Label Kebahasaan sebagai Praktik Victim Blaming dalam Komentar Media Sosial di TikTok

Authors

  • Felix Brian Hari Ekaristanto Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Indonesia
  • Fitri Alfarisy Queen's University Belfast, United Kingdom

DOI:

https://doi.org/10.12928/mms.v7i2.16943

Keywords:

Analisis Wacana Kritis, Media Sosial, Norman Fairclough, Pelecehan Seksual, Victim Blaming

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk penggunaan bahasa yang merepresentasikan victim blaming dalam komentar media sosial terhadap korban pelecehan seksual. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Data penelitian berupa komentar warganet pada unggahan media sosial TikTok mengenai dua kasus pelecehan seksual, yaitu kasus pelecehan terhadap jamaah perempuan di Tanah Suci dan kasus pelecehan verbal oleh petugas KRL terhadap penumpang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik victim blaming direpresentasikan melalui beberapa strategi kebahasaan, yaitu (1) pelabelan negatif terhadap korban, seperti “wanita lemah”, “sok cantik”, “halu”, dan “baper”; (2) penggunaan modalitas deontik yang menempatkan korban sebagai pihak yang seharusnya bertindak sesuai norma tertentu; (3) penggunaan modalitas epistemik yang memperlihatkan keyakinan penutur dalam mendefinisikan penyebab maupun batasan pelecehan seksual; (4) penggunaan presuposisi yang menganggap korban turut berkontribusi terhadap terjadinya pelecehan; serta (5) representasi yang mengalihkan tanggung jawab dari pelaku kepada korban melalui wacana risiko, ujian, balasan, maupun kewajiban moral. Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai praktik sosial yang membentuk cara masyarakat memandang korban dan pelaku dalam kasus pelecehan seksual.

References

Agdelia, S. P., & Kartika, A. (2025). Gendered oppression and textual power: A critical discourse analysis of online gender-based violence in the RK case on IDNTimes.com. Digital Theory, Culture & Society, 3(2), 70–75. https://doi.org/10.61126/dtcs.v3i2.117

Akmal, R., Putra, A. W., & Indriyany, I. A. (2026). Dinamika Pelecehan Seksual Verbal di Media Sosial: Analisis Standar Ganda pada Kekerasan Gender Berbasis Online. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(5). https://doi.org/https://doi.org/10.56799/jim.v5i5.16205

Alfi, I., & Halwati, U. (2019). Faktor-faktor Blaming the Victim (Menyalahkan Korban) di Wilayah Praktik Kerja Sosial. Islamic Management and Empowerment Journal, 1(2), 217–228. https://doi.org/10.18326/imej.v1i2.217-228

Alwi, H. (1992). Modalitas dalam Bahasa Indonesia (First). Kanisius Yogyakarta.

Ayuningrum, N. G. (2021). Analisis Wacana Kritis Komentar Seksual dalam Media Sosial Twitter Laki-Laki Berekspresi Gender Feminin. Jurnal Wanita Dan Keluarga, 2(2), 121–130. https://doi.org/10.22146/jwk.3620

Azizah, S. N., Alia, M. N., & Mujayapura, M. R. R. (2025). Fenomena Victim Blaming dalam Kasus Pelecehan: Kebiasaan Buruk yang Terus Dinormalisasi. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(6), 2361–2368. https://doi.org/https://doi.org/10.31604/jips.v12i6.2025.2361-2368

Azzen, S. K. (2025). Objectification of female cosplayers in Indonesian digital communities: A case study of Ai Kirishima. An-Nisa Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman, 18(1), 45–58. https://doi.org/10.35719/annisa.v18i1.310

Fairclough, N. (1996). Language and Power. Longman Inc.

Firmanda, H., Azlina, I. I. S., & Septipah, I. (2023). Perlindungan Korban Kekerasan Seksual yang Mengalami Victim Blaming di Media Sosial Berdasarkan Aliran Realisme Hukum. Reformasi Hukum, 27(1), 32–41. https://doi.org/10.46257/jrh.v27i1.489

Hazimah, A., Reviel, D., Aprilia, L., Dea, I. M., & Lubis, M. (2024). Analisis Wacana pada Media Sosial: Studi Kasus Penggunaan Bahasa pada Media Sosial X (Twitter). 1(4). https://jicnusantara.com/index.php/jiic

Isnaini, I., Nasyiriyah, T. N., Istighfari Aulia, N., & Rohmah, S. (2025). The Role of Digital Literacy in social media. MIMESIS, 6(1), 58–74. https://doi.org/10.12928/mms.v6i1.12242

Kusuma, A., Al Barqi, M. F., Faisal, A., & Ulum, B. (2024). Analisis Wacana Kritis dalam Media Sosial Instagram tentang “Wanita Karir” Model Analisis Norman Fairclough. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 5(2). https://doi.org/10.47453/Adhi

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa (9th ed.). Rajawali Pers. www.rajagrafindo.co.id

Musdolifah, A., Azzahra, F., Hasanah, M. M., Budiono, N. H., Yusuf, S., & Darmawan, I. (2025). Analisis Wacana Kritis terhadap Komentar Negatif Terkait Childfree di Media Sosial dengan Perspektif Sara Mills. JURNAL BASTRA, 10(2), 2025. https://doi.org/10.36709/bastra

Muttaqin, M. Z., & Sriyono, S. (2021). Konstruksi Opini Publik melalui Media Sosial: Studi Pendekatan Analisis Wacana Kritis Grup Facebook Lintas Kejadian Kota Jayapura pada Bulan Juni 2021. POLITICOS: Jurnal Politik Dan Pemerintahan, 1(2), 113–129. https://doi.org/10.22225/politicos.1.2.2021.113-129

Nirmalasari, A., & Sarwono, B. (2021). Symbolic Violence Manifestation Behind Victim Blaming Practices. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 26–33. https://doi.org/https://doi.org/10.2991/assehr.k.210531.004

Nurhaliza, U., S., & Astuti, K. (2025). The Impact of Victim Blaming on social media and Handling Efforts for Victims of Sexual Violence Citation. 05(04), 1623–1634. https://doi.org/https://doi.org/10.54518/rh.5.4.2025.758

Nuswantara, N. G. (2019). Visualisasi Tagar dalam Media Sosial Instagram (Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough). Jurnal Dekave, 12(2), 21–24. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/dkv.v12i2.3521

Petter, S., & Giddens, L. (2023). Is it Your Fault? Framing Social Media Inclusion and Exclusion Using Just World Theory. Journal of the Association for Information Systems, 24(5), 1248–1270. https://doi.org/10.17705/1jais.00813

Saputra, R., & Gusnita, C. (2021). Victim Blaming Korban Pelecehan Seksual secara Verbal di Media Sosial Instagram. Jurnal Anomie, 3(2), 99–111. https://jom.fisip.budiluhur.ac.id/anomie/article/view/503

Sari, N. A., & Yusriansya, E. (2020). Analisis Wacana Kritis Terhadap Konten Media Sosial “Bekal Buat Suami” dalam Perspektif Gender. Seminar Nasional Linguistik Dadn Sastra, 68–80. https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks

Suvarna, A., Bhalla, G., Kumar, S., & Bhardwaj, A. (2020). Identifying Victim Blaming Language in Discussions about Sexual Assaults on Twitter. ACM International Conference Proceeding Series, 156–163. https://doi.org/10.1145/3400806.3400825

Wright, E., Eriksson, L., & Bond, C. E. W. (2026). Victim Blaming, Gender, and Social Media Commentary: A Randomized Vignette Study of Audience Comments on News Reports of Intimate Partner Homicide. Journal of Interpersonal Violence, 41(9–10), 1836–1863. https://doi.org/10.1177/08862605251322816

Xanderina, M., Putri, M. R. K., & Parhusip, J. (2024). Peran Etika Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Teknologi Informasi Pada Media Sosial. Informatech: Jurnal Ilmiah Informatika Dan Komputer, 1(2), 211–217. https://doi.org/https://doi.org/10.69533/4hchfz57

Published

2026-07-28

Issue

Section

Articles