PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK INFUSA DAUN DARI SEMBILAN JENIS SUKU PIPERACEAE TERHADAP Staphylococcus aureus dan Candida albicans

Dewi Nursaidah

Abstract


Suku Piperaceae merupakan tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat diantaranya sebagai obat sariawan, batuk, dan antiseptik tradisional. Suku ini mengandung senyawa golongan alkaloid/amides, lignan, neolignan, dan terpenoid, beberapa seyawa turunan alkaloid yang berpotensi sebagai antimikroba. Penelitian ini menggunakan sembilan jenis suku Piperaceae yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mengetahui perbandingan aktivitas infusa suku Piperaceae sebagai antimikroba terhadap Staphylococcus aureus  dan Candida albicans. Ekstrak infusa yang digunakan yaitu daun sirih hijau (P.betle L.), sirih merah  (P. crocatum Ruiz& Pav.), lada (P. nigrum L.), kemukus (P. cubeba L.f), karuk (P. sarmentosum Roxb Ex Hunter.), cabe jawa (P. retrofractum Vahl.), sirihan (P. aduncum L.), suruh-suruhan (P. rivioides), suruhan (P. pellucida (L.) H.B.K.), amoxicillin sebagai kontrol positif untuk S.aureus, dan fluconazol sebagai kontol positif untuk C. albicans. Uji antimikroba menggunakan metode difusi sumuran (Cup plate diffusion). Hasil penelilitian menunjukkan ekstrak infusa daun dari sembilan jenis suku Piperaceae yang paling baik sebagai antimikroba terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan jamur Candida albicans adalah ekstrak infusa daun sirih hijau (P. betle) dengan masing-masing diameter zona hambat sebesar 46,53 mm dan 19,08 mm.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.