Analisis Linguistik Forensik pada Dokumen Persidangan Kasus Pencemaran Nama Baik Kasus Dana Arisan Perguruan
DOI:
https://doi.org/10.12928/mms.v7i2.16555Keywords:
Bukti Kebahasaan, Komunikasi Digital, Linguistik Forensik, Pencemaran Nama Baik, SemantikAbstract
Perkembangan komunikasi digital meningkatkan potensi terjadinya kejahatan berbahasa, termasuk pencemaran nama baik yang pembuktiannya bergantung pada analisis kebahasaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kejahatan berbahasa serta menganalisis pemenuhan unsur delik pencemaran nama baik melalui pendekatan linguistik forensik pada dokumen persidangan kasus pencemaran nama baik terkait dana arisan perguruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa dokumen putusan pengadilan yang memuat bukti percakapan WhatsApp. Data dianalisis menggunakan pendekatan semantik leksikal dan semantik kontekstual melalui analisis komponen makna terhadap satuan kebahasaan yang mengandung muatan evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan lima satuan kebahasaan yang berpotensi menjadi bukti kebahasaan dalam perkara pencemaran nama baik, yaitu frasa bukan fitnah serta kata perampokan, pengecut, bersekongkol, nilep. Secara leksikal, satuan-satuan tersebut mengandung komponen makna yang berkaitan dengan tuduhan, kriminalitas, penghinaan, konspirasi, dan penguasaan harta secara tidak sah. Secara kontekstual, penggunaannya membangun praanggapan, pelabelan negatif, dan citra buruk terhadap pihak yang dituju sehingga mempersempit ruang interpretasi pembaca. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pilihan diksi tersebut memiliki karakteristik kebahasaan yang relevan dengan unsur pencemaran nama baik yang diatur dalam Pasal 27A Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 310 ayat (1) KUHP. Penelitian ini menegaskan bahwa analisis semantik dalam perspektif linguistik forensik dapat menjadi pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi bukti kebahasaan pada perkara pencemaran nama baik di ruang komunikasi digital.
References
Agustin, I. S. U. N., & Michael, T. (2022). Pencemaran Nama Baik oleh Warganet dalam Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. COURT REVIEW: Jurnal Penelitian Hukum, 2(4), 26–37. https://doi.org/https://doi.org/10.69957/cr.v2i04.354
Anisa, Z. N., & Suswandi, I. (2025). Analisis Linguistik Forensik terhadap Profiling Teddy Minahasa dalam Kasus Narkotika. INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(3), 240–252. https://doi.org/10.59562/indonesia.v6i3.77585
Arimi, S., & Adelawati, M. (2024). Kasus Hukum Ahmad Dhani: Kajian Linguistik Forensik atas Pencemaran Nama Baik. SUAR BETANG, 19(1), 127–139. https://doi.org/10.26499/surbet.v19i1.14995
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016a). Bahasa. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Bahasa.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016b). Bersekongkol. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Bersekongkol.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016c). Fitnah. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Fitnah.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016d). Pengecut. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Pengecut.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016e). Perampokan. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Perampokan.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016f). Semantik. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Semantik.
Budiarti, D., & Faris, I. N. I. (2022). Analisis Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik terhadap Figur Publik oleh Warganet Instagram. Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, Dan Pendidikan, 7(2), 138–148. https://doi.org/10.51673/jurnalistrendi.v7i2.1163
Cahyanti, A. S., & Sabardila, A. (2020). Analisis Penggunaan Kalimat Sarkasme oleh Netizen di Media Sosial Instagram. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 4(2), 186–195. https://doi.org/https://doi.org/10.30651/lf.v4i2.5094
Coulthard, M., & Johnson, A. (2010). The Routledge Handbook of Forensic Linguistics. Routledge.
Daud, R. F. (2021). Dampak Perkembangan Teknologi Komunikasi Terhadap Bahasa Indonesia. Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 252–269. https://doi.org/10.30596/interaksi.v5i2.7539
Dharmayanti, F. L. (2023). Kejahatan Berbahasa dalam Dokumen Persidangan Kasus Pembunuhan Brigadir J: Kajian Linguistik Forensik [Thesis, Universitas Muhammadiyah Malang]. https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/2457/
Fatahuddin, Iswary, E., & Saleh, F. (2022). Tindak Tutur Asertif Pencemaran Nama Baik di Sosial Media: Linguistik Forensik. IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(1), 8–22. https://doi.org/https://doi.org/10.46918/idiomatik.v5i1.1412
Gui, M. D., & Darma. (2023). Ragam Bahasa Dalam Bahasa Indonesia. Mosikolah: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1(2), 8–12. https://pendidikan.e-jurnal.web.id/index.php/terbaru/article/view/22
Halid, R. (2022). Tindak Tutur Pelaku Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Kajian Linguistik Forensik. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 5(2), 441–458. https://jurnal.umk.ac.id/index.php/kredo/index
Harlin. (2018). Variasi Bahasa Bagian Kedua. Https://Balaibahasaprovinsimaluku.Kemendikdasmen.Go.Id/2018/07/Variasi-Bahasa-Bagian-Kedua/.
Ikhwan, M. (2022). Manajemen Media Kontemporer: Mengelola Media Cetak, Penyiaran, dan Digital (Edisi Pertama). Kencana.
Ilham, M., Repelita, T., Kurniawan, A., & Nafisatustsani, R. (2025). Analisis Bentuk Dan Pilihan Kata (Diksi) Dalam Penulisan Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Februari, 11(2.B), 176–181. https://doi.org/https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/11560
Julianti, Y. D., Wuyi, Z., & Suswandi, I. (2026). Analisis Perluasan Makna Kata Kocak pada Gen-Z: Kajian Semantik. MIMESIS, 7(1), 72–82. https://doi.org/10.12928/mms.v7i1.15586
Kinanti, K. P., & Astuti, E. S. (2021). Analisis Komponen Makna Kata Bermakna “Melihat” dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa (Analisis Kontrastif). Basastra: Jurnal Kajian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(3), 210–224. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/bss.v10i3.27015
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik (Edisi Keempat). PT Gramedia Pustaka Utama.
Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa Sebagai Alat Komunikasi Dalam Kehidupan Manusia. KAMPRET Journal, 1(2), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.35335/kampret.v1i1.8
Mangara, J. N., & Cindoswari, A. R. (2023). Analisis Komunikasi Digital pada Aksi Kekerasan Verbal Komunitas Mobile Legends Squads Project TRV di Kota Batam. Scientia Journal, 5(3), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.33884/scientiajournal.v5i3.7827
Mintowati. (2016). Pencemaran Nama Baik: Kajian Linguistik Forensik. PARAMASASTRA: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya, 3(2), 197–208. http://journal.unesa.ac.id/index.php/paramasastra
Ngalimun, Kamal, S., & Mubarak, H. (2026). Komunikasi dan Bahasa di Era Digital. Masca: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 1–10. https://ypmsc.org/index.php/mjik
Oktiawan, C. (2021). Yuridis Tindak Pidana Ujaran Kebencian dalam Media Sosial. Al Adl: Jurnal Hukum, 13(1), 168–188. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.31602/al-adl.v13i1.3938
Panggabean, S. (2022). Analisis Wacana dalam Perspektif Linguistik Forensik (E. B. Surbakti, Ed.). Penerbit Adab.
Putri, A. Y., Sholikhah, H. A., Nuzula, K., Prasetyo, C. T., & Fikri. (2025). Ketakutan yang Direkayasa: Analisis Linguistik Forensik atas Hoaks “Petrus” dalam Pesan WhatsApp. In A. Fawaid (Ed.), Prosiding SENALA: Seminar Nasional Linguistik Indonesia (2025) (pp. 75–83). Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur. https://senala.upnjatim.ac.id/index.php/senala/article/view/40
Putusan Nomor 45/PID/2024/PT SBY, Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia 1 (2024). https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaeeba671aa7c4f89a0b313031373238.html
Rusdiansyah. (2020). Hukum dan Linguistik Forensik. Al-Amwal: Journal of Islamic Economic Law, 5(1), 21–31. https://doi.org/10.24256/alw.v5i1.1420
Sihombing, S., Simanjuntak, V. D., & Baheramsyah, Y. (2024). Analisis Dugaan Pencemaran Nama Baik Marissa Icha Oleh Medina Zein: Kajian Linguistik Forensik. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa Dan Pendidikan, 4(1), 53–61. https://doi.org/10.55606/cendikia.v4i1.2238
Subyantoro. (2019). Linguistik Forensik: Sumbangsih Kajian Bahasa dalam Penegakan HUKUM. ADIL INDONESIA JURNAL, 1(1), 36–50. https://doi.org/https://doi.org/10.35473/aij.v1i1.141
Sudaryanto. (2018). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. SDU Press.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Heri Kurniawan, Irwan Suswandi, Tsurayya Yusra Zahirah Zahra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities tacitly or explicitly of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
Copyright
Authors who publish with Mimesis agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









