Analisis Value at Risk dengan Menggunakan Model Autoregressive Conditional Heteroscedastic (ARCH) (Studi Kasus Indeks Harga Saham Gabungan)

Rizqi Mujiburrochman

Abstract


Penelitian ini bertujuan menganalisis volatilitas dan Value at Risk, data yang digunakan data harian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Data runtun waktu seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempunyai sifat heteroskedaktis pada variansi pada tiap waktu (volatilitas). Pemodelan terhadap variansi akan menghasilkan penduga-penduga yang lebih akurat dan kemampuan untuk menganalisa risiko. Penelitian ini menggunakan metode AR dan MA, untuk variansi dapat diperoleh dengan menyusun sebuah runtun waktu dengan menggunakan model ARCH. Pemilihan model terbaik berdasarkan pertimbangan kriteria kelayakan model dengan AIC dan BIC. Hasil dari penelitian ini berupa model terbaik yang digunakan untuk mengatasi masalah volatilitas IHSG adalah ARCH(7).

Model yang didapat digunakan untuk mengestimasi return dan mengestimasi volatilitas. Besarnya risiko diketahui dengan mengembangkan sebuah penduga Value at Risk(VaR). Hasil Value at Risk yang didapat sebagai berikut 1 hari=0.01092901, 5 hari=0.01291141, 10 hari=0.01357979, 15 hari=0.01410186, 20 hari=0.01427367, 25 hari=0.01437359 dan 30 hari=0.01441206. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa semakin lama waktu berinvestasi pada saham IHSG, risiko yang ditimbulkan akan semakin besar.

Kata kunci: Return, Volatilitas, Indeks Harga Saham Gabungan, ARCH, Value at Risk.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.