Konstruksi Hukum Aset Pihak Ketiga sebagai Boedel Pailit dalam Skema Triangulasi Utang-Piutang (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 179 K/Pdt.Sus-Pailit/2020)
DOI:
https://doi.org/10.12928/adlp.v6i1.15823Keywords:
Actio Pauliana, Kreditor Konkuren, Pengalihan Aset Pihak Ketiga, Kepailitan, Konstruksi HukumAbstract
Penelitian ini mengkaji konstruksi hukum actio pauliana terhadap aset milik pihak ketiga yang dialihkan sebagai pembayaran utang debitor pailit dalam periode kritis satu tahun sebelum putusan pailit dijatuhkan, isu yang belum banyak dibedah dalam penelitian terdahulu yang umumnya berfokus pada pengalihan aset langsung debitor-kreditor atau perlindungan pembeli beritikad baik. Penelitian ini bertujuan menjawab dua rumusan masalah, yaitu bagaimana konstruksi hukum pengalihan aset pihak ketiga sebagai pembayaran utang debitor pailit dalam kerangka actio pauliana, dan bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap kreditor konkuren atas pengalihan tersebut, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 179 K/Pdt.Sus-Pailit/2020. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual dengan analisis preskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung menerapkan prinsip substance over form untuk mengategorikan aset pihak ketiga sebagai bagian boedel pailit berdasarkan teori tanggungan umum, sekaligus mencerminkan rasionalitas disgorging unjust enrichment guna mencegah keuntungan tidak adil bagi kreditor penerima. Namun, penerapan substance over form perlu dibatasi pada kriteria kumulatif tertentu karena tidak berbasis norma perdata eksplisit, dan ratio decidendi Mahkamah Agung masih menyisakan kelemahan elaboratif sehingga kepastian hukum yang terbentuk bersifat retrospektif. Penelitian ini berkontribusi memperluas cakupan actio pauliana terhadap skema triangulasi utang-piutang dalam hukum kepailitan Indonesia.
Kata Kunci: Actio Pauliana; Kreditor Konkuren; Pengalihan Aset Pihak Ketiga; Kepailitan; Konstruksi Hukum.
References
Baird, D., & Jackson, T. (1985). Fraudulent Conveyance Law and Its Proper Domain. Vanderbilt Law Review, 38(4), 829.
Bediona, K., Muhamad Rafly Falah Herliansyah, Randi Hilman Nurjaman, & Dzulfikri Syarifuddin. (2024). Analisis Teori Perlindungan Hukum Menurut Philipus M Hadjon Dalam Kaitannya Dengan Pemberian Hukuman Kebiri Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum Dan Masyarakat, 2(01). https://journal.forikami.com/index.php/dassollen/article/view/557
Budiono, H., & Moeliono, T. P. (2006). Asas keseimbangan bagi hukum perjanjian Indonesia: Hukum perjanjian berlandaskan asas-asas wigati Indonesia (Cet. 1). Citra Aditya Bakti.
Burrows, A. S. (2011). The Law of Restitution. OUP Oxford. https://books.google.co.id/books?id=3T78CivfXpQC
Direktori Putusan. (t.t.). Diambil 6 Januari 2026, dari https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/4c7abd71cd675033164293d75de9706b.html
Fachri Rizqi Ramadhan Palallo. (2025). Tanggung Jawab Dewan Komisaris dalam Kepailitan Perseroan Terbatas di Indonesia: Studi Komparatif dengan Negara Vietnam. https://doi.org/10.5281/ZENODO.17893386
Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat di Indonesia: Sebuah studi tentang prinsip-prinsipnya, penanganannya oleh pengadilan dalam lingkungan peradilan umum dan pembentukan peradilan administrasi negara. Bina Ilmu. https://books.google.co.id/books?id=zzjaGwAACAAJ
Hasiholan, R. (2021). Analisis Yuridis Penerapan Prinsip Substance Over Form Dalam Hukum Kontrak Di Indonesia [Universitas Gadjah Mada]. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/206964
Heng, R. J., & Adam, R. C. (2025). Developers’ Immunity Rights in Debt Payment Deferrals for Legal Certainty: Hak Imunitas Pengembang dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang untuk Kepastian Hukum. Indonesian Journal of Law and Economics Review, 20(4), 10.21070/ijler.v20i4.1325. https://doi.org/10.21070/ijler.v20i4.1325
Hoff, J., & Muljadi, K. (2000). Undang-undang kepailitan di Indonesia. PT. Tatanusa.
Imran Nating. (2017). Peranan dan Tanggung Jawab Kurator dalam Pengurusan dan Pemberesan Harta Pailit. Rajagrafindo Persada. https://www.rajagrafindo.co.id/produk/peranan-dan-tanggung-jawab-kurator/
Johnny Ibrahim. (2015). Teori & Metodologi Penelitian Hukum Normatif. https://bintangpusnas.perpusnas.go.id/konten/BK26135/teori-and-metodologi-penelitian-hukum-normatif
Marzuki, P. D. M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenada Media.
Mertokusumo, S. (1986). Mengenal hukum (suatu pengantar). Liberty. https://books.google.co.id/books?id=piBEtwAACAAJ
Mitchell, C., Watterson, S., QC, A. F., & Legge, H. (2007). Subrogation: Law and Practice. OUP Oxford. https://books.google.co.id/books?id=sPrEQgAACAAJ
Muljadi, K., & Widjaja, G. (2003). Pedoman menangani perkara kepailitan (Cet. 1). Rajagrafindo Persada (Rajawali Pers).
Munir Fuady. (2016). Hukum Pailit dalam Teori dan Praktek | JDIH Kementerian Keuangan. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://jdih.kemenkeu.go.id/dok/fa8c9901-a08d-4b27-411b-08db6e8b31bb
Ningrum & Nasichin. (2024). Perlindungan Hukum Pihak Ketiga Yang Beritikad Baik Akibat Penerapan Asas Actio pauliana. Duta Hukum, 1(1), 82–94.
Panatagama, A. (2020). Actio pauliana Dalam Kepailitan Yang Melebihi Jangka Waktu Satu Tahun. Jurist-Diction, 3(4), 1249. https://doi.org/10.20473/jd.v3i4.20205
Prasetya, R. (with Indonesia). (1995). Kedudukan mandiri perseroan terbatas: Disertai dengan ulasan menurut U.U. no. 1 tahun 1995 Tentang Perseroan Terbatas (Cet. 1). Citra Aditya Bakti.
R. Subekti, 1914-. (2009). Kitab undang-undang hukum perdata = Burgerlijk wtboek. Pradnya Paramita. Universitas Indonesia Library. https://lib.ui.ac.id
Rapli, M., Wijaya, A., & Nugraha, S. (2025). Transformasi Doktrin Unjust Enrichment dalam Penyelesaian Sengketa Perdata di Indonesia. Journal of Innovative and Creativity, 5(3), 36249–36256. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.5566
Setyabudi, A. H., Janisriwati, S., & Windra Syahrial, I. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Pihak Ketiga Dalam Actio pauliana. Jurnal Magister Hukum ARGUMENTUM, 9(1), 119–127. https://doi.org/10.24123/argu.v9i1.5771
Situs Web Kepaniteraan Mahkamah Agung RI. (2018, April 17). https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/publikasi/laporan-tahunan/1693-laporan-tahunan-2019
Sjahdeini, Sutan Remy. (2009). Hukum Kepailitan: Memahami Undang-Undang No.37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan | Perpustakaan Prof. DR. Soegarda Poerbakawatja. //lib.uta45jakarta.ac.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D2992
Soekanto, S. (1986). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Penerbit CV. Rajawali. https://books.google.co.id/books?id=_Y1GPAAACAAJ
Sokhib Naim, Wahab Aznul Hidaya, Valentino Cirilo Sambang, & Sabrin S. Hi Mustafa. (2025). Perwujudan Restitutio in Integrum Sebagai Hak Anak Korban Tindak Pidana. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 1683–1696. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12668
UU No. 37 Tahun 2004. (t.t.). Database Peraturan | JDIH BPK. Diambil 6 Januari 2026, dari http://peraturan.bpk.go.id/Details/40784
Warren, E., & Westbrook, J. L. (1991). The Law of Debtors and Creditors: Text, Cases, and Problems. Little, Brown. https://books.google.co.id/books?id=rIdAAQAAIAAJ
Widhiyanti, H. N., Suhariningsih, & Arini. (2024). Klausula Novasi Dalam Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan. Notaire, 7(3), 397–420. https://doi.org/10.20473/ntr.v7i3.58338
Wijaya, I. G. R. (2006). Hukum perusahaan khusus pemahaman atas Undang-undang nomor1 tahun 1995 perseroan terbatas berlaku (efektif) sejak 7 Maret 1996 (Cet. 6). Kesaint Blanc.
Wijayanta, T. (2014). Asas Kepastian Hukum, Keadilan Dan Kemanfaatan Dalam Kaitannya Dengan Putusan Kepailitan Pengadilan Niaga. Jurnal Dinamika Hukum, 14(2), 216–226. https://doi.org/10.20884/1.jdh.2014.14.2.291
Yuhelson, Y. (2025). The Influence Of Bankruptcy Law In The Settlement Of Problem Debt Loans Related To Investment Development In Indonesia: The Influence Of Bankruptcy Law In The Settlement Of Problem Debt Loans Related To Investment Development In Indonesia. PENA LAW: International Journal of Law, 2(3). https://doi.org/10.56107/penalaw.v2i3.203
Zahlan, M., Sujanto, A., & Anggawira, A. (2022). Paritas Creditorium Dalam Putusan Kepailitan Pada Korporasi (No.26/Pdt.Sus-Pembatalan Perdamaian /2022/Pn Niaga Jkt.Pst). JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana, 5(1), 66. https://doi.org/10.46930/jurnalrectum.v5i1.2549
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Melki T. Tunggati, Arif Mahfudin Ibrahim, Sri Wahyuni S. Moha, Sri Olawaty Suaib

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal. Please also carefully read the Ahmad Dahlan Legal Perspective Author Guidelines at http://journal2.uad.ac.id/index.php/adlp/about/submissions#onlineSubmissions
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities “tacitly or explicitly“ of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
Copyright
Authors who publish with the Ahmad Dahlan Legal Perspective agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.












