Analisis Perluasan Makna Kata Kocak pada Gen-Z: Kajian Semantik

Authors

  • Yuanita Dewi Julianti Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
  • Zhang Wuyi Guangdong University of Foreign Studies, Guangdong, China
  • Irwan Suswandi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.12928/mms.v7i1.15586

Keywords:

Gen-Z, Kocak, Makna Kontekstual, Perluasan Makna, Semantik

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perluasan makna kata kocak dalam penggunaan bahasa Gen-Z melalui kajian semantik.  Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui metode kuesioner yang diberikan kepada responden secara daring dan mereka diminta untuk membuat tuturan yang mengandung kata kocak. Adapun analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik bagi unsur langsung (BUL), serta teknik lanjutan berupa teknik ganti. Secara teoretis, penelitian ini menggunakan pendekatan semantik leksikal, semantik kontekstual, dan analisis komponen makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kata kocak pada Gen-Z mengalami perluasan makna sesuai konteks tuturan. Berdasarkan klasifikasi makna kontekstual, kata kocak digunakan oleh Gen-Z dalam lima konteks, yaitu kesal, heran, kagum, lucu, dan tidak menyangka. Dari total 40 data, konteks kesal mendominasi dengan 19 data, diikuti heran (8 data), kagum (6 data), lucu (4 data), dan tidak menyangka (3 data). Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan temuan bahwa kata kocak tidak memiliki variasi bentuk kata lain dalam penggunaannya. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya khazanah kajian semantik, khususnya pada perluasan makna di kalangan Gen-Z.  

References

Abdussamad, Dr. H. Zuchri S.I.K., M. S. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. syakir Media Press.

Anandita, A., Yanuarsih, S., & Letreng, I. W. (2025). Perubahan Kosakata Gen-Z dalam Konten Tiktok sebagai Bentuk Kreativitas Berbahasa di Era Digital. 5(4), 5665–5679. https://dmi-journals.org/deiktis/article/view/2705

Azzahra, F., Mangkurat, U. L., & History, A. (2025). Analisis Campur Kode Bahasa Banjar Dan Bahasa Indonesia Pada Unggahan Mediasosial @Banjarnyaman (Instagram Dan Tiktok). Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa. 11(5). https://ejournal.cibinstitut.com/index.php/argopuro/article/view/2006

Butar-Butar, C. (2021). SEMANTIK. Umsu Press.

Chaer, A. (1994). Linguistik Umum. Rineka Cipta.

Cruse, A. (2004). Meaning in Language: An Introduction to Semantics and Pragmatics. Oxford University Press.

Dilivia, A. Z., Febriyanto, L., & Ginanjar, B. (2023). Pergeseran Makna Kosakata Flora Dalam Metafora Di Media Sosial Twitter: Kajian Semantik. Linguistik Indonesia, 41(1), 75–88. https://doi.org/10.26499/li.v41i1.418

Ernawati, Y. (2021). Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia di Media Sosial. Silistik, 1(1), 29–39. https://doi.org/10.30862/bisai.v4i2.848

Fadilla, A. S., & Masyarakat, P. (2023). Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Oleh Mahasiswa. Eunoia: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia. 3(1), 1–9. https://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/eunoia/article/view/2527

Fatikhudin, P. (2018). Penamaan Tempat Usaha Berbahasa Asing Di Surabaya :Kajian Semantik Kognitif. BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya 2, 88–99. https://journal2.um.ac.id/index.php/basindo/article/view/241

Hanifah, D. U. (2023). Pentingnya Memahami Makna, Jenis-jenis makna dan Perubahannya. Ihtimam: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab. https://journal.staimsyk.ac.id/index.php/ihtimam/article/view/483

KBBI VI Daring. (2023). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Khaerunnisa, M. (2024). Pergeseran Makna Kata Anjing Pada Tuturan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Literasi, 8(1). https://jurnal.unigal.ac.id/literasi/article/view/13696

Langoday, Y. R., Mora, O. G., & Nensilianti. (2024). The Vision And Mission Of The 2024 Presidential Candidates. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. 17(2), 247–264. https://journal.um-surabaya.ac.id/Stilistika/article/view/21977

Masruroh, M. O., Angelita, T., & Ginanjar, B. (2022). Pergeseran Makna Kata Cabut dan Ambyar dalam Bahasa Indonesia. AKSARA: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 24(1), 27–39. https://doi.org/10.23960/aksara/v24i1.pp27-39

Nadila, N., Nafira, A., Lidia, H., & Lumban, A. (2025). Pengembangan Media E-Book untuk Materi Morfem Bebas dan Terikat pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya. 3(2). https://journal.aspirasi.or.id/index.php/Semantik/article/view/1710

Ningtyas, A. C., Difanti, N., & Ginanjar, B. (2022). Pergeseran Makna Pada Istilah Penunjuk Fauna Di Media Sosial Twitter: Kajian Semantik. LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia Dan Daerah, 12(1), 55–65. https://doi.org/10.23969/literasi.v12i1.4801

Oktaviana, M., Abidin, Z., Arviani, H., & Estetik, K. (2021). Budaya komunikasi virtual di Twitter dan Tiktok : Perluasan makna kata estetik. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial. 5(2), 173–186. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/JICC/article/view/17560

Ramadhani, V. D. (2024). Pengunaan Media Sosial di Kalangan Gen Z. https://kaba12.co.id/pengunaan-media-sosial-di-kalangan-gen-z/

Sapanti, I. R., & Suswandi, I. (2022). Perluasan Makna dan Variasi Kata Anjing Pada Generasi Milenial. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 17(2), 152–163. https://doi.org/10.14710/nusa.17.2.27-38

Sobry, M., & Hadisaputra, P. (2020). Penelitian kualitatif Penelitian kualitatif. In Bandung: PT. Remaja Rosda Karya (Issue c).

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Sanata Dharma University Press.

Sugiyono, P. D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R &. D. Alvabeta, Cv.

Suwandi, S. (2011). Semantik: Pengantar Kajian Makna. Media Perkasa.

Wijana, I. D. P. (2019). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia (iii). Pustaka Pelajar.

Published

2026-01-23