perak warisan dari ayahnya, Ibu), penentang (sifat umbut Muda yang congkak, besar hari, angkuh dan durhaka, sungai yang deras), penerima (Si Umbut Muda, Ibu). sosok yang kompleks dan dinamis. (3) Cerita rakyat Si Umbut Muda Gelang Banyak memenuhi tiga tahapan struktur fungsional: (a) situasi awal, (b) transformasi: tahap uji kecakapan, tahap uji utama, dan tahap kegemilangan dan (c) situasi akhir. Penelitian ini berperan memperkaya kajian sastra, memperkuat upaya pelestarian budaya lokal serta menjadi referensi bagi pengajaran sastra.

References

Adeani, S.I. (2018). "Nilai-nilai Religius dalam Cerita Rakyat Ciung Wanara." Jurnal Literasi. Vol. 2 No.1, April 2018, hlm. 47-55.

Bhakti, A. P., & Setijowati, A. (2023). "The Little Mermaid” dalam 2 Sajian Teks yang Berbeda: Struktur Naratif A.J. Greimas. Prosodi, 17(1), 9–18.

Busyrah, H. (2012). “Model Aktansial dan Fungsional Greimas pada Sepuluh Cerkak dalam Antologi Geguritan Lan Cerkak Pisungsung.” Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.

Danandjaja, J. (2002). Foklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.

Endraswara, S. (2021). Metode penelitian kebudayaan. Gadjah Mada University Press.

http://www.ijstr.org/paper-references.php?ref=IJSTR-0120-28497

Ikram, A. (2008). Beraksara dalam kelisanan (dalam Metodologi Kajian Tradisi Lisan). Pudentia (editor). ATL.

Karim, A., Mujtaba, S., & Hartati, D. (2023). Mbah Bongkokpahlawan mitologis masyarakat Tegalwaru: Analisis skema aktan dan fungsional cerita rakyat Karawang. Kembara, 9(1). https://doi.org/10.22219/kembara.v9i1.22746

Moleong, L.J. (2014). Metode penelitian kualitatif. Remaja Rosda Karya.

Mustafa. (2017). Skema aktan dan fungsional cerita sang bidang. Sawerigading, 23. https://doi.org/10.31969/alq.v23i1.361

Mutaqqin, N.A., Nugroho, Y.E., & Supriyanto, T. (2024). Skema aktan dan struktur fungsional A.J. Greimas dalam Novel Brianna dan Bottomwise karya Andrea Hirata. Jurnal Bastra, 9(1).

Rukajat, A. (2018). Pendekatan penelitian kualitatif (Qualitative research approach). Deepublish.

Sarwono, S., Rahayu, N., Purwadi, A. J. Noermanzah. (2020). Kayiak Beterang Ritual: The First Social Life Learning of the Serawai Girls. International Journal of Scientific and Technology Research, 9(1), 1278-1280.

Seli dkk. (2019). "Narrative Structure of Ne' Baruakng Kulup Tale Oral Literature of Dayak Kanayatn: A Study of Actantial A.J. Greimas." ICoTE. Vol. 2, hlm. 61-71.

Sudaryani, R.R.S., Diana, P.Z., & Suwartini, I. (2023) Skema aktan dan struktur fungsional A.J. Greimas dalam cerita rakyat “Putri Bungsu dan Ular N’Daung” dari Bengkulu”. Pena Literasi, 2(2). https://doi.org/10.24853/pl.6.2.154-162

Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukmadinata, N.S. (2011). Metode penelitian pendidikan. Remaja Rodsakarya.

Sumiyadi. (2016). Revitalisasi novel Burak Siluman karya Mohamad Ambri ke dalam cerpen “Burak Siluman” karya Ajib Rosidi. LITERA, 15(2). https://doi.org/10.21831/ltr.v15i2.11833

Suwondo, T. (2003). Studi sastra beberapa alternatif. Hanindita.

Syamsuddin. (1995). Cerita rakyat dari Riau 2. Gramedia.

Taum, Y.Y. (2011). Studi sastra lisan: Sejarah, teori, metode, dan pendekatan disertai contoh penerapannya. Lamalera.

Zaimar, O.K.S. (1992). Menelusuri makna ziarah karya Iwan Simatupang. Intermasa.

Downloads

Published

2025-03-23