Narasi Mistis sebagai Representasi Budaya Jawa dalam Novel Sewu Dino Karya SimpleMan
DOI:
https://doi.org/10.12928/mms.v7i2.16157Keywords:
Kebudayan Jawa, Representasi, Sewu Dino, SimpleMan, Stuart HallAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya kehadiran unsur mistis budaya Jawa dalam novel Sewu Dino karya SimpleMan yang selama ini lebih sering dipandang sebagai strategi pembangun horor. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi budaya Jawa melalui unsur santet, weton, mantra, dan air kembang tujuh rupa dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall sebagai kerangka analisis utama. Penelitian ini dikategorikan sebagai deskriptif kualitatif dengan sumber data novel Sewu Dino dan data sekunder berupa buku, artikel ilmiah, serta penelitian terdahulu. Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif, identifikasi, pencatatan, pengodean, dan klasifikasi kutipan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santet merepresentasikan konflik sosial dan relasi kuasa, weton merepresentasikan pandangan kosmologis tentang nasib, mantra menjadi medium komunikasi spiritual, sedangkan air kembang tujuh rupa merepresentasikan penyucian dan perlindungan. Penelitian ini berkontribusi dalam penerapan teori representasi Stuart Hall dalam kajian sastra Indonesia serta berkontribusi secara empiris dalam memberikan pemahaman baru mengenai konstruksi budaya Jawa dalam novel bergenre horor populer Sewu Dino.
References
Almira, L., Suhairi, D., Syahputri, A. A., Haelani, M., & Sebayang, S. K. H. (2026). Analisis Konflik Tradisi dan Pelanggaran Moralitas dalam Narasi Sewu Dino Karya SimpleMan: Kajian Sosiologi Sastra. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(3), 299–307. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/qosim/article/view/5935
Alzahra, S., & Safitri, D. (2024). Peran Tradisi Wetonan dalam Menjaga Identitas Budaya Masyarakat Adat Jawa. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(2), 92–101. https://doi.org/10.61404/jimi.v2i2.206
Ardana, J. (2023). Ritual Santet dalam Novel Sewu Dino Karya Simpleman. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian, Pengabdian, Dan Diseminasi, 1(1), 623–633. https://prosiding.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/SNHPP/article/view/1570
Arfianti, A., Rachmawati, M., & Setijanti, P. (2022). Primbon: Representation of Kraton Yogyakarta. Interiority, 5(1), 115–132. https://doi.org/10.7454/in.v5i1.177
Bronner, S. J. (2016). Folklore: the basics. Routledge.
Budiman, R. (2016). Representasi mistisisme dan seksualitas: Penerjemahan budaya dalam tiga film eksploitasi dari Indonesia. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya, 1(2), 49–61. https://doi.org/10.33558/makna.v1i2.808
Creswell, J. W. (2023). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar.
Febriyanto, D., Rusminto, N. E., & Samhati, S. (2021). Mantra-Mantra Jawa: Kajian Makna, Fungsi, dan Proses Pewarisannya. Jurnal Sosial Budaya, 18(2), 87–96. https://doi.org/10.24014/sb.v18i2.13189
Hall, S., Evans, J., & Nixon, S. (2024). Representation: cultural representations and signifying practices.
Hasanah, U., & Septiana, H. (2023). Psikologi Individual Tokoh Dalam Novel Sewu Dino Karya Simpelman (Kajian Psikologi Sastra Alfred Adler). BAPALA, 10(1). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/53778
Hashina, N. H. (2022). Mistisisme Jawa dalam Novel Janur Ireng Karya Simpleman. Urban: Jurnal Seni Urban Dan Industri Budaya, 6(1), 77–96. https://doi.org/10.52969/jsu.v6i1.66
Herniti, E. (2012). Kepercayaan masyarakat Jawa terhadap santet, wangsit, dan roh menurut perspektif Edwards Evans-Pritchard. Jurnal Thaqafiyyat, 13(2), 385–400. https://ejournal.uin-suka.ac.id/adab/thaqafiyyat/en/article/view/77
Hidayatullah, D. (2016). Struktur, Bentuk, dan Fungsi Mantra Abal. Sirok Bastra, 4(2), 161–174. https://doi.org/10.37671/sb.v4i2.86
Himawan, R. (2020). Nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat kabupaten bantul “Ki Ageng Mangir”(kajian folklor). MIMESIS, 2(1), 77–85. https://doi.org/10.12928/mms.v1i2.2580
Ibrahim, J. T., Bakhtiar, A., Latifah, N., & Mufriantie, F. (2021). Praktik pitungan Jawa dalam penentuan awal bercocok tanam oleh petani Kota Batu. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(1), 43–55. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15818
Kumaidi, & Fahrudi, E. (2023). Interaksi Sosial Makna Simbolik Tradisi Ruwatan Masyarakat Jawa. Al-Kamal: Jurnal Kajian Islam, 3(2), 119–126. https://ejournal.staika.ac.id/index.php/alkamal/article/view/alkalam
Kurniawati, N., Fathurrohman, I., & Roysa, M. (2022). Analisis semiotika budaya Jawa Tengah pada film Mangkujiwo karya Azhar Kinoi Lubis. Buletin Ilmiah Pendidikan, 1(1), 45–54. https://doi.org/10.56916/bip.v1i1.217
Muarifin, M., & Waryanti, E. (2021). Representasi budaya Jawa dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. WACANA: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 5(2), 33–45. https://doi.org/10.29407/jbsp.v5i2.17545
Miles, M., Huberman, M., & Saldana, J. (2019). Qualitative Data Analysis; a Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publication. https://a.co/d/1TodHDn
Noyes, D. (2016). Humble Theory: Folklore’s Grasp on Social Life. Indiana University Press.
Nurbaiti, B., & Rubayu, A. (2025). Mengungkap primbon jawa: Kepercayaan, Sejarah, dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial masyarakat di masa sekarang. Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 17(1), 1–13. https://doi.org/10.20885/khazanah.vol17.iss1.art6
Nurjamilah, A. S. (2015). Mantra pengasihan: telaah struktur, konteks penuturan, fungsi, dan proses pewarisannya. Riksa Bahasa, 1(2), 123–131. https://ejournal.upi.edu/index.php/rbsps/article/view/8752
Pradanta, S. W., Sudardi, B., & Subiyantoro, S. (2015). Kajian Nilai-Nilai Budaya Jawa Dalam Tradisi Bancaaan Weton Di Kota Surakarta (Sebuah Kajian Simbolisme Dalam Budaya Jawa). LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 12(2), 155–172. https://doi.org/10.30957/lingua.v12i2.25
Quinn, G. (2021). The novel in Javanese (Vol. 148). Brill.
Rismalasari, D., Zulfikar, N., & Kamalia, L. (2023). Makna spiritual tradisi Kliwonan dalam akulturasi budaya Islam di Jawa Tengah. Indonesian Journal of Conservation, 11(2), 78–83.
Safitri, E., Ningrum, N. O., Dora, N., & Siregar, I. A. (2024). Makna Weton dalam Menentukan Jodoh Pernikahan Suku Jawa. Formatif: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 1(01), 42–49.
Salamah, S., Nazilah, H. M., Agistina, F. I., & Zakiyah, M. (2024). Setaman flower lexicons in the Nyekar rite: Anthropolinguistics of Javanese society. LITERA, 23(1), 91–104. https://doi.org/10.21831/ltr.v23i1.70972
Salsabila, Z., Alfajr, M. G., Fauziah, S., Salsabila, S., & Hamidiyyah, A. N. (2025). Budaya Jawa dan Horor Indonesia: Studi Analisis Film Diambang Kematian, Satu Suro, Sewu Dino. Buletin Ilmiah Pendidikan, 4(2), 44–52. https://doi.org/10.56916/bip.v4i2.1052
Shofi’atun, U. (2021). Perhitungan weton dalam pernikahan jawa (studi kasus pada desa kendalrejo kecamatan bagor nganjuk). Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf, 7(2), 189–204. https://doi.org/10.53429/spiritualis.v7i2.347
Sholichah, I. M., Putri, D. M., & Setiaji, A. F. (2023). Representasi budaya Banyuwangi dalam Banyuwangi Ethno Carnival: Pendekatan teori representasi Stuart Hall. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(2), 32–42. https://doi.org/10.51903/education.v3i2.332
Simpleman. (2020). Sewu Dino. Bukune Kreatif Cipta.
Storey, J. (2021). Cultural theory and popular culture: An introduction. Routledge.
Sudjiman, P. (1984). Kamus istilah sastra. Gramedia.
Sulastri, Y., & Apriyani, T. (2021). Tradisi kepungan tumpeng tawon desa mangunweni kecamatan ayah Kabupaten Kebumen: kajian folklor. MIMESIS, 2(2), 138–146. https://doi.org/10.12928/mms.v2i2.4328
Suryanah, E. (2021). Kecemasan Tokoh Utama dalam Novel Sewu Dino Karya Simpleman Sebagai Alternatif Bahan Ajar Pembelajaran Novel Di SMA. Webinar Jurnalistik 2021, 63–72. https://doi.org/10.20961/basastra.v10i2.63498
Suwatno, E. (2004). Bentuk dan isi mantra. Humaniora, 16(3), 12008. https://journal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1312
Tambunan, F. A. S., Lubis, F., Anggreina, F., & Dora, N. (2025). Primbon Jawa Kearifan Lokal Menentukan Hari Baik. Rekayasa: Jurnal Saintek, 1(1), 44–56. https://glonus.org/index.php/rekayasa/article/view/161
Tolbert, J. A., & Foster, M. D. (2024). Möbius Media: Popular culture, folklore, and the folkloresque. University Press of Colorado.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ega Erlambang, Arief Ahsan Hamami, Shelly Aulia Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities tacitly or explicitly of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
Copyright
Authors who publish with Mimesis agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









