http://journal2.uad.ac.id/index.php/JIMP/issue/feedJURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN2026-05-25T14:43:43+00:00Enung Hasanahjimp.uad@gmail.comOpen Journal Systems<table class="data" width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Jurnal Inovasi dan Manajemen Pendidikan</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Initials</td> <td width="80%"><strong>JIMP</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Abbreviation</td> <td width="80%"><strong>Jur. Inov. Mnjn. Pen.</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%"><strong>2 issues per tahun | Juni dan Desember</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%"><strong>Prefix 10.26555</strong><strong> by <img src="http://journal2.uad.ac.id/index.php/JIMP/management/settings/context//public/site/images/dyoyo/CROSREFF_Kecil2.png" alt="" /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%"><strong>ISSN <a title="ISSN" href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210813261976500" target="_blank" rel="noopener">2807-3592</a> (print) | <a title="E-ISSN JIMP" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN-L/2807-3231" target="_blank" rel="noopener">2807-3231</a> (online)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><a title="Scopus" href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57219400648" target="_blank" rel="noopener"><strong>Dr. Dian Hidayati, MM.</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%"><a href="https://uad.ac.id/en/"><strong>Universitas Ahmad Dahlan</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%"><strong>SCOPUS</strong><strong> | <a title="Sinta JIMP" href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11296" target="_blank" rel="noopener">Sinta</a> | </strong><strong><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&user=z1wt4Q8AAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> | <a title="JIMP DImensions" href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&and_facet_source_title=jour.1422817" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a></strong></td> </tr> </tbody> </table> <p align="justify"><strong>Jurnal Inovasi dan Manajemen Pendidikan (JIMP)</strong> adalah jurnal dalam bidang Manajemen Pendidikan dengan ruang lingkup nasional menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris melalui proses yang melibatkan mitra bestari dalam penyuntingan artikel.</p> <p align="justify">Jurnal yang berfokus pada penerbitan artikel penelitian kualitatif, kuantitatif, dan campuran (<em>mixed methods</em>) dalam lingkup Manajemen Pendidikan termasuk Kepemimpinan, Perencanaan, Sumber Daya Manusia, Keuangan, Kurikulum, Fasilitas dan Infrastruktur, Hubungan Masyarakat, Kemahasiswaan, Pembelajaran, Manajemen Pendidikan, Organisasi, Penjaminan mutu, dan Kebijakan Pendidikan.</p>http://journal2.uad.ac.id/index.php/JIMP/article/view/15843Rekonstruksi Model Kepemimpinan Transformasional Berbasis Nilai Budaya Kula Babong dalam Penguatan Kinerja Dosen2026-03-09T13:32:03+00:00Mikael Emi Bernaduspurekmichy@gmail.comNeti Karnatineti.karnati@unj.ac.idRihlah Nur AuliaRihlah-nuraulia@unj.ac.id<p>Kepemimpinan akademik di perguruan tinggi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya motivasi kerja dosen, terbatasnya kolaborasi akademik, serta lemahnya keteladanan kepemimpinan yang mampu menginspirasi komunitas akademik. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja dosen tidak hanya ditentukan oleh kebijakan struktural, tetapi juga oleh model kepemimpinan yang mampu membangun makna, nilai, dan komitmen bersama dalam organisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi model kepemimpinan transformasional berbasis nilai budaya <em>Kula Babong</em> sebagai kerangka konseptual untuk memperkuat kinerja dosen di perguruan tinggi Katolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan para informan yang terdiri atas tokoh adat dan pelaku budaya yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahap reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai <em>Kula Babong</em>, seperti kejujuran, solidaritas, musyawarah, dan tanggung jawab moral, memiliki kesesuaian konseptual dengan dimensi kepemimpinan transformasional serta berpotensi memperkuat motivasi, kolaborasi akademik, dan komitmen dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam kepemimpinan akademik dapat menjadi pendekatan kontekstual yang memperkaya praktik kepemimpinan di pendidikan tinggi dan memperkuat kinerja dosen secara berkelanjutan.</p>2026-05-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mikael Emi Bernadud, Neti Karnati, Rihlah Nur Auliahttp://journal2.uad.ac.id/index.php/JIMP/article/view/15634Strategi Budaya Sekolah 7S dalam Internalisasi Nilai Islam pada Siswa SMP Swasta Kota Yogyakarta2026-03-09T13:40:22+00:00Indriani Ika Puspitasari2507046008@webmail.uad.ac.idDjamaluddin Prawironegorodjamaluddin@mpai.uad.ac.id<p>Internalization of Islamic values in schools still faces challenges in consistently shaping students' character through a sustainable school culture. This condition indicates the need for habituation strategies that can integrate Islamic values into students' daily activities at school. This study aims to describe the implementation of the 7S strategy (smile, greeting, politeness, courtesy, patience, and gratitude) in the internalization of Islamic values and its impact on student character formation. The study used a descriptive qualitative approach with research subjects consisting of the principal, 2 teachers, and 3 students. Data were collected through observation, interviews, and documentation using instruments in the form of observation guidelines, interview guidelines, and documentation of school activities. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that the 7S strategy is implemented in an integrated manner in learning, school culture, and social interactions, thereby fostering religious attitudes, discipline, mutual respect, responsibility, and harmonious social relationships. This study indicates that the 7S strategy is effective in strengthening Islamic school culture and developing students' character sustainably.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indriani Ika Puspitasari, Djamaluddin Prawironegorohttp://journal2.uad.ac.id/index.php/JIMP/article/view/12935Genre-Based Approach in Practice: Pedagogical Insights from Indonesian Junior High School Teachers2025-08-29T17:17:13+00:00Muhammad Rafi Abdusyukurrafiabdusyuku@darulhikam.sch.id<p>Genre-Based Approach (GBA) has received more attention in recent years in Indonesia. This approach has been selected as the default approach to teach English as stated in the current and previous national curricula. Consequently, it is essential for Indonesian English teachers to understand the approach to effectively teach the subject. The purpose of this study is to investigate the implementation of GBA by junior high school teachers in teaching activities. A descriptive qualitative case study design was employed in conducting the study. To collect the necessary data regarding the implementation of the stages of GBA in teaching activities, four English teachers from a junior high school were given a set of questionnaires followed by a semi-structured interview. The questionnaire findings show that although all participants implemented GBA, they did so incompletely. The interview results further support this finding, revealing that almost all participants unconsciously employed GBA due to their unfamiliarity with the theory. From this study, it can be concluded that most participants still have difficulty implementing GBA relevant to the theory in their teaching activities. This study offers pedagogical implications for GBA practitioners to keep enriching and reflecting on their GBA practices and for policymakers to make enrichment programs related to GBA or EFL in Indonesia in general.</p>2026-07-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Rafi Abdusyukurhttp://journal2.uad.ac.id/index.php/JIMP/article/view/16455Pengaruh Kepemimpinan Instruksional terhadap Kinerja Guru Produktif pada Pendidikan Vokasi2026-05-25T14:43:43+00:00Yeni Suryaniyenisrn@gmail.comHaeruddin Haeruddinhaeruddin@fkip.unmul.ac.idWidyatmike Gede Mulawarmanwidyatmike@fkip.unmul.ac.idMoh Bahzarmoh.bahzar@fkip.unmul.ac.idAkhmad Akhmadakhmad@fkip.unmul.acUsfandi Haryakausfandi.haryaka@fkip.unmul.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Tuntutan penyelarasan lulusan dengan standar industri mengharuskan adanya peningkatan kualitas pembelajaran yang konsisten, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa optimalisasi kinerja guru sering kali terhambat oleh lemahnya arahan pedagogis yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah terhadap kinerja guru produktif dalam konteks pendidikan vokasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Populasi dan sampel mencakup seluruh 148 guru produktif yang bertugas di sekolah berakreditasi A. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin pada periode Maret hingga April 2026. Analisis data dilakukan menggunakan <em>Partial Least Squares–Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru produktif (β = 0,210; t = 2,488; p = 0,013). Temuan ini mengindikasikan bahwa penetapan visi akademik, supervisi pembelajaran berbasis bukti, dan penciptaan iklim kolaboratif secara langsung mendorong peningkatan akuntabilitas pedagogis guru. Simpulan penelitian menegaskan bahwa optimalisasi kinerja guru produktif tidak dapat dicapai tanpa kepemimpinan instruksional yang sistematis dan berorientasi pada mutu pembelajaran autentik.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-08-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yeni Suryani, Haeruddin Haeruddin, Widyatmike Gede Mulawarman, Moh Bahzar, Akhmad Akhmad, Usfandi Haryakahttp://journal2.uad.ac.id/index.php/JIMP/article/view/16507Mediasi Kolaborasi Sejawat Pada Pengaruh Kompetensi Teknologi Digital Terhadap Kinerja Guru2026-05-25T14:21:21+00:00Fenny Indah Melia Mildawantifennyindah.2025@student.uny.ac.idEndang Sri Budi Herawatiendangsribudiherawati@uny.ac.id<p>Transformasi digital pendidikan dan implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan kompetensi teknologi digital guru sebagai prasyarat pembelajaran berkualitas. Namun, bukti empiris mengenai mekanisme sosial yang menjembatani kompetensi tersebut dengan kinerja guru masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menguji peran mediasi kolaborasi sejawat dalam hubungan antara kompetensi teknologi digital dan kinerja guru sekolah menengah. Pendekatan kuantitatif dengan desain <em>explanatory survey</em> <em>cross-sectional</em> melibatkan 78 guru Sekolah Menengah Atas yang dipilih melalui <em>homogeneous purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan <em>Structural Equation Modeling </em>berbasis <em>Partial Least Squares </em>(SEM-PLS) dengan <em>bootstrapping</em> 5.000 subsampel, dilengkapi pengendalian <em>common method bias.</em> Hasil menunjukkan kompetensi teknologi digital berpengaruh positif signifikan terhadap kolaborasi sejawat (β = 0,723), kolaborasi sejawat berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (β = 0,555), sementara pengaruh langsung kompetensi digital terhadap kinerja guru tidak signifikan (β = 0,227). Kolaborasi sejawat terbukti berperan sebagai mediator penuh dengan pengaruh tidak langsung sebesar β = 0,401. Disimpulkan bahwa kompetensi teknologi digital meningkatkan kinerja guru melalui kolaborasi sejawat. Implikasinya, pengembangan kompetensi digital perlu diintegrasikan dengan penguatan komunitas belajar profesional.</p>2026-08-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fenny Indah Melia Mildawanti, Endang Sri Budi Herawati