Tindak Tutur Ilokusi Bermuatan Disfemisme dalam Video Kanal YouTube Tirta PengPengPeng Episode Mitos/Fakta Part 3

Authors

  • Bagus Prakoso Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Anelka Almayda Antarsyach Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
  • Fajar Kurnia Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.12928/mms.v7i1.11993

Keywords:

Disfemisme, Komunikasi Kesehatan, Pragmatik, Tindak Tutur Ilokusi

Abstract

Salah satu figur publik yang aktif memberikan edukasi kesehatan adalah dokter Tirta melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng dengan gaya komunikasinya yang lugas, emosional, dan sering menggunakan ungkapan keras. Gaya komunikasi tersebut menarik untuk dikaji karena memperlihatkan penggunaan bahasa sebagai strategi untuk menegaskan pesan dan membangun pemahaman pendengar. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian pragmatik dengan menunjukkan hubungan antara fungsi tindak tutur ilokusi dan penggunaan disfemisme dalam wacana digital kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian berupa video YouTube Tirta PengPengPeng, yakni pada episode Mitos/Fakta Part 3. Data dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat cakap dan dianalisis menggunakan teknik agih untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur ilokusi dan fungsi disfemisme yang menyertainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi bermuatan disfemisme hanya ditemukan dalam dua jenis, yaitu direktif dan ekspresif. Tindak tutur direktif mendominasi temuan data dan paling sering disertai disfemisme sebagai sarana mempermalukan, mengekspresikan kemarahan, mewakili kondisi buruk, dan mengungkapkan keheranan. Sementara itu, tindak tutur ekspresif ditemukan dalam jumlah terbatas dan berfungsi mengekspresikan kejengkelan penutur. Penggunaan disfemisme terbukti memperkuat daya ilokusi tuturan dalam menyampaikan pesan kesehatan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa disfemisme berperan sebagai strategi pragmatik untuk menegaskan maksud ilokusi dan meningkatkan efektivitas komunikasi edukatif dalam wacana YouTube.

References

Allan, K., & Burridge, K. (1987). Euphemism, Dyphemism, and Croos-Varietal Synonymy.

Amri, Y. K. (2022). Kesantunan Berbahasa (Upaya Mencegah terjadinya Ujaran Kebencian). publication.umsu.ac.id. https://publication.umsu.ac.id/index.php/ht/article/download/2551/2420

Anggraini, M., Ifnaldi, I., & Misriani, A. (2023). Analisis Tindak Tutur Ilokusi Asertif Pada Channel Youtube Deny Sumargo Episode Anjay Sensasi Atau Prestasi. e-theses.iaincurup.ac.id. https://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/5297

Austin, J. L. (1962). How do to Things with Words. In Oxford: Oxford University Press. Oxfor.

Cahyo, A. A. R., Suhartono, S., & Yuniseffendri. (2024). Tindak tutur asertif dan ekspresif dalam gelar wicara di YouTube Gita Wirjawan dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia. http://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/diskursus/article/view/23603

Delisnawati, D. (2023). Tindak Tutur Ilokusi dalam Konten Dakwah di Media Sosial TikTok@ Ustazwijayanto. official= The Illocutionary Speech Acts in Preaching Content On Social Media TikTok @Ustazwijayanto.official. Universitas Hasanuddin.

Fatriani, Y. (2022). Kesantunan Tindak Tutur Ilokusi Guru Dan Siswa Di Lingkungan SMA Negeri 14 Pekanbaru. repository.uir.ac.id. https://repository.uir.ac.id/13173/

Frandika, E., & Idawati. (2020). Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Pendek “ Tilik ( 2018 ).” Pena Literasi, 14. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/penaliterasi/article/view/7392

Ginting, R. A. P., Widayati, D., & Lubis, R. (2024). Disfemisme pada wacana lingkungan banjir di sumatera utara dalam media massa daring. Journal of Science and Seocial Research, 5(1), 351–359. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/86606

Hammami, R. H., Fadhilah, N., & Annas, A. M. (2025). Analisis Disfemisme dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna: Sebuah Kajian Semantik Analysis. Abash: Jurnal Adab, Bahasa, Sastra Dan Sejarah, 1(1), 29–42. https://ejournal2.uinsaid.ac.id/index.php/absah/article/view/4

Laili, E. N. (2017). Disfemisme dalam perspektif semantik, sosiolinguistik, dan analisis wacana. Lingua, 12(2). https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/humbud/article/view/4038

Madathil, K. C., Rivera-rodriguez, A. J., Greenstein, J. S., & Gramopadhye, A. K. (2015). Healthcare information on YouTube : A systematic review. Health Informatics Journal, 21(3), 173–194. https://doi.org/10.1177/1460458213512220

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya (9th ed.). In Rajawali Pers.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif (36th ed.). Remaja Rosdakarya.

Muhammad. (2014). Metode dan Penelitian Bahasa (2nd ed.). Ar-Ruzz Media.

Nuramila. (2020). Tindak Tutur Dalam Media Sosial : Kajian Pragmatik. Yayasan Pendidikan Dan Sosial Indonesia Maju (YPSIM), 53(9), 1–20. https://doi.org/10.31237/osf.io/zah35

Putri, E. N., & Rahmawati, L. E. (2022). Fungsi Eufemisme dan Disfemisme dalam Siniar " Close The Door " Deddy Corbuzier. Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 8(1), 168–180. https://e-journal.my.id/onoma/article/view/1643

Putri, O., & Purwanugraha, A. (2025). Analisis Tindak Tutur Ilokusi Puisi “ Tuhan , Aku Cinta pada- M u ” Karya W.S. Rendra. Mimesis, 6(2), 143–152. https://doi.org/10.12928/mms.v6i2.13843

Rahmasari, L., & Utomo, A. P. Y. (2021). Analisis Tindak Tutur Ilokusi pada Vlog Jangan Lupa Senyum Part 1 di Kanal Youtube Fiersa Besari. Estetik: Jurnal Bahasa Indonesia, 4(1), 1–16. https://journal.iaincurup.ac.id/index.php/estetik/article/view/1512

Safitri, A., Charlina, & Sinaga, M. (2025). Disfemisme Dalam Bahasa Melayu Riau Dialek Ranai Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Jetish: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health, 4(1), 561–566. https://rayyanjurnal.com/index.php/jetish/article/view/4519

Sagita, V. R., & Setiawan, T. (2019). Tindak Tutur Ilokusi Ridwan Kamil dalam Talkshow Insight di CNN Indonesia. Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, Dan Budaya, 9(2), 187–200. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/lensa/article/view/5123

Salsabila, R., & Arimi, S. (2023). Umpatan sebagai Penanda Relasi Keakraban Antarmahasiswa: Analisis Berbasis Bentuk dan Gender. Mimesis, 4(2), 202–219. https://doi.org/10.12928/mms.v4i2.8367

Sanjaya, R., & Sapanti, I. R. (2024). Prosiding samudra daya. Samudra Daya, 1(1), 403–423. https://seminar.uad.ac.id/index.php/SAMUDRADAYA/article/view/15774

Santosa, R. (2021). Dasar-Dasar Metode Penelitian Kualitatif Kebahasaan. UNS PRESS.

Searle. (1985). Foundations of Illocutionary Logic. In Cambridge University Press. https://doi.org/10.1007/978-1-4419-1221-3_4

Wijana, I. D. P. (2004). Makian Dalam Bahasa Indonesia: Studi tentang Bentuk dan Referensinya. Humaniora, 16(3), 242–251. https://doi.org/10.22146/jh.1304

Published

2026-01-23