Asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SD Negeri Giwangan

Authors

  • Elisa Putri Kholifah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Abdul Rohman Al Atsari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Rohmatun Lukluk Isnaini UIN Sunan Kalijaga

DOI:

https://doi.org/10.26555/jiei.v6i2.10874

Keywords:

Asesmen pembelajaran, Anak Berkebutuhan Khusus, Buku ajar, Hasil belajar, Pendidikan Agama Islam

Abstract

SD Negeri Giwangan merupakan institusi pendidikan yang menyediakan pendidikan inklusi. Sekolah ini mengimplementasikan pendidikan inklusi pada seluruh mata pelajaran, termasuk yaitu pembelajaran Pendidikan Agama Islam( PAI). Namun, guru menghadapi kendalam dalam penilaian proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penampilan data, verifikasi data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan metode pembelajaran PAI dominan berpusat pada pengajar, yakni dengan ceramah dan demonstrasi, serta pembelajaran bersifat pengajaran existent. Penilaian pembelajaran melibatkan tiga ranah utama: kognitif, afektif, dan psikomotorik, dengan fokus pada penerapan materi PAI dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti menemukan hambatan dalam pelaksanaan penilaian yaitu kurikulum  yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan siswa, keterbatasan buku ajar PAI yang sesuai terutama bagi siswa tunanetra yang memerlukan buku dengan huruf Braille, pengajar perlu menjalin hubungan emosional dengan siswa. Mengatasi kendala- kendala ini membutuhkan pengembangan kurikulum yang lebih sesuai, penyediaan bahan ajar yang memadai, dan penerapan pendekatan emosional yang tepat untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa di SD Negeri Giwangan.

References

Adinda, M., & Supendi, D. (2023). Analisis penilaian pembelajaran pai pada anak berkebutuhan khusus. 4(1), 197–213.

Akhmad, F., Putwiyani, D., & Sulistiawan, A. (n.d.). Tantangan Guru Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Inklusi di Yogyakarta Perhatian pemerintah Indonesia terhadap pendidikan warga negara semakin tinggi . Hal ini dapat dilihat pada beberapa bebreapa indikator diantaranya bahwa. 10, 70–90.

Bayu Dwi Cahyono, A. P. A. (2022). Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Kelas Inklusi Di Sekolah Dasar. 6, 1–10. https://doi.org/10.21070/acopen.6.2022.2314

Dede Rosyada. (n.d.). Paradigma pendidikan demokratis: sebuah model pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Jakarta: Prenada Media, 2004.

Destriani, Rasmini, Amriyadi, & Jeniati, H. (2022). Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Pemahaman Literasi Keagamaan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 9(1), 1–

https://doi.org/10.38048/jipcb.v9i1.645

Diajeng Tyas Pinru Phytanza, D. (2023). Pendidikan Inklusif : Konsep, Implementasi dan Tujuan.

Djannah Aly, N. (2015). Tantangan bagi Guru Pendidikan Agama Islam Menerapkan Konsep Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam.

Gilbert Hunt. (n.d.). Effective Teaching: Preparation and Implementation. Charles C. Thomas Publisher, 1999.

Grafika, R. S. (2008). Undang-undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) : UU RI no. 20 tahun 2003 (Cetakan Pe).

Jannah, E. A. (2019). Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Kelas Inklusi Di Sd Purba Adhi Suta Purbalingga.

Luthfiah, S. (2012). Evaluasi Program Pendidikan Islam. Academy of Education Journal. https://doi.org/10.47200/aoej.v3i1.82

May Lwin et. all. (n.d.). Cara Mengembangkan Berbagai Komponen Kecerdasan : Petunjuk Praktis bagi Guru Masyarakat Umum dan Orang Tua.

Mizani, Z. M. (2022). Inclusive-Pluralistic Islamic Religious Education Model As an Alternative To Investing the Values of Religious Moderation. Muslim Heritage, 7(2), 487–504. https://doi.org/10.21154/muslimheritage.v7i2.5018

Muflihin, A. (2020). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa Sebagai Kecakapan Abad 21. TA’DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 91. https://doi.org/10.30659/jpai.3.1.91-103

Nisa, K. (2020). Panorama Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus : Sekolah Luar Biasa ABCD Dharmawanita Herlang). Educandum, 6(1), 106–

https://doi.org/10.31969/educandum.v6i1.339

Nur, U., Ni, I., Elhady, A., & Mustofa, T. A. (2024). Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Siswa Inklusi di Sekolah Menengah Pertama Kelas Delapan. 7(1). https://doi.org/10.31004/aulad.v7i1.589

Nuraini. (2023). Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. 1(2), 228–242.

Ommaini. (2023). Evaluasi Implementasi Pembelajaran PAI Inklusif untuk Meningkatkan Partisipasi dan Prestasi Akademik Siswa Berkebutuhan Khusus Dengan. 3.

Rahayu, S., & Rahman, R. (n.d.). Islamic Education Learning Process For Hyperactive Children In Class Iib Sd Unp Laboratory. 1(2), 152–160.

Taruna, M. M. (2011). Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam. Analisa, 18(2), 180. https://doi.org/10.18784/analisa.v18i2.132

Published

2026-04-22