Epistimologi Immanuel Kant sebagai perspektif dalam pengembangan Pendidikan Islam

Authors

  • Restu Rizki Amanda Universitas Pendidikan Indonesia
  • Selena Aulia Universitas Pendidikan Indonesia

Keywords:

Epistimologi, Empirisme,, Kritisme, Pendidikan Islam, Rasionalisme

Abstract

Immanuel Kant dalam filsafatnya berusaha menjembatani dua aliran utama dalam epistemologi rasionalisme dan empirisme. Immanuel kant berpendapat bahwa baik rasionalisme, yang menekankan peran akal dalam memperoleh pengetahuan, maupun empirisme, yang menekankan pentingnya pengalaman inderawi memiliki kelemahan jika dipahami secara terpisah. Di sisi lain, pendidikan Islam menekankan wahyu sebagai sumber utama pengetahuan, yang dalam beberapa hal menimbulkan perbedaan mendasar dengan epistemologi yang dideskripsikan oleh Kant. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi epistemologi Kant sebagai perspektif dalam pengembangan Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, serta penelitian terdahulu. Tahapan analisis data meliputi identifikasi topik, pencarian dan seleksi literatur yang relevan, evaluasi kritis, serta pengorganisasian berdasarkan tema. Peneliti kemudian mensintesis data dari berbagai sumber untuk menarik kesimpulan dan mengidentifikasi celah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi kritisme yang diusung oleh Kant dapat diintegrasikan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang lebih terbuka terhadap analisis kritis. Meskipun wahyu tetap menjadi sumber utama kebenaran, pendekatan transendental Kant memungkinkan peserta didik memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap ajaran agama. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima wahyu secara dogmatis, tetapi juga mampu memahaminya dengan menggunakan pemikiran rasional. Implikasinya, pendidikan Islam dapat dikembangkan menjadi lebih holistik dengan mengintegrasikan aspek intelektual, moral, dan spiritual, serta lebih siap menghadapi tantangan zaman modern.

References

T. Evi, “Di Sekolah Dasar,” Info Singkat, vol. VI, no. 09, pp. 9–12, 2020.

Y. Sudiantara, Bagian Pertama Inti Filsafat Ilmu Pengetahuan. 2020.

L. Muthmainnah, “Tinjauan Kritis Terhadap Epistemologi Immanuel Kant (1724-1804),” Jurnal Filsafat, vol. 28, no. 1, p. 74, 2018, doi: 10.22146/jf.31549.

S. Dinata, “Epistimologi Kritisisme Immanuel Kant,” Kanz Philosophia A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism, vol. 7, no. 2, pp. 217–236, 2021, doi: 10.20871/kpjipm.v7i2.183.

C. C. Hyun, M. Tukiran, L. M. Wijayanti, M. Asbari, A. Purwanto, and P. B. Santoso, “Piaget versus Vygotsky: Implikasi Pendidikan antara Persamaan dan Perbedaan,” Journal of Engineering and Management Science Research (JIEMAR), vol. 1, no. 2, pp. 286–293, 2020.

Sakilah, “Belajar Dalam Perspektif Islam Kaitannya Dengan Psikologi Belajar,” vol. 14, pp. 67–84, 2015.

A. Supinganto and A. R. Gushadyantoro, menghidupkan harapan spiritualitas. EUREKA MEDIA AKSARA, 2024.

M. Amin, “Kedudukan Akal dalam Islam,” vol. 3, no. 1, pp. 79–92, 2018.

irwan saleh Dalimuthe, “Keharusan Memberi Landasan Transendental dalam Pengelolaan Pendidikan,” vol. II, no. 2, pp. 167–194, 2019.

W. Mahmudin, “Konsep Pendidikan Islam Perspektif Ismail Raji Al-Faruqi Wildan Mahmudin Institut Agama Islam Tasikmalaya Pebndahuluan Pendidikan Islam sebagai suatu gagasan mengandung berbagai pandangan dasar mengenai manusia dan signifikansi ilmu Eksistensi manusia di ,” vol. 4, no. 2, pp. 183–204, 2024.

M. Dahlan, “Pemikiran Filsafat Moral Immanuel Kant (Deontologi, Imperatif Kategoris dan Postulat Rasio Praktis),” vol. 8, no. 1, pp. 37–48, 2009.

F. Syafirna et al., “Menganalisa Pemikiran Immanuel Kant (Kritisisme dan Implementasinya Dalam Pendidikan Islam),” 2023. [Online]. Available: https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/takwiluna

Susanto, Filsafat Ilmu: Suatu Kajian Dalam Dimensi Ontologis, Epitemologis, Dan Aksiologis, vol. 1. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011.

B. Juliardi, Pristiyanto, and F. Putri, Filsafat Ilmu, vol. 1. Padang: CV. Gita Lentera, 2024.

D. Adian and A. Lubis, Pengantar Filsafat Ilmu Pengetahuan: Dari David Hume sampai Thomas Kuhn. Koekoesan, 2011.

Nunuk Indarti, “Hakikat Ilmu Pengetahuan Dan Relasinya Dengan Teori Kebenaran Dalam Perspektif Tafaqquh Fi Al-Diin,” Jurnal Al-Makrifat, vol. 5, no. 1, Apr. 2020.

A. Hidayat, Sinergitas Filsafat Ilmu Dengan Khazanah Kearifan Lokal Madura. Kadur Pamekasan: Duta Media Publishing, 2018.

L. Muthmainnah, “Tinjauan Kritis Terhadap Epistemologi Immanuel Kant (1724-1804),” Jurnal Filsafat, vol. 28, no. 1, p. 74, Feb. 2018, doi: 10.22146/jf.31549.

A. Nuryana and P. Utari, “Pengantar Metode Penelitian Kepada Suatu Pengertian Yang Mendalam Mengenai Konsep Fenomenologi,” Jurnal Universitas Kebangsaan, vol. 2, Jan. 2019, [Online]. Available: http://jurnal.universitaskebangsaan.ac.id/index.php/ensains

R. A. A. Wattimena, “Krisis Peradaban Sebagai Krisis Akal Budi: Dialog dengan Pemikiran Edmund Husserl di dalam Die Krisis der europäischen Wissenschaft und die transzendentale Phänomenologie, eine Einleitung in die phänomenologische Philosophie,” Studia Philosophica et Theologica, vol. 16, no. 1, 2016, [Online]. Available: http://www.globalresearch.ca/boots-on-the-ground-

M. R. Boe, “Ruang Dan Waktu Sebagai Bentuk Presentasi Dari Intuisi A Priori Perspektif Immanuel Kant,” Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan, vol. 9, no. 2, pp. 54–61, 2023.

Sumanto, Psikologi Umum, vol. 1. Jakarta: Centre of Academic Publishing Service, 2014.

M. Ashri, Hak Asasi Manusia: Filosofi, Teori & Instrumen Dasar, vol. 1. Makassar: CV. Social Politic Gentus, 2018.

M. Abdullah, Antara Al-Ghazali Dan Kant: Filsafat Etika Islam, vol. 1. Yogyakarta: IRCISoD, 2020.

S. Dinata, “Epistemologi Kritisisme Immanuel Kant,” 2021.

Mikrot and A. Anwar, “Metodologi Pengembangan Keilmuwan (Epistimologi II) Dalam Perspektif Islam dan Barat,” Jurnal Sains dan Teknologi, vol. 5, no. 2, pp. 708–712, 2023, doi: 10.55338/saintek.v5i2.2343.

S. Tumanggor, H. Bakti, and M. Al Farabi, “Islamic Worldview Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Implikasinya Terhadap Paradigma Pendidikan Islam,” Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2024, doi: 10.30868/im.v7i01.7277.

A. Husaini, Filsafat Ilmu Perspektif Barat & Islam. Depok: Gema Insani, 2013.

N. Amirudin, Filsafat Pendidikan Islam, vol. 1. Gresik: Caremedia Communication, 2018.

S. Minarti, Ilmu Pendidikan Islam, vol. 1. Jakarta: AMZAH, 2013.

P. Wahana, “Filsafat Ilmu Pengetahuan,” Pustaka Diamond, p. 83, 2016.

P. Pasca, S. Universitas, N. Makassar, and I. P. Alam, “JSHI : Jurnal Studi Humaniora Interdisipliner Pandangan Kritisisme Immanuel Kant,” vol. 8, no. 1, pp. 16–24, 2024.

M. Al Farabi, “Profil Insân Kâmil Dalam Perspektif Pendidikan Islam,” Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences, vol. 2, no. 1, p. 1, 2022, doi: 10.30821/islamijah.v2i1.10974.

N. Roiyatul Muawanah, A. Rahmah, W. Hidayat, D. Indriana, P. Bahasa Arab, and U. Islam Sultan Maulana Hasanuddin Banten, “Paradigma Pendidikan Islam : Perspektif Filsafat Islamic Education Paradigm: Philosophical Perspective,” pp. 2704–2713, 2024.

Published

2026-04-20