Representasi Sagu dalam Puisi “Sagu Ambon” Karya W.S Rendra: Kajian Semiotika Roland Barthes
DOI:
https://doi.org/10.12928/mms.v7i2.16378Keywords:
Puisi, Roland Barthes, Sagu; Semiotika, Simbol BudayaAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca simbol sagu dalam puisi “Sagu Ambon” karya W.S. Rendra sebagai representasi budaya lokal yang berkaitan dengan pengalaman konflik, identitas kolektif, dan gagasan perdamaian masyarakat Maluku. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi sagu dalam puisi “Sagu Ambon” berdasarkan perspektif semiotika Roland Barthes. Teori yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes yang menekankan tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka serta baca-catat terhadap kata, frasa, larik, dan bait yang memuat tanda tentang sagu. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi penanda dan petanda, menafsirkan makna denotatif dan konotatif, serta mengungkap mitos yang terbentuk melalui tanda tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif sagu merepresentasikan pangan lokal dan realitas material masyarakat Maluku. Secara konotatif, sagu menjadi simbol keharmonisan, kebersamaan, dan identitas budaya kolektif. Pada tingkat mitos, sagu membangun ideologi perdamaian dan rekonsiliasi yang menegaskan pentingnya persaudaraan di tengah perbedaan sosial, agama, dan budaya. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian sastra tentang penerapan semiotika Barthes dalam analisis puisi Indonesia. Selain memberikan kontribusi teoretis terhadap kajian semiotika sastra, penelitian ini juga memperkaya perspektif mengenai representasi pangan lokal sebagai bagian dari konstruksi makna budaya dalam karya sastra Indonesia.
References
Ade, A. M. (2022). Sagu Nusantara. Samudra Biru.
Arif, A. (2019). Sagu Papua untuk dunia. Kepustakaan Populer Gramedia.
Barthes, R. (2017). Elemen-Elemen Semiologi.
Basri, S., & Sari, E. (2019). Tari Remo (Ngremong): Sebuah Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Makna Denotasi dan Konotasi dalam Tari Remo (Ngremong). GETER: Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 2(1), 55–69. https://doi.org/10.26740/geter.v2n1.p55-69
Chairun Nisa, & Roita Sinaga. (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Nilai Nasionalisme dalam Novel Titik Nadir Karya Windy Joana. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 3(2), 271–280. https://doi.org/10.37304/enggang.v3i2.9139
Dahlan, D., & Wahyuni, I. (2022). Metafora dalam Kumpulan Cerpen Kenang-Kenangan Seorang Wanita Pemalu Karya WS Rendra. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya. http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v6i2.6708
Darmawati, B. (2017). Menggugah Identitas Kebangsaan Melalui Puisi. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 6(1), 42. https://doi.org/10.26499/jentera.v6i1.333
Eli, S. P. M. P., Nurul Azmi, S. P. M. P., Dr. Faisal, S. P. M. P., Junaidi, S. P. M. P., Putry Julia, S. P. M. P., Irwan, M. S., Nur Ainun, S. P. M. P., & Maulidar, S. P. M. P. (2025). Menyelami Dunia Sastra: Kajian Puisi, Cerpen, Drama, dan Warisan Budaya. Penerbit K-Media.
Faizun, M. (2020). Analisis Gaya Bahasa dalam Puisi ada Tilgram Tiba Senja Karya W.S. Rendra: Kajian Stilistika. KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 4(1), 67–82. https://doi.org/10.24176/kredo.v4i1.4658
Handayani, D., Nurhayati, E., & Aryana, S. (2022). Analisis Makna Konotasi pada Puisi Surat Cinta Karya Ws Rendra Menggunakan Pendekatan Semiotik. Parole : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(6), 345–356. https://doi.org/10.22460/parole.v5i6.11904
Hasbullah, Hidayat, F., & Nasrul, W. (2024). Ekstraksi Dan Pemanfaatan Sagu (Metroxilon sagu). Sumatera Tropical Forest Research Journal, 8(1). https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/STROFOR/article/view/5467
Kanzunnudin, M. (2022). Analisis Semiotik Roland Barthes pada Puisi ‘Ibu’ Karya D. Zawawi Imron (Semiotic Analysis of Roland Barthes at “Ibu” Poetry by D. Zawawi Imron). SAWERIGADING, 28(2). https://doi.org/10.26499/sawer.v28i2.1040
Kusumawati, A. A. (2021). Analisis Semiotik Puisi Engkau Karya Muhammad Zuhri. Widyaparwa, 49(2), 442–453. https://doi.org/10.26499/wdprw.v49i2.426
Lestary, A. D., Warni, W., & Wulandari, S. (2022). Kode-Kode Narasi Semiotika Roland Barthes dalam Novel dari Jendela SMP Karya Mira Widjaja. Kajian Linguistik dan Sastra, 1 (1), 1–8.
Lim, L. W. K., Chung, H. H., Hussain, H., & Bujang, K. (2019). Sago Palm (Metroxylon sagu Rottb.): Now and Beyond. Pertanika Journal of Tropical Agricultural Science, 42(2).
Luhukay, M., Risamasu, R. G., & Tomasoa, R. (2020). Kajian Potensi Sagu Sebagai Sumber Pangan Lokal Di Negeri Tuhaha Kecamatan Saparua Timur Kabupaten Maluku Tengah. Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak Dan Tanaman, 7(2), 64–68. https://doi.org/10.30598/ajitt.2019.7.2.64-68
Mawaddah, H. M., & Supena, A. (2024). Analisis Semiotika Teori Roland Barthes Dalam Kumpulan Puisi “Kopi, Kretek, Cinta” Karya Agus R. Sarjono. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(2), 554–563. https://doi.org/10.31943/bi.v9i2.729
Nur, R. J., Wildan, D., & Komariah, S. (2023). Kekuatan Budaya Lokal: Menjelajahi 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’) sebagai Simbol Kearifan Lokal. MIMESIS, 4(2), 166–179. https://doi.org/10.12928/mms.v4i2.8105
Nurgiyantoro, B. (2022). Teori pengkajian fiksi dan puisi (Edisi ketiga). Gadjah Mada University Press.
Ona, Y. V, & Widowati, W. (2017). Analis Puisi Surat CInta dan Malaikat di Gereja ST. Josef Karya WS Rendra: Pendekatan Semiotika Riffaterre. Caraka: Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, Dan Pembelajarannya, 3(2), 79–93.
Pradopo, R. D. (2014). Pengkajian puisi. openlibrary.telkomuniversity.ac.id. https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/home/catalog/id/143267/slug/pengkajian-puisi.html
Prasetyo, H. (2023). Analisis Semiotika Teori Roland Barthes Dalam Puisi “Cinta Yang Agung” Karya Kahlil Gibran. Edukasi Lingua Sastra, 21(2), 183–191. https://doi.org/10.47637/elsa.v21i2.791
Pratiwi, D. A. (2019). Kritik Sosial Dalam Kumpulan Puisi W.S Rendra: Kehidupan Masyarakat di Indonesia. CAKRAWALA LINGUISTA, 1(2), 59. https://doi.org/10.26737/cling.v1i2.874
Rachmat P. P. (2024). Identitas dan Toleransi: Konsep Utama dalam Rethinking Multiculturalism. Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 3(4), 30–39. https://doi.org/10.55606/jpbb.v3i4.4529
Roosmawanto, N. B. K., & Apriyani, T. (2025). Mitos Kematian sebagai Alat Dekonstruksi Nilai: Analisis Semiotika Roland Barthes pada Naskah Drama Bulan Bujur Sangkar Karya Iwan Simatupang. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 13(1), 118. https://doi.org/10.24036/jbs.v13i1.133077
Safi, J. (2017). Konflik Komunal: Maluku 1999-2000. ISTORIA: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sejarah, 13(1). https://doi.org/10.21831/istoria.v13i1.17615
Sinaga, R. R. T. (2022). Theology of Sagu: A Contextual Theology Construction in Maluku. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(1), 349–365. https://doi.org/10.30648/dun.v7i1.733
Sudewa, I. K., & Jumadiah, S. (2022). Konstruksi Idealisme Di Dalam Antologi Puisi Untuk Reformasi. Aksara, 34(1), 1. https://doi.org/10.29255/aksara.v34i1.672.1-18
Suherman, T. (2025). Dinamika Institusi Sosial Dalam Masyarakat Multikultural: Analisis Peran Organisasi Masyarakat Dalam Integrasi Sosial. Jurnal Internasional Multidisiplin Ilmu, 1(1), 73–81.
Sulastri, A., & Rochmansyah, B. N. (2024). Eksploitasi perempuan pada puisi bersatulah pelacur-pelacur kota Jakarta karya WS Rendra dengan pendekatan Feminisme Marxis. Literature Research Journal. https://jurnal.ppjb-sip.org/dlrj/article/view/793
Sunarimahingsih, Y. T., Dewi, Y. T. N., & Nurhayati, B. R. (2018). Membangun Perdamaian di Ruang Publik Ambon. Universitas Katolik Soegijapranata.
Sunarti, S., Yusup, M., & Isnaini, H. (2022). Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Puisi Dongeng Pahlawan Karya Ws. Rendra. Parole : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(4), 253–260. https://doi.org/10.22460/parole.v5i4.6878
Suryandari, N. (2017). Eksistensi Identitas Kultural Di Tengah Masyarakat Multikultur Dan Desakan Budaya Global. Jurnal Komunikasi, 11(1), 21. https://doi.org/10.21107/ilkom.v11i1.2832
Syifa, L., & Rahman, B. (2025). Analysis of Irony in WS. Rendra’s Poem Sebatang Lisong: A Stylistic Study. Educational Insights, 3(1), 43–53. https://doi.org/10.58557/eduinsights.v3i1.121
Takwa, T., Nasir, A., & Syam, A. J. (2020). Romanticism in Poetry of Surat Cinta by WS Rendra. Journal of Indonesian Language Education and Literary, 4(2), 16–23. https://doi.org/10.31327/jilel.v4i2.891
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dzykry Agis Sarodi, Tristanti Apriyani, Yan Yin Yan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities tacitly or explicitly of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
Copyright
Authors who publish with Mimesis agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









