Penegakan Hukum Pidana Terhadap Suporter Sepak Bola Yang Melakukan Penganiayaan

Zaen Ghufron Munazal, Johny Krisnan, Basri Basri, Yulia Kurniaty

Abstract


Tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh suporter sepakbola perlu mendapat perhatian khusus mengingat konsekuensi penganiayaan yang dilakukan oleh suporter sepakbola dapat membunuh nyawa seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penegakan hukum terhadap suporter sepak bola yang melakukan pelecehan dan cara mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi antara empiris dan normatif dengan pendekatan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh suporter sepak bola dan pendekatan hukum (KUH Perdata Indonesia). Data diperoleh dengan melakukan wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap suporter sepak bola yang melakukan penganiayaan dilakukan dengan cara represif yaitu melakukan penyidikan dan penyidikan terhadap tersangka untuk kemudian dituangkan dalam Berita Acara Penyidikan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan. Adapun langkah-langkah penanggulangan agar suporter sepak bola tidak melakukan tindak pidana melalui upaya preventif (pencegahan), antara lain sosialisasi secara terus menerus kepada komunitas suporter sepak bola agar ada ketertiban hukum, koordinasi dengan berbagai pihak sebelum pertandingan dimulai dan memberikan pengamanan selama pertandingan berlangsung.

Keywords


Tindak Pidana; Penganiayaan; Suporter

Full Text:

PDF

References


Abdul Manan. (2018). Aspek-Aspek Pengubah Hukum. Jakarta: Kencana.

Agriawan, D. (2016). ) Hubungan Fanatisme dengan Perilaku Agresi Suporter Sepak Bola. Universitas Muhammadiyah Malang. Retrieved from http://eprints.umm.ac.id/34348/

Alghaffar, R. L. (2017). Perilaku Agresif Pada Suporter Sepakbola. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/48920/1/02. NASKAH PUBLIKASI.pdf

Hanip Zaenal Mutaqin. (2017). Tinjauan Yuridis Kriminologis Terhadap ‘Hooliganisme’ Oleh Massa Suporter Sepakbola Dihubungkan Dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Universitas Pasundan. Retrieved from http://repository.unpas.ac.id/33970/

Indria Hapsari, & Wibowo, I. (2015). Fanatisme Dan Agresivitas Suporter Klub Sepak Bola. Jurnal Psikologi, 8(1). Retrieved from https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/psiko/article/view/1291

Moch. Ian Brilian Assyaumin, Yunus, M., & Raharjo, S. (2017). Fanatisme Suporter Sepakbola Ditinjau Dari Aspek Sosio-Antropologis (Studi Kasus Aremania Malang). Jurnal Sport Science, 7(1). Retrieved from http://journal2.um.ac.id/index.php/sport-science/article/view/5283

Nugroho, F. T. (2019). Lirik Anthem 8 Klub Liga Indonesia, Penuh Makna. Www.Bola.Com. Retrieved from https://www.bola.com/indonesia/read/4130034/lirik-anthem-8-klub-liga-indonesia-penuh-makna

Philippe Nonet, P. S. (2018). Hukum Responsif (v). Bandung: Nusa Media.

Prasetyo, T. (2015). Keadilan Bermartabat Perspektif Teori Hukum. Bandung: Nusa Media.

Putri, A. N. K. (2018). Suporter Anarkis, Tindakan Salah Kaprah Raih Identitas Massa. Ayobandung.Com. Retrieved from https://ayobandung.com/read/2018/09/27/38592/suporter-anarkis-tindakan-salah-kaprah-raih-identitas-massa

Sekretaris Negara RI. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia (2002).

Setiawan, D. (2020). Sepak Bola Tanpa Penonton Bak Salad Tanpa Rasa, Menurut Pelatih Porto. Www.Tribunnews.Com. Retrieved from https://www.tribunnews.com/superskor/2020/06/03/sepak-bola-tanpa-penonton-bak-salad-tanpa-rasa-menurut-pelatih-porto?page=all

Suyitno, H. (2017). Polisi rekonstruksi penganiayaan oleh suporter PSS Sleman. Www.Antaranews.Com. Retrieved from https://www.antaranews.com/berita/648180/polisi-rekonstruksi-penganiayaan-oleh-suporter-pss-sleman

Welianto, A. (2020). Alasan Sepak Bola Menjadi Olahraga Populer di Dunia. Www.Kompas.Com. Retrieved from https://www.kompas.com/skola/read/2020/09/09/080000069/alasan-sepak-bola-menjadi-olahraga-populer-di-dunia

Widiyarti, Y. (2018). Lebih Sehat Mana, Nonton Bola di Stadion atau Lewat Televisi? Cantik.Tempo.Co. Retrieved from https://cantik.tempo.co/read/1104720/lebih-sehat-mana-nonton-bola-di-stadion-atau-lewat-televisi




DOI: https://doi.org/10.12928/adlp.v1i1.3742

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Yulia Kurniaty

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 E-ISSN:

Indexed by:

    


View the Journal Stats

 

Creative Commons License
This journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License