PUDARNYA KUASA NEGARA: ANALISIS CERPEN-CERPEN SENO GUMIRA AJIDARMA DALAM PERSPEKTIF FOUCAULT

Authors

  • Akhmad Rizqi Turama Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.12928/mms.v1i1.1535

Keywords:

Foucault, Cerpen, Seno Gumira Ajidarma

Abstract

 

Merujuk pada pendapat bahwa sastra mencerminkan realitas, muncul sebuah masalah mengenai ada tidaknya perubahan posisi negara dalam cerpen sebelum dan sesudah reformasi. Dua cerpen yang dijadikan bahan analisis adalah Saksi Mata dan Aku, Pembunuh Munirkarya Seno Gumira Ajidarma. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif Foucault. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi pergeseran kekuasaan negara setelah reformasi. Hal ini ditunjukkan terutama dalam lima hal, yaitu motif kehadiran saksi di pengadilan, wibawa hakim, keberpihakan tokoh utama, wujud penjahat, dan pengadilan sebagai lambang negara. 

 

 

References

Ajidarma, Seno Gumira. 2014. “Aku, Pembunuh Munir!” dalam Senja dan Cinta yang Berdarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ajidarma, Seno Gumira. 2006. “Saksi Mata” dalam Trilogi Insiden. Yogyakarta: Bentang Pustaka.
Eagleton, Terry. 2010. Teori Sastra: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra
Hasanuddin. 1996. Drama Karya dalam Dua Dimensi.Bandung: Penerbit Angkasa.
Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. 2010. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Sarup, Madan. 2003. Posstrukturalisme dan Posmodernisme: Sebuah Pengantar
(terj) Medhy Aginta Hidayat. Yogyakarta: Jendela.
Sedarmayanti dan Syarifudin Hidayat. 2002. Metodologi Penelitian. Bandung: Mandar Maju.

Downloads

Additional Files

Published

2020-01-31