Analisis Linguistik Forensik pada Dokumen Persidangan Kasus Pencemaran Nama Baik Kasus Dana Arisan Perguruan

Authors

  • Heri Kurniawan Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
  • Irwan Suswandi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
  • Tsurayya Yusra Zahirah Zahra Guangdong University of Foreign Studies, Tiongkok

DOI:

https://doi.org/10.12928/mms.v7i2.16555

Keywords:

Bukti Kebahasaan, Komunikasi Digital, Linguistik Forensik, Pencemaran Nama Baik, Semantik

Abstract

Perkembangan komunikasi digital meningkatkan potensi terjadinya kejahatan berbahasa, termasuk pencemaran nama baik yang pembuktiannya bergantung pada analisis kebahasaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kejahatan berbahasa serta menganalisis pemenuhan unsur delik pencemaran nama baik melalui pendekatan linguistik forensik pada dokumen persidangan kasus pencemaran nama baik terkait dana arisan perguruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa dokumen putusan pengadilan yang memuat bukti percakapan WhatsApp. Data dianalisis menggunakan pendekatan semantik leksikal dan semantik kontekstual melalui analisis komponen makna terhadap satuan kebahasaan yang mengandung muatan evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan lima satuan kebahasaan yang berpotensi menjadi bukti kebahasaan dalam perkara pencemaran nama baik, yaitu frasa bukan fitnah serta kata perampokan, pengecut, bersekongkol, nilep. Secara leksikal, satuan-satuan tersebut mengandung komponen makna yang berkaitan dengan tuduhan, kriminalitas, penghinaan, konspirasi, dan penguasaan harta secara tidak sah. Secara kontekstual, penggunaannya membangun praanggapan, pelabelan negatif, dan citra buruk terhadap pihak yang dituju sehingga mempersempit ruang interpretasi pembaca. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pilihan diksi tersebut memiliki karakteristik kebahasaan yang relevan dengan unsur pencemaran nama baik yang diatur dalam Pasal 27A Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 310 ayat (1) KUHP. Penelitian ini menegaskan bahwa analisis semantik dalam perspektif linguistik forensik dapat menjadi pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi bukti kebahasaan pada perkara pencemaran nama baik di ruang komunikasi digital. 

References

Agustin, I. S. U. N., & Michael, T. (2022). Pencemaran Nama Baik oleh Warganet dalam Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. COURT REVIEW: Jurnal Penelitian Hukum, 2(4), 26–37. https://doi.org/https://doi.org/10.69957/cr.v2i04.354

Anisa, Z. N., & Suswandi, I. (2025). Analisis Linguistik Forensik terhadap Profiling Teddy Minahasa dalam Kasus Narkotika. INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(3), 240–252. https://doi.org/10.59562/indonesia.v6i3.77585

Arimi, S., & Adelawati, M. (2024). Kasus Hukum Ahmad Dhani: Kajian Linguistik Forensik atas Pencemaran Nama Baik. SUAR BETANG, 19(1), 127–139. https://doi.org/10.26499/surbet.v19i1.14995

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016a). Bahasa. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Bahasa.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016b). Bersekongkol. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Bersekongkol.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016c). Fitnah. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Fitnah.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016d). Pengecut. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Pengecut.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016e). Perampokan. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Perampokan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016f). Semantik. Https://Kbbi.Kemendikdasmen.Go.Id/Entri/Semantik.

Budiarti, D., & Faris, I. N. I. (2022). Analisis Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik terhadap Figur Publik oleh Warganet Instagram. Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, Dan Pendidikan, 7(2), 138–148. https://doi.org/10.51673/jurnalistrendi.v7i2.1163

Cahyanti, A. S., & Sabardila, A. (2020). Analisis Penggunaan Kalimat Sarkasme oleh Netizen di Media Sosial Instagram. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 4(2), 186–195. https://doi.org/https://doi.org/10.30651/lf.v4i2.5094

Coulthard, M., & Johnson, A. (2010). The Routledge Handbook of Forensic Linguistics. Routledge.

Daud, R. F. (2021). Dampak Perkembangan Teknologi Komunikasi Terhadap Bahasa Indonesia. Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 252–269. https://doi.org/10.30596/interaksi.v5i2.7539

Dharmayanti, F. L. (2023). Kejahatan Berbahasa dalam Dokumen Persidangan Kasus Pembunuhan Brigadir J: Kajian Linguistik Forensik [Thesis, Universitas Muhammadiyah Malang]. https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/2457/

Fatahuddin, Iswary, E., & Saleh, F. (2022). Tindak Tutur Asertif Pencemaran Nama Baik di Sosial Media: Linguistik Forensik. IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(1), 8–22. https://doi.org/https://doi.org/10.46918/idiomatik.v5i1.1412

Gui, M. D., & Darma. (2023). Ragam Bahasa Dalam Bahasa Indonesia. Mosikolah: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1(2), 8–12. https://pendidikan.e-jurnal.web.id/index.php/terbaru/article/view/22

Halid, R. (2022). Tindak Tutur Pelaku Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Kajian Linguistik Forensik. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 5(2), 441–458. https://jurnal.umk.ac.id/index.php/kredo/index

Harlin. (2018). Variasi Bahasa Bagian Kedua. Https://Balaibahasaprovinsimaluku.Kemendikdasmen.Go.Id/2018/07/Variasi-Bahasa-Bagian-Kedua/.

Ikhwan, M. (2022). Manajemen Media Kontemporer: Mengelola Media Cetak, Penyiaran, dan Digital (Edisi Pertama). Kencana.

Ilham, M., Repelita, T., Kurniawan, A., & Nafisatustsani, R. (2025). Analisis Bentuk Dan Pilihan Kata (Diksi) Dalam Penulisan Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Februari, 11(2.B), 176–181. https://doi.org/https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/11560

Julianti, Y. D., Wuyi, Z., & Suswandi, I. (2026). Analisis Perluasan Makna Kata Kocak pada Gen-Z: Kajian Semantik. MIMESIS, 7(1), 72–82. https://doi.org/10.12928/mms.v7i1.15586

Kinanti, K. P., & Astuti, E. S. (2021). Analisis Komponen Makna Kata Bermakna “Melihat” dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa (Analisis Kontrastif). Basastra: Jurnal Kajian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(3), 210–224. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/bss.v10i3.27015

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik (Edisi Keempat). PT Gramedia Pustaka Utama.

Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa Sebagai Alat Komunikasi Dalam Kehidupan Manusia. KAMPRET Journal, 1(2), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.35335/kampret.v1i1.8

Mangara, J. N., & Cindoswari, A. R. (2023). Analisis Komunikasi Digital pada Aksi Kekerasan Verbal Komunitas Mobile Legends Squads Project TRV di Kota Batam. Scientia Journal, 5(3), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.33884/scientiajournal.v5i3.7827

Mintowati. (2016). Pencemaran Nama Baik: Kajian Linguistik Forensik. PARAMASASTRA: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya, 3(2), 197–208. http://journal.unesa.ac.id/index.php/paramasastra

Ngalimun, Kamal, S., & Mubarak, H. (2026). Komunikasi dan Bahasa di Era Digital. Masca: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 1–10. https://ypmsc.org/index.php/mjik

Oktiawan, C. (2021). Yuridis Tindak Pidana Ujaran Kebencian dalam Media Sosial. Al Adl: Jurnal Hukum, 13(1), 168–188. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.31602/al-adl.v13i1.3938

Panggabean, S. (2022). Analisis Wacana dalam Perspektif Linguistik Forensik (E. B. Surbakti, Ed.). Penerbit Adab.

Putri, A. Y., Sholikhah, H. A., Nuzula, K., Prasetyo, C. T., & Fikri. (2025). Ketakutan yang Direkayasa: Analisis Linguistik Forensik atas Hoaks “Petrus” dalam Pesan WhatsApp. In A. Fawaid (Ed.), Prosiding SENALA: Seminar Nasional Linguistik Indonesia (2025) (pp. 75–83). Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur. https://senala.upnjatim.ac.id/index.php/senala/article/view/40

Putusan Nomor 45/PID/2024/PT SBY, Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia 1 (2024). https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaeeba671aa7c4f89a0b313031373238.html

Rusdiansyah. (2020). Hukum dan Linguistik Forensik. Al-Amwal: Journal of Islamic Economic Law, 5(1), 21–31. https://doi.org/10.24256/alw.v5i1.1420

Sihombing, S., Simanjuntak, V. D., & Baheramsyah, Y. (2024). Analisis Dugaan Pencemaran Nama Baik Marissa Icha Oleh Medina Zein: Kajian Linguistik Forensik. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa Dan Pendidikan, 4(1), 53–61. https://doi.org/10.55606/cendikia.v4i1.2238

Subyantoro. (2019). Linguistik Forensik: Sumbangsih Kajian Bahasa dalam Penegakan HUKUM. ADIL INDONESIA JURNAL, 1(1), 36–50. https://doi.org/https://doi.org/10.35473/aij.v1i1.141

Sudaryanto. (2018). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. SDU Press.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Alfabeta.

Published

2026-07-19

Issue

Section

Articles