Keadilan Prosedural dalam Sengketa Murabahah Berbasis E-Court: Analisis Putusan Niet Ontvankelijk No. 1000/Pdt.G/2024/PA.Palu

Authors

  • Amirah Achmad Mussa’ad Universitas Islam Negeri Datokarama, Palu, Indonesia
  • Sitti Aisya Universitas Islam Negeri Datokarama, Palu, Indonesia
  • Nadia Universitas Islam Negeri Datokarama, Palu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.12928/adlp.v6i1.16015

Keywords:

E-Court, Keadilan Prosedural, Murabahah, Niet Ontvankelijk

Abstract

Kepatuhan prosedural dalam sistem e-court menjadi isu krusial ketika kegagalan memenuhi tahapan beracara elektronik berujung pada putusan Niet Ontvankelijk (NO) tanpa pemeriksaan pokok perkara. Penelitian ini mengkaji pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Agama Palu Nomor 1000/Pdt.G/2024/PA.Pal dan implikasinya terhadap prinsip equality of arms serta audi et alteram partem dalam sengketa pembiayaan murabahah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan perundang-undangan (statute approach) untuk menganalisis ratio decidendi putusan berdasarkan data primer (putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan) dan data sekunder (literatur hukum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama putusan NO adalah cacat formil gugatan berupa kurang pihak (plurium litis consortium) karena tidak dilibatkannya Badan Pertanahan Nasional sebagai pihak yang berkaitan langsung dengan objek sengketa. Sementara itu, kegagalan penggugat mengunggah replik sesuai jadwal e-litigasi tidak berdiri sebagai alasan tunggal NO, tetapi memperkuat pertimbangan prosedural karena mengakibatkan tergugat kehilangan kesempatan mengajukan duplik. Temuan ini menegaskan bahwa dalam e-court, kepatuhan prosedural bukan sekadar tertib administrasi, melainkan instrumen untuk menjaga keseimbangan hak para pihak.

 

References

Abdul Rachmat Ariwijaya & Samputra. (2021). Evaluasi Kebijakan Peradilan Elektronik (E-court) Mahkamah Agung Republik Indonesia. 51(No. 4). https://doi.org/https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no4.3303.

Admin. (2020). RESULTS IN RESILIENCE: INDONESIA - CENTRAL SULAWESI EARTHQUAKE AND TSUNAMI (Global Facility for Disaster Reduction and Recovery (GFDRR)). https://www.gfdrr.org/en/feature-story/results-resilience-indonesia-central-sulawesi-earthquake-and-tsunami

Adnianty Surya, & Aris Setyo Nugroho. (2025). Implementasi E-court Dalam Meningkatkan Efisiensi Proses Peradilan (Studi Kasus Pada Pengadilan Agama Sragen). Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theor, 3(1). https://doi.org/ttps://doi.org/10.62976/ijijel.v3i1.1027

Akhmad Shodikin, Asep Saepullah, & Imas Indah Lestari. (2021). Efektivitas Penerapan Sistem E-court Pengadilan Agama Dalam Perkara Penceraian. Jurnal Mediasas : Media Ilmu Syari’ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, 4(No, 2).

Alya Nabila Haleda, Said Syarifuddin Abu Baedah, & M Akil. (2025). Efektivitas Penggunaan E-court Terhadap Efisiensi Proses Peradilan Di Pengadilan Agama Maros Kelas 1B. Media Hukum Indonesia, 3(3).

Amal Tuyadiah, Muhammad Syukri Albani, & Elvira Dewi Ginting. (2020). REALISASI PERSIDANGAN MELALUI MEDIA ELEKTRONIK (eLitigation ) DI PENGADILAN AGAMA( Studi Tentang PERMA No. 1 Tahun 2019 dan Pelaksanaannya di Pengadilan Agama Rantauprapat ). Al-Mashlahah : Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam, 8(2). https://doi.org/https://doi.org/10.30868/am.v8i02.946

Andara Tsabitha et al. (2024). Analisis Penerapan E-court Dalam Sistem Peradilan Perdata Di Indonesia Guna Mewujudkan Peradilan Yang Transparan. Media Hukum Indonesia (MHI), 2(4).

Benediktha Marice Leltakaeb, Simplexius Asa, & A Resopijani. (2026). Implementasi Proses Peradilan Melalui E-court Dalam Penyelesaian Perkara Perdata Di Pengadilan Negeri Kefamenanu Kelas II. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 6(1).

Dyah Ochtorina Susanti, & Efendi,. (2022). Penelitian Hukum (Legal Research). Sinar Grafika.

Echa Cristi. (2025). Echa Cristi, “Implikasi Hukum Akibat Ketidakhadiran Salah Satu Pihak Dalam Proses Mediasi Di Pengadilan Terhadap Prinsip Itikad Baik Dan Efektivitas Penyelesaian Sengketa Di Luar Pengadilan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6).

Fachreza Harla, Muh. C., Tenri Famauri, A., & A. Sapiddin, A. S. (2023). PENGGUNAAN ASAS AUDI ET ALTERAM PARTEM DALAM PROSES PERSIDANGAN GUGATAN SEDERHANA DI PENGADILAN NEGERI. Collegium Studiosum Journal, 6(1), 146–154. https://doi.org/10.56301/csj.v6i1.828

Fahmi Muhammad & Riatu Mariatul Qibthiyyah. (2025). The Impact of Natural Disasters on Poverty in Rural Area. 10(No. 2). https://doi.org/https://doi.org/10.20473/jiet.v10i2.74908.

Fardin Y. Khalilov. (2021). Equality of arms” in criminal procedure in the context of the right to a fair trial. RUDN JOURNAL OF LAW. https://doi.org/DOI:%2010.22363/2313-2337-2021-25-3-602-621

Handayani, D. (2020). Kajian Filosofis Prinsip Audi Et Alteram Partem dalam Perkara Perdata. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 14(2), 385–402. https://doi.org/10.30641/kebijakan.2020.V14.385-402

Hasil wawancara Dengan Hakim Ketua Pengadilan Agama Palu Kelas 1A (tanggal 06 Oktober 2025). (2025).

I Gusti Agung Ketut Bagus Wira Adi Putra, Ida Ayu Putu Widiati, & Ni Made Puspasutari Ujianti. (2020). Gugatan Tidak Dapat Diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard) Dalam Gugatan Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Badung. Jurnal Konstruksi Hukum, 1(2). https://doi.org/https://doi.org/10.22225/jkh.1.2.2565.305-309.

I Putu Windu Semara Putra, & I Gede Agus Kurniawan,. (2025). Civil Procedure Law in Civil Dispute Resolution: A Review of Nonet and Selznick’s Responsive Legal Theory. Media Komunikasi dan Kajian Hukum, 24(2).

Ihsan Saputra, Darmini Roza, & Zennis Helen. (2024). Efektivitas Relaas Panggilan Surat Tercatat Via Pos Dalam Penyelesaian Perkara Secara E-court Di Pengadilan Agama Padang Kelas IA. Jurnal Sakato Ekasakti Law Review, 3(2).

Imelda Yuliandari, Abdul Khair, & Kamal Hasuna. (2024). Effectiveness of Summons and Notifications Via Registered Letter in The Kuala Kapuas Religious Court. Mir’ah: Family Law and Legal Culture, 1(1).

Irfandy H Simanungkalit & Debora. (2024). Implementasi E-court Sebagai Upaya Modernisasi Administrasi Peradilan Di Indonesia,. 10(No. 4). https://doi.org/https://doi.org/10.33751/palar.v10i4.

Lahilote, H. S., Soleman, F., Hasan, F., Basri, R., & Lahilote, A. (2025). Digitalisasi Peradilan di Indonesia Tengah: Studi Implementasi E-court dan E-Litigasi di Pengadilan. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 24(2), 315–332. https://doi.org/10.18592/sjhp.v24i2.13879

Miftakur Rohman & Ayu Kartika. (2022). Implementasi E-court Terhadap Pelayanan Administrasi Perkara Di Pengadilan Agama Gresik. MASADIR: Jurnal Hukum Islam, 2(1).

Moh. Amir Hamzah. (2013). Hukum Acara Perdata Peradilan Tingkat Banding. Setara Press.

Moulyta Elgi Trinanda, Queena Allysa Kinanti, & Lira Ayu Anggraini. (2026). Kepastian Hukum Penerapan Asas Audi et Alteram Partem Dalam Pemeriksaan Perkara Perdata Secara Elektronik ( E-court ). 5(No.2). https://doi.org/https://doi.org/10.55606/jurrish.v5i2.8534.

Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram University Press.

Muhamad Noval Faris Pratama, & Sidi Ahyar Wiraguna. (2026). Reformasi Mekanisme Pemanggilan Para Pihak Dalam Proses Perdata: Menuju Efisiensi Berbasis Teknologi Informasi. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1).

Muhammad Aziz. (2025). ANALISIS YURIDIS PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH DI PENGADILAN AGAMA SEMARANG (PUTUSAN NOMOR 2413/Pdt.G/2020/PA.Smg) Studi Kasus: PT. Bank BSI Kantor Cabang Semarang. https://repository.unissula.ac.id/39570/

Nasri, A. T., Renggong, R., & Hasan, Y. A. (2023). EFEKTIVITAS PENERAPAN E-COURT: STUDI PADA PENGADILAN AGAMA SIDENRENG RAPPANG. Indonesian Journal of Legality of Law, 5(2), 265–272. https://doi.org/10.35965/ijlf.v5i2.2661

Nasrun Hipan. (2021). TINJAUAN TENTANG GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA PADA PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI (Studi Terhadap Beberapa Putusan Pengadilan Negeri Luwuk).

Niken Ayu Setiawan & Erwin Saputra Siregar. (2023). Analisis Dominasi Penggunaan Akad Murabahah Pada Praktik Penyaluran Dana Di Bank Syariah Indonesia. 3.

nisa Fitri, & M. Ikhwanul Huda. (2025). Penyelesaian Sengketa Mudharabah Perspektif Keadilan John Rawls,. Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah, 7(1).

Noverianto Gori Warasi et al. (2024). Analisis Pemanfaatan Teknologi E-court Dalam Meningkatkan Efisiensi Dan Aksesibilitas Di Pengadilan Negeri Gunungsitoli. Management Perspective: Jurnal Penelitian Manajemen, 1(3).

Nur Sukma Suci Tia Wardani. (2025). Kendala Hakim Dalam Mewujudkan Keadilan Pada Persidangan Online Di Pengadilan Agama Metro Kelas IA. INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO.

Putusan Pengadilan Agama Palu No.1000/Pdt.G/2024/PA.Pal. (t.t.).

Rafki, M., & Vesna Madjid, N. (2024). Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Pengadilan Agama Padang Kelas IA. Ekasakti Legal Science Journal, 1(4), 355–362. https://doi.org/10.60034/b95ncw96

Ramlan, Mardhatillah, & M. Ilham Adepio. (2025). Digital Transformation of E-court on Advocate Practices. https://doi.org/https://doi.org/10.33830/osc.v3i1.7030.

Raynaldo Handojo Putr & Mia Hadiati. (2023). Analisis Dasar Pertimbangan Hakim Dan Akibat Hukum Dalam Menolak Gugatan Cerai Yang Tidak Dapat Diterima ( Niet Ontvankelijke Verklaard ) Di Pengadilan Dilihat Dari Perspektif Hukum Acara Perdata. UNES Law Review, 6(2).

Reynold Simandjuntak & Claudio Junior Willem Rambing. (2025). Keadilan Prosedural dan Kepastian Hukum dalam Perkara Perdata (Analisis Yuridis Putusan Mahkamah Agung Nomor 555 PK/Pdt/2023). Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 5(4), 68–76. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v5i4.7481

Rila Puspita Wardani et al.,. (2024). Analisis Yuridis Putusan Niet Ontvankelijke Verklaard Pada Akta Jual Beli. 20(1).

Ryan Alan Firnanda & Zaidah Nur Rosidah. (2024). Efektivitas E-court Dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Di Pengadilan Agama Surakarta. 14(No.1). https://doi.org/https://doi.org/10.35457/supremasi.v14i1.3400

Siti Fatwah, Kusnadi Umar. (2020). PENERAPAN SISTEM E-COURT DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA MAKASSAR PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH. Siyasatuna: Jurnal Mahasiswa Siyasah Syar’iyyah. https://doi.org/http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/siyasatuna/article/view/19536

Soerjono Soekanto & Sri Mahmudji,. (2003). Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Soleh Adinda Ratih. (2025). E-court Dan Keadilan Prosedural: Studi Empiris Perspektif Hakim Indonesia,. Hakim: Jurnal Ilmu Hukum Dan Sosial, 3(3).

Sundusiyah & Erie Hariyanto,. (2022). Implementasi Peraturan Mahkamah Agung Tentang E-court Untuk Mewujudkan Asas Sederhana, Cepat Dan Biaya Ringan Di Pengadilan Agama Pamekasan. Arena Hukum, 15(3).

Undang-undang No.48 tahun 2009 Tentang “Kekuasaan Kehakiman” Pasal 10 Ayat (1). (t.t.).

Urbanisasi & Virgin Kartika Wianti,. (2025). Urbanisasi and Virgin Kartika Wianti, “Analisis Keadilan Prosedural Dalam Proses Litigasi Perdata Di Indonesia. 12(10).

Wahyu Firmansyah. (2025). Penerapan Putusan Niet Ontvankelijke Verklaard Terhadap Sengketa Ekonomi Syariah (Studi Kasus Putusan PA Tulungagung No. 1573/Pdt. G/2024/PA. TA). Journal of Islamic Business Law, 9(4).

Yahya Harahap. (2017). Hukum Acara Perdata Tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan,Pembuktian dan Putusan Pengadilan. Sinar Grafika.

Yue Guan, & Eni Oktaviani,. (2021). Meningkatkan Efisiensi Peradilan Dalam Tata Cara Prosedural Litigasi Perdata Indonesia. De Lega Lata : Jurnal Ilmu Hukum, 6(2).

Zaindduin Ali. (2009). Metode Penelitian Hukun. Sinar Grafika.

Downloads

Published

2026-05-30

Issue

Section

Articles